Love is You

Love is You
Wedding



Okeee… sekarang aku bisa gila! Kenapa aku sangat gugup?! Ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Aku seharusnya tidak boleh gugup seperti ini dan menghancurkan pestanya. Ku hirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan. Yahhh.. ini sudah lebih baik.



“Hyerin, apa kau tidak apa-apa?”


Melihat Yuju yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Membuatku kembali gugup.


“Tidak apa-apa bagaimana?! Aku benar-benar gugup sekarang! Bagaimana ini?”


“Hey, ayolah itu adalah hal yang wajar saat akan menikah. Ngomong-ngomong aku masih tidak menyangka sahabatku akan menikah secepat ini! Dan tak kusangka Jungkooklah yang akan menjadi suamimu.”


TOK TOK TOK


Karena suara ketukan pintu yang tiba-tiba, aku dan Yuju langsung melihat pintu bercat putih itu. Perlahan pintu itu terbuka dan menampakkan Kak Hyejin di sana. Setelah masuk, dia langsung terkejut melihatku.


“Hyerin?! Apa ini kau? Kau terlihat sangat cantik!”


Aishh ini bukan waktunya untuk memujiku.


“Kak bagaimana ini? aku sangat gugup sekarang. Aku takut menghacurkan pestanya.” Kataku dengan suara terburu-buru. Melihatku yang terus panik. Kakak hanya tersenyum sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirku.


“Shutt! Kau tidak boleh begitu. Semua akan baik-baik saja oke?”


“Ya, semua akan baik-baik saja, jadi berhentilah merengek seperti bayi yang kehilangan popoknya. Kau ini akan menikah Hyerin.”


Suara yang menyebalkan itu, tidak salah lagi kalau itu Jimin, dan ternyata dugaanku benar. Saat melihat ke samping ada Jimin yang sedang berdiri sambil tersenyum manis padaku. Kenapa dia ini semakin lama semakin menyebalkan? Kenapa aku di samakan dengan bayi?


“Jimin, berhentilah membuat keributan. Hari ini adalah hari yang berharga untuk Hyerin.” Ucap Yuju sambil memelukku.


“Baiklah. Tapi sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian berdua. Bisakah kalian keluar sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan berdua dengan Hyerin.”


“Heh? Kenapa aku juga harus keluar? Aku ini Kakaknya.” Ucap Kakak tak terima.


“Maaf, ini pembicaraan antara sesama sahabat sejati.”


“Lalu aku? Apa aku bukan sahabat bagimu?”


Sekarang Yuju yang angkat bicara.


Sumpah, ini siapa yang akan menikah sih? Kenapa semua orang sangat berisik di acara pernikahanku?


Karena mereka terus ribut, itu membuat Jimin semakin kesal. Dia pun langsung mendorong Yuju dan Kakak keluar dari ruanganku. Setelah berhasil mengeluarkan mereka. Jimin langsung menutup pintunya rapat-rapat.


“Fyuhhh… mereka benar-benar susah di atur.”


Setelah itu, Jimin berbalik badan menatapku dengan senyumannya. Perlahan dia manatapku dari atas sampai bawah dengan kagum. Tapi jujur saja, hari ini Jimin terlihat sangat tampan sekali.



“Jadi, Hyerin, sahabatku yang sangat aku sayangi. Kini sudah besar, dan kau akan menikah, apa aku benar?”


Mendengar itu, aku hanya tersenyum manis padanya, sambil mengangguk anggukkan kepala. Kemudian, dia berjalan menghampiriku dengan santai, lalu duduk bersebelahan denganku. Dia sengaja membungkukkan badannya sambil menopang kepala dengan tangannya. Agar bisa terus melihatku.


“Kau sangat cantik.”


Senyum lebarku mengembar mendengar pujiannya.


“Terimakasih, aku memang cantik.”



Ucapku sambil sedikit bergaya. Dia pun tertawa kecil melihat perilakuku. Tak lama kemudian, tatapannya berubah sendu. Dia menghela nafasnya gusar lalu kembali menatapku.


“Mulai sekarang, kau sudah bukan lagi milikku. Kau sudah menjadi miliki orang lain, dan orang itu adalah Jungkook.” Aku terdiam mendengar ucapannya.


“Aku merasa ini begitu cepat. Padahal aku merasa baru kemarin melihatmu menagis karena jatuh dari sepeda. Hahhh… bagaimana pun juga aku masih tidak percaya melihatmu akan menikah hari ini.”


Setelah itu dia kembali duduk tegak sambil memegang kedua taganku.


“Aku harap, kau bisa hidup bahagia bersamanya. Jadi, aku mohon, jangan membuatku khawatir dan marah lagi padamu. Kau mengerti?”


Senyumku mengembang mendengar ucapannya yang sangat tulus.


“Terimakasih sudah menjadi sahabatku sejak kita masih kecil. Di saat senang, mau pun susah kau selalu ada untukku Jim.”


Jimin tersenyum lebar mendengar ucapanku. Lalu dia mengangguk angguk kecil padaku.


“Hyerin, sebenernya aku datang ke sini, ingin meminta tolong padamu.”


Mendengar itu, senyumanku langsung luntur seketika. Aku langsung menghempaskan pegangan Jimin dan menatapnya kesal.


“Apa? Hey, aku kira kau datang karena merindukanku atau apalah itu. Tapi kau bilang apa? Meminta tolong? Apa kau bercanda Park Jimin?” Ucapku dengan mata yang melotot padanya. Tapi Jimin malah memelas dan terus memohon. Seolah-olah tidak merasa bersalah sama sekali.


“Aishhh.. ini yang terakhir, aku benar-benar minta tolong padamu.”


Padahal aku akan menikah. Kenapa dia malah meminta tolong padaku sekarang? dengan pasrah ku hembuskan nafas gusar.


“Baiklah, apa itu?”


Senyum manisnya muncul seketika saat aku bilang akan menolongnya. Dia langsung merongoh sesuatu dari jasnya. Lalu keluarlah sebuah kotak kecil di tangannya. Mataku membulat terkejut melihatnya.


“Jimin, kau?!”


“Aku tahu, ini terlalu cepat. Tapi, aku benar-benar ingin melakukannya sekarang. Kumohon apa kau bisa melakukannya untukku?”


“Jimin..”


“Ya?”


“Kau harus janji padaku. Jangan pernah kau mengecewakanku. Kau harus menjaganya dengan segenap jiwamu. Apa kau janji?”


“Ya! aku tidak akan mengecewakanmu. Aku janji! terimakasih Hyerin!”


🌸🌸🌸


Sekarang, di depanku sudah ada Jungkook. Ya aku sudah siap untuk mengucapkan janji suci sekarang. Pernikahan akan di mulai. Jujur jantungku tak pernah berhenti berdebar sekarang.


“Hyerin..”



Melihat Jungkook tersenyum padaku. Membuatku merasa sangat malu. Hahhh.. tenangkan dirimu Hyerin. Aku pun mcoba menatapnya.


“Kenapa?”


“Kau sangat cantik.”


Aku tidak bisa berbohong kalau aku tidak senang mendengarnya. Senyuman lebar mengembang saat dia memujiku. Aku sedikit menunduk karena malu. Lalu kembali menatapnya sambil memiringkan kepala.


“Dan kau sangat tampan.”


Jungkook tersenyum lebar mendengar pujianku, tak lama kemudian kami mulai mengucapkan janji suci saat proses pernikahan. Setelah kami memasangkan cincin di jari masing-masing. Semua orang langsung bersorak gembira.


“Sebagai tanda sah atas pernikahan kalian, silahkan untuk mencium pasangannya.”


Mendengar itu, wajahku langsung terasa panas.


Oke, Jungkook aku mohon kecup saja dan jangan membuatku malu. Tapi sepertinya Jungkook berfikir yang aneh-aneh, dia terlihat sangat senang dengan senyum nakalnya.


Tidak Jungkook kumohon biasa saja. Aku sengaja sedikit menggelengkan kepala padanya sebagai kode. ‘Jangan berlebihan, biasa saja‘.


Saat dia hendak mendekatkan wajahnya padaku. Aku langsung menutu mata karena takut. Kurasakan benda kenyal menempel pada keningku. Rupanya dia tidak mencium bibirku. Senyuman tipis terukir di wajahku setelah dia menyudahi ciumannya. Tatapannya yang terlihat sangat bahagia membuatku tak bisa berhenti untuk terus tersenyum.


Di sisi lain, Yuju sedang berdiri menatapku dengan bangga. Dia terus saja berteriak memanggil namaku sambil bertepuk tangan. Dia itu memang sahabat yang luar biasa.



“Ya tuhan, tak kusangka sahabatku sudah besar. Padahal dulu dia selalu ngompol kalau aku menjahilinya. Bagaimana bisa dia sudah menikah sekarang?”


“Hei..”


Tiba-tiba Taehyung datang di samping Yuju dan membuatnya terkejut. Namun Taehyung hanya tersenyum seperti biasanya.



“Kim Taehyung?! Wahh tak ku sangka kau bisa ada di sini! Apa kabar?”


“Tentu saja aku baik-baik saja. Tapi, wahhh.. aku tidak menyangka Jungkook dan Hyerin akan menikah.” Ucap Taehyung dengan raut wajahnya yang senang sambil menatapku dan Jungkook bergantian.


“Ya, aku juga berfikir begitu.”


Setelah memberi tanda sah kami. Kini saatnya penyambutan untuk para tamu yang berdatangan pada pernikahan kami. Ada begitu banyak orang kaya yang berdatangan. Tentu saja mereka semua adalah teman kantornya Jungkook. Jangan lupa, dia itu memang anak sultan.


“Hyerin! Selamat!!”



Keningku berkerut melihat wanita cantik yang menyapaku. Sepertinya dia tidak asing? Siapa ya?


“Maaf, dengan siapa ya?”


Raut wajahnya langsung terkejut dan sorotan matanya berubah kesal mendengar pertanyaanku.


“S-siapa katamu?! Hey apa kau lupa padaku? Ini aku Kim Hana!”


Mulut terbuka lebar mendengarnya. Dia Kim Hana?!


Dia langsung menatap jengkel padaku. Namun perlahan dia tersenyum sambil mengangguk kecil.


“Ya, aku baik-baik saja. Wajar kau lupa padaku. Karena sudah 9 tahun kita tidak bertemu.” Sepertinya dia masih marah.


“Ma-maaf.”


“Kau juga pasti tidak tahu kalau aku adalah seorang artis sekarang.”


“A-artis?!”


Matanya membulat terkejut melihatku.


“Kau benar-benar tidak tahu kalau aku ini artis?! Hey sekarang sudah zaman modern Hyerin! Untuk apa kau memiliki Hp?! ”


Ha… luar biasa, temanku sekarang adalah artis.


“Maaf, aku jarang melihat berita.”


“Jangan bilang, kau melupakanku juga Hyerin.”



“Minju?!!”


Wahhh rasa-rasanya teman lamaku kembali datang. Tapi sepertinya Minju tidak senang melihatku.


“Hey! Kau tahu? kau ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa kau melupakanku setelah kau menghindari Jungkook dulu. Kau juga meninggalkanku dan melupakanku bersama Hana. Kau ini benar-benar jahat.”


“M-maaf, saat itu aku benar-benar syok sama pria yang ada di sampingku sekarang.”


Ucapku sambil menekankan kata ‘pria yang ada di sampingku’ karena kesal. Jungkook yang sadar, langsung tersenyum panik.


