Love is You

Love is You
Kembalilah Padaku



Sebuah tulisan yang tertera di batu nisan. Membuatku tak kuasa menahan tangis. Aku benar-benar menyesal telah meninggalkan Ibu. Waktu begitu cepat, rasanya baru kemarin aku pergi dari rumah. Bagaimana bisa Ibu pergi dengan cepat?


Jika bisa, aku ingin bertemu dengan Ibu lagi. Seumur hidup aku akan terus menyesal jika Ibu sudah pergi seperti ini. Selama 9 tahun, aku terus menahan rasa rindu ini. Sungguh aku benar-benar menyesal.


“Ibu…hiks… maaf, maafkan aku. Maaf aku telah pergi meninggalkanmu. Maaf aku telah menjadi anak yang paling buruk. Maafkan aku Ibu. Aku sangat merindukanmu hiks…”


“Jika saja aku tidak pergi. Maka ini semua tidak akan terjadi. Tolong maafkan aku…hiks..”


Tanpa sadar, aku merasakan sebuah pelukan hangat merangkulku. Saat melihat ke samping aku bisa melihat Hyerin yang tengah menangis dengan mata sendunya.


“Tidak, Ibu pergi bukan karena Kakak. Tapi, Ibu pergi karena itu sudah waktunya. Kakak tidak salah. Jadi, jangan pernah menyalahkan diri sendiri lagi..”


Tak kusangka aku memiliki adik sebaik ini. Bagaimana bisa aku meninggalkannya saat itu? aku benar-benar Kakak yang jahat.


Dengan cepat, aku pun ikut membalas pelukannya.


“Maaf… hiks.. maafkan Kakak Hyerin…”


“Tidak, aku yang seharusnya berterimakasih. Terimakasih, Kakak sudah kembali dengan selamat.”


🌸🌸🌸


Ku hela nafas gusar sambil memandang pemandangan di depanku. Melihat Kakak yang terus menangis, hampir membuatku goyah. Aku tidak boleh menangis lagi. Sudah cukup untuk kesedihan yang selama ini aku pendam.


Syukurlah, semua kembali berjalan lancar. Tujuanku telah tercapai. Aku sudah menemukan Kakak. Ya, semuanya sudah berakhir. Mulai skearang, aku harus hidup bahagia. Yahhh mulai lah membuat kehidupan yang baru Hyerin.


“Apa kau baik-baik saja?”


Jungkook tiba-tiba datang dari sampingku. Membuatku tersenyum sambil mengangguk menjawab pertanyannya. Kemudian aku kembali menatap pemandangan di depanku.


“Sepertinya Kak Hyejin sangat merindukan Ibunya.”


“Tentu saja, sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan Ibu.”


“Hyerin.”


“Hemm?”


Aku langsung menoleh padanya saat dia memanggilku. Melihat wajahnya yang menatap lembut padaku. Entah mengapa itu membuatku sangat merindukannya. Padahal sudah lama kita tidak bertemu. Tapi kenapa aku masih merindukannya sampai saat ini?



Tanpa sadar, aku terpesona dengan wajahnya yang terlihat sangat tampan. Tidak, lebih tepatnya. Aku sangat ingin menyentuh wajahnya dan memeluknya sekarang.


“Hyerin?”


“Y-ya?”


Ya tuhan, apa yang aku lakukan barusan? Sadarlah Hyerin, dia bukan lagi milikmu. Dia sudah menikah, dia sudah menjadi milik orang lain. Kau tidak boleh terpancing hanya karena wajahnya yang tampan. Sadarlah!


“Apa kau baik-baik saja?”


“T-tentu saja, aku baik-baik saja.”


Seberusaha mungkin aku tersenyum seperti biasanya. Aku tidak boleh terlihat Bodoh! Jangan sampai ketahuan kalau tadi aku hanyut dengan ketampanannya.


Tapi, kurasa aku ketahun. Jungkook sekarang tengah menertawaiku. Sepertinya aku sudah tertangkap basah.


“Apa kau menertawaiku?”


“Ya? Aahh.. maaf, itu karena aku tidak tahan melihatmu.” Katanya dengan senyum lebarnya.


“Kenapa denganku?”


“Hanya saja, kau lucu.” Ucapnya santai sambil menatapku.


Sedangkan aku yang mendengarnya hampir saja membuat jantungku rasanya ingin meledak. Entahlah kenapa aku merasa malu dengan ucapanya?


Dengan cepat aku kembali menatap pemandangan mengalihkan pandangannya. Setelah beberapa detik teridam, Jungkook memanggilku.


“Ya?” Ucapku tanpa menatapnya.


“Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu.”


Maaf? Aku pun menoleh padanya menatap bingung.


“Aku belum sempat untuk meminta maaf padamu secarang langsung dulu.”


Melihat tatapannya yang sendu. Membuat hatiku kembali goyah karenanya.


“Sejak kau pergi dan meninggalkanku. Jujur, itu membuatku sakit. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Rasanya sesak sekali melihat kau mulai menjauhiku dulu. Aku tahu, aku adalah pria yang sangat brengsek. Maaf sudah membuatmu kecewa. Aku benar-benar minta maaf.”


Mendengar penjelasannya, membuatku kembali merasakan rasa sakit itu. Jujur aku masih sangat ingat bagaimana dulu dia mengecewakanku. Rasanya aku tidak bisa mengatakannya dengan kata-kata. Yang jelas aku benci sekali padanya. Tapi, kenapa sisi lain aku masih menginginkan dia kembali? Kenapa aku merindukannya? Padahal dia sudah membuatku merasakan rasa sakit yang begitu dalam. Kenapa aku sulit untuk melupakannya? Apa aku ini begitu bodoh?


“Hemmm, kau tenang saja. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Walau kenyatannya rasa sakit itu tidak pernah menghilang. Sejujurnya melihat kau muncul lagi di hadapanku. Membuatku kembali merasakan rasa sakit itu. Tapi, aku mohon, lupakan tentang hubungan kita dulu. Aku ingin kau melupakannya Jungkook.”


“A-apa?”


Raut wajahnya berubah terkejut dan kecewa mendengar perkataanku. Melihat itu, aku berikan senyuman terbaikku.


“Jungkook, kau sekarang sudah memiliki istri. Kau sudah berkeluarga dan seharusnya kita tidak boleh membicarakan hal ini. Jadi, aku mohon lupakan tentang kenangan kita dulu. Dan aku harap, keluargamu akan selalu bahagia.”


Ya itu yang terbaik. Kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama sejak dulu.


Setelah itu, aku segera berbalik dan pergi dari sini. Aku sudah tidak tahan melihat wajahnya. Setiap merlihatnya, hatiku selalu terasa sangat sakit. Aku tidak boleh sampai menangis di depannya.


Saat tengah berjalan pergi, tiba-tiba Jungkook berteriak sesuatu yang membuatku berhenti melangkah.


“Hyerin, aku sudah cerai!”


DEG!


Dia bilang apa?


Perlahan aku berbalik ke belakang dan menatapnya terkejut. Jungkook terlihat menatapku dengan penuh harap.


“Sudah 9 tahun, aku tidak merasakan seperti apa bahagia. Kau bilang jika aku menikah maka keluargaku akan bahagia bukan? Itu benar! Keluargaku bahagia. Tapi bagaimana denganku? Aku tidak pernah merasa bahagia Hyerin. Aku terus merindukanmu selama ini. Yang bisa membuatku bahagia adalah saat bersama denganmu.”


Mataku membulat terkejut mendengarnya. Tidak mungkin dia merasa bahagia denganku.


Mataku mulai berkaca-kaca melihat dia berjalan menghampiriku. Entah mengapa badanku terasa membeku melihatnya. Setelah dia sampai di depanku. Dia langsung memelukku dengan sangat erat.


“Aku mohon kembalilah padaku. Aku tahu, aku benar-benar pria brengsek yang sudah menyakitimu dan malah memintamu untuk kembali bersama denganku lagi. Tapi, sejujurnya aku tidak pernah berbohong dengan perasaanku sendiri. Aku benar-benar merindukanmu selama 9 tahun ini. Kumohon, maafkan kesalahanku. Aku hanya ingin kita kembali bersama lagi seperti dulu. Aku sangat mencintaimu.”


Mendengar dia bilang masih mencintaiku membuatku tak kuasa menahan tangis. Bagaimana bisa dia masih mencintaiku? Bagaimana bisa dia masih merindukanku? Tapi, aku tidak bisa berbohong kalau aku juga sangat merindukannya selama ini.


“Aku juga merindukanmu..hiks..”


Setelah aku mengatakan itu, Jungkook langsung melepaskan pelukannya dan menatapku terkejut. Aku ikut terkejut melihat dia ternyata sedang menangis sekarang.



"Jungkook..”


“Hyerin, apa aku tidak salah dengar? Apa kau juga merindukanku?”


Aku sedikit terkejut mendegarnya. Perlahan aku pun mengangguk sambil menunduk. Ya, aku sangat merindukanmu. Aku tidak bisa berbohong tentang itu.


“Aku mencintaimu Hyerin.”


Mataku membulat mendengarnya. Namun saat melihat dia tersenyum lebar padaku. Perlahan aku pun ikut tersenyum lebar.


“Aku juga mencintaimu Jungkook.”


🌸🌸🌸