Love is You

Love is You
Aku Menemukannya



Setelah bertemu dengan Hyerin siang tadi. Aku merasa sangat senang bertemu dengannya. Sudah 9 tahun lamanya, aku tidak pernah melihat wajahnya lagi. Tapi, aku tidak menyangka dia terlihat lebih cantik dan dewasa sekarang. Melihat dia memakai baju kerja, membuatnya terlihat 2 kali lipat lebih cantik dari biasanya. Wahh kenapa aku jadi semakin menyukainya?


“Jungkook.”


Saat Jihyun datang ke ruanganku. Aku langsung bersikap dingin seperti biasa. Kalau saja barusan aku masih tersenyum karena memikirkan Hyerin. Pasti dia akan curiga.


“Ini sudah malam, sebaiknya kau makan malam dulu. Apa kau mau aku mengantarkan makanannya atau tidak?”


Mendengar itu aku hanya mengangguk menjawabnya.


“Antarkan saja makanannya seperti biasa.”


Terdengar suara nafas gusar keluar dari mulutnya. Setelah itu, dia pun pergi keluar untuk mengambil makan malamku. Melihat situasi sudah aman aku kembali tersenyum gila karena Hyerin.


Kenapa dia semakin cantik? Aishhh tidak, dia jauh jauh lebih cantik dari dulu. Hahhh kapan aku bisa bertemu dengannya lagi?


Namun seketika wajah Hyejin yang merupakan Kakak dari Hyerin tiba-tiba melesat dari pikiranku. Ah benar, aku harus cepat membuat mereka bertemu.


🌸🌸🌸


DRRTT DRRTT


📞“Halo?”


“Hei, aku ingin bertanya padamu. Apa kau masih ingat wanita yang ada di sampingku? Kemarin kau bilang kalau nama wanita itu adalah Kim Hyejin.”


📞“Ya, aku masih ingat. Kenapa? Kau menyukainya? Aku bisa bilang padanya kalau kau ingin membokingnya.”


Sialan, kenapa dia terus berfikir aku seperti itu?


“Dasar gila. Heh aku tidak sebrengsek itu.”


📞“Lalu kau mau apa? Kenapa kau terus menanyakan wanita itu.”


“Aku… merasa mengenal wanita itu. Tapi, katamu dia selalu ada di sanakan setiap hari? Kalau gitu, aku akan mengunjunginya besok.”


📞“Kalau begitu datanglah, dan jangan menanyakan tentang wanita itu padaku. Aku ini sibuk!”


“Aishhh benar-benar..”


Aku langsung mematikan telephonnya karena kesal. Dia ini benar-benar tidak bisa di ajak bicara.


Hufhht baiklah… besok, aku akan mencoba bertemu dengannya. Aku tidak ingin langsung memberitahu Hyerin tentang Hyejin. Bayangkan saja, betapa hancurnya Hyerin jika melihat kakaknya yang merupakan wanita ja****. Aku tahu, pasti dia akan merasa sangat kecewa. Padahal dia terus berjuang untuk menemukan kakaknya. Tapi, kakaknya malah melakukan hal yang keji di sini.


🌸🌸🌸


Ting Tong!


Baru saja selesai mandi, tiba-tiba ada yang memencet bel di depan pintu rumahku. Siapa yang datang malam-malam begini?


Aku pun segera pergi le depan untuk membukakan pintunya.


“Paket!”



Setelah membuka pintu, aku sedikit terkejut melihat Yuju. Ngapain dia datang malam begini?


“Yuju?”


“Malam ini, kita makan Ayam! Aku baru saja mendapat gaji bulan ini. Jadi, biar aku yang bayar untuk makam malam kali ini.”


Ayam?!


“Wahhh! Terimakasih!”


Yap, dia Yuju, sahabat perempuanku. Kini dia bekerja sebagai wartawan. Dia juga tinggal di sebuah apartemen. Tepat di sebelah apartemenku. Dia sudah pindah ke Seoul sejak 3 tahun yang lalu. Kami selalu makan malam bersama, terkadang kami juga berkumpul dengan Jimin.


Rasa ayamnya benar-benar terasa gurih. Huh bagaimana bisa dia tahu aku ingin sekali makan ayam


“Kau memang yang terbaik Yuju.”


Yuju tersenyum lebar padaku.


“Tentu saja.”


“Tapi, tumben sekali kau pulang ke apartemen? Biasanya kau akan tinggal di asrama.”


“Ahh… mulai sekarang aku sip siang. Jadi, aku bisa pulang malam dan makan malam bersama denganmu lagi.”


“Huhh akhirnya kita bisa makan malam bersama lagi.”


Dengan perasaan senang, kami menikmati makan ayamnya. Rasanya yang sangat enak!


“Hey, aku dengar kau bertemu dengan Jungkook hari ini.”


"UHUK! UHUK!"


Mendengar pertanyaannya yang tiba-tiba membuatku tersedak. Bagaimana bisa dia tahu tentang Jungkook?


“Ya tuhan! Hyerin! Ini minum!”


Aku langsung mengambil air minum yang di berikan Yuju. Setelah merasa lega, aku langsung melotot padanya.


“Ba-bagaimana bisa kau tahu?”


“Siapa lagi? Jimin yang memberitahuku.”


“Aishh anak itu benar-benar..”