“Baiklah, bagaimana pun juga. Selamat kalian akhirnya bisa menikah. Aku turut bangga. Akhirnya kau bersama dengan pria yang kau cintai lagi Hyerin.”


“Terimakasih.”


“Hey! Jangan bilang kalian melupakanku juga.”



Tiba-tiba Taehyung ikut datang berkumpul. Wahh dia terlihat sangat tampan.


“APA?! Kim Taehyung?!”


Hana terlihat sangat terkejut melihat Taehyung datang dengan penampilannya yang sangat tampan.


“Wahh hey, kenapa ini terasa seperti reuni saja?” Ucap Minju sambil melipat kedua tangannya di dada.


Setelah Taehyung sampai di depanku. Tatapannya terlihat sangat sinis pada Hana dan Minju.


“Kalian itu benar-benar keterlaluan sekali bukan? Setelah mendapatkan pekerjaan yang hebat. Dengan begitu mudahnya melupakanku. Apa aku benar?” Kata Taehyung dengan nada beratnya. Melihat itu aku hanya tersenyum kecil.


“Aishhh sudahlah kalian semua! Kenapa kalian ribut di acara pernikahanku? Jika ingin ribut pergi sana!”


“HEY! Jungkook! Jika kau menyakiti sahabatku sehelai rambut saja. Aku tak akan pernah melepaskanmu.”



Tiba-tiba Jimin datang dengan cepat ke arah Jungkook sambil menatap tajam. Ya tuhan dia tidak pernah berhenti mengajak berantem dengan Jungkook.


“Ya tuhan Jimin, kau juga..” Suara Hana membuat Jimin tersadar kalau di sini ada Minju dan Hana. Raut wajahnya yang dingin berubah ceria melihat mereka.


“Eee?! Hana? Minju? Wahh luar biasa! kalian semua di sini!”


“Yahhh, ini benar-benar reuni tidak salah lagi.” Ucap Minju dengan menghembus nafas gusar


“Aku senang, kalian semua berkumpul di acara pernikahan kami.” Kata Jungkook sambil merangkulku, dan aku hanya tersenyum lebar melihatnya.


“Hyerin, ini sudah waktunya untuk melempar bunga.”



Ucap Kakak yang tiba-tiba muncul entah dari mana sambil tersenyum. Namun tatapannya berubah terkejut saat melihat semua temanku berkumpul. Itu sudah sangat wajar dia terkejut, karena teman-temanku kalangan atas semua, pasti dia tidak menyangka hal itu. Tapi, dia hanya tersenyum untuk menyapa semua teman-temanku. Kemudian dia pergi berlalu.


“Woahhh dia sangat cantik. Hyerin siapa wanita itu?” Ucap Hana sambil terus menatap Kakak.


“Dia Kakakku.”


“APA?!” Teriak Minju, Hana dan Taehyung bersamaan.


Mendengar itu, cukup membuatku terkejut. Kenapa mereka seperti baru saja mendengar berita yang sangat hebat? Padahal itu hanyalah Kakak kenapa mereka terkejut seperti itu?


“Luar biasa, kakakmu sangat cantik!” Kata Hana yang tak pernah berhenti terus mengagumi Kak Hyejin. Sedangkan Taehyung masih terus menatap Kakak dengan tatapan bebinar.


“Ahhh.. jadi dia Kakakmu. Kalau begitu, karena kau telah mencampakkanku. Sekarang aku yang akan mengambil Kakakmu.” Ucap Minju semangat.


“Jangan!” Aku dan Jimin serentak mengatakan jangan pada Minju yang membuat semua orang terkejut.


“Memang kenapa?” Ucap Taehyung polos.


“Dia sudah punya pacar.” Ucapku dan membuat semua orang langsung lemas seketika.


Diam-diam aku menatap Jimin. Setelah melihatnya dia seperti memberiku kode agar aku tidak lupa, tentang permintaannya itu. Aku hanya mengangguk dan tersenyum padanya.


Akhirnya pelemparan bunga pun di mulai. Saat Mc menghitung mundur aku mulai bersiap-siap untuk melempar bunganya. Setelah hitungan ke 1, aku langsung berputar ke belakang dan memberikan bunga ini pada Kak Hyejin. Sebenarnya, inilah permintaan Jimin tadi. Kakak yang awalnya terkejut langsung tersenyum padaku.



Setelah itu, aku langsung membalikan badan Kakak ke belakang. Karena di belakangnya sudah ada seorang pria yang tengah berlutut di depan Kakak sambil memegang kotak hitam kecil yang terdapat cincin di dalamnya. Kakak langsung terkejut menutup mulutnya tidak percaya melihat Jimin akan melamarnya di tempat pernikahanku. Tepatnya di depan umum.


“Kim Hyejin, menikahlah denganku.”


Kakak mulai menangis terharu. Perlahan dia menoleh ke belakang menatapku untuk mendengar jawabanku. Aku hanya tersenyum dan mengangguk padanya untuk mengatakan ‘Terimalah’.


Setelah itu, dia pun mengangguk pada Jimin. Melihat itu Jimin lansung loncat kegirangan saking senangnya. Lalu dia segera memasangkan cincin di jari manis Kakak dan langsung memeluk Kakak dengan sangat erat.


“Terimakasih! Aku sangat mencintaimu!”


“Aku juga.”


Melihat Jimin dan Kak Hyejin tengah berpelukan bahagia. Minju dan Taehyung hanya bisa diam sedih. Sedangkan Hana hanya terus berteriak sambil bertepuk tangan mendukung Jimin dan Kak Hyejin.


“Hahhh.. tak kusangka, Jimin bisa mendapatkan gadis itu. Bagaimana bisa Kakak Hyerin menyukai pria pendek sepertinya? Padahal aku ini sudah tampan, tinggi dan kaya. Apa yang kurang dariku?” Ucap Minju lirih. Sedangkan Taehyung mengangguk mantap. Setuju dengan ucapan Minju.


“Hey, bukankah wajahku ini sangat tampan dari pada Jimin? Bagaimana bisa ketampananku kalah dengan Jimin?”


“Aishhh.. kalian berdua ini, berhentilah membanggakan diri kalian sendiri. Kenyataannya memang kalian ini tidak tampan, terimalah!” Ucap Hana sebal.


Namun perlahan Minju dan Taehyung ikut menatap Hana yang sedang berdiri di tengah mereka dengan tatapan kesal.


“Hana, bagaimana kalau kita menikah juga? sepertinya sekarang sedang musim kawin. Aku tidak ingin terus jomblo seumur hidup.” Ucap Taehyung dengan senyuman lebarnya.


“Cihh, jangan terima Hana. Lebih baik denganku saja. Aku pasti bisa melindungimu dari pria jahat seperti Taehyung.”


“Apa kau bilang?!”


DUG!


Karena kesal. Hana tidak ragu menjitak kepala Minju dan Taehyung.


“Kalian benar-benar berisik. Tidak sudi aku menikah dengan kalian berdua. Pergi sana jauh-jauh!”


.


.


.


.


.


.


.


- TAMAT -


Sabtu, 18 Juli 2020


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Terimakasih sedalam dalamnya, untuk kalian para pembaca yang terus setia mengikuti kisah Hyerin dan Jungkook dari awal episode sampai sekarang! ^_^


Tanpa dukungan dari kalian, mungkin karya ini hanyalah pajangan yang akan terus tersimpan di data file Hp saya.


Terutama untuk thor @penapendek yang terus mendungkung dan memberikan masukan pada karya ini, saya ucapkan terimakasih banyak! ^_^


Sekali lagi, terimakasih banyak! dan sampai jumpa di karya saya yang lain!


Salam hangat! ❤


Zacra