Kenapa dia ember sekali sih mulutnya? Padahal aku berencana menyembunyikan hal ini. Tapi ya sudahlah.


“Katanya kau terlihat senang saat melihatnya. Apa kau mulai menyukainya lagi?”


Apa?!


“Ma-mana mungkin! Dia itu sudah menikah, dan sudah memiliki istri. Apa kau gila? Tidak mungkin aku menyukainya lagi.”


Tanpa merasa bersalah Yuju hanya menganggukkan kepalanya santai.


Aku tersenyum hambar mendengar perkataannya, lalu menghembuskan nafas gusar.


“Aku juga tidak tahu… ini sudah sangat lama Yuju. Aku dan Jimin tak pernah berhenti untuk mencarinya. Kau tahu? Aku merasa gagal menjadi adik yang baik. Bagaimana bisa aku tidak menemukannya? Padahal kota Seoul tidak sebesar Negara korea. Hufftt… aku juga sangat merindukannya.”


“Aku juga, aku sangat merindukan Kak Hyejin.”


🌸🌸🌸


Baiklah.. sesuai rencana aku akan bertemu dengan Kim Hyejin, yaitu Kakak dari Kim Hyerin. Aku ingin menanyakan perihal kenapa dia pergi, dan tidak kembali? atau hal yang menyangkut pautnya dengan kepergian Kak Hyejin.


Sekarang aku sudah tiba di Bar Minju. Ku hembuskan nafas terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam. Setelah siap, aku langkahkan kaki, pergi masuk ke dalam.


Suara disko yang terus berdegung keras, membuatku sulit melihat keberadaan dimana Kim Hyejin. Belum lagi, orang-orang yang sangat ramai di sini.


Saat aku pergi menuju meja bar. Akhirnya aku bisa melihat Kak Hyejin. Dia sedang duduk terdiam dengan gaun seksinya. Ohh ya tuhan, semoga aku bisa mengajaknya untuk bicara.


“Permis, apa benar namamu Kim Hyejin?”


“Hemm?”



Aku terkejut melihat dia menatapku dengan tatapan menggoda. Jangan bilang dia mengira aku ini sama seperti pria brengsek yang selalu dia layani. Aku mendatangimu bukan untuk itu Kak Hyejin.


“Iya, aku Kim Hyejin. Ada yang bisa aku bantu?”


“Baiklah, perkenalkan. Namaku, Jeon Jungkook. Aku adalah seorang CEO dari perusahaan Group Star.”


Aku serahkan kartu nama padanya dengan sopan. Kak Hyejin, awalnya terdiam sedikit terkejut mendengar siapa aku. Namun tak lama kemudian dia tersenyum kembali dan menerima kartu namaku. Matanya terlihat seperti membaca setiap tulisan yang ada di kartu namaku.


“Jadi, namamu adalah Jeon Jungkook? dan kau adalah seorang CEO. Tidak biasanya seorang CEO datang untuk menemuiku. Aku dengar dari Kim Minju pemiliki Bar ini mengatakan kalau kau ingin sekali bertemu denganku. Kenapa?”


Baiklah, kau harus tenang Jungkook.


“Kak Hyejin. Jika kau tidak keberatan, mau kah kau meluangkan waktumu untukku sebentar? Ada hal penting yang harus aku beritahu padamu. Tapi tidak di sini.”


Kak Hyejin sedikit curiga padaku. Namun tak lama kemudian dia mengangguk dan tersenyum padaku. Setelah itu, aku dan Kak Hyejin pergi ke tempat sebuah Café yang tidak jauh dari sini. Tempat ini, jauh lebih aman, dari pada di Bar tadi.


Setelah sampai, aku langsung memesan 2 minuman coffe seperti yang di pinta Kak Hyejin. Setelah coffe itu telah sampai. Barulah permbicaraan kami di mulai.


“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku tuan Jungkook?”


Baiklah.. hufftt… aku siap. Aku pun mulai menatapnya dengan serius, dan itu cukup membuat Kak Hyejin sedikit terkejut dengan ekspresiku.


“Aku mengenal adikmu yang bernama Kim Hyerin.”


DEG!


Ekspresi Kak Hyejin langsung berubah seketika setelah aku menyebut nama Kim Hyerin. Matanya terlihat membulat lebar, dan ekspresinya benar-benar terlihat sangat syok. Aku tahu, ini pasti membuat dia sangat terkejut. Badannya langsung menegang dan terlihat dia mulai gemetar menatapku.


“B-ba…bagaimana kau tahu? bagaimana kau bisa tahu tentang adikku? Siapa kau?!!”


Melihat dia mulai marah padaku, aku langsung tersenyum.


“Sekali lagi, perkenalkan, namaku Jeon Jungkook aku adalah teman sekaligus mantan pacarnya Hyerin.”


“A-APA?!!”


“Sebelumnya aku ingin meminta maaf. Karena telah ikut campur dengan masalah keluargamu Kak Hyejin. Tapi, Hyerin sudah mempercayaiku untuk menjaga rahasianya.”


Aku sedikit terkejut melihat dia tiba-tiba mengeluarkan air mata. Badannya juga terlihat bergetar. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Kepalanya sedikit menunduk sambil menggigit bibirnya. Setelah cukup bisa mengendalikan diri. Dia kembali menatapku.


“Bagaimana kabar adikku?”


“Syukurlah, adikmu selama ini baik-baik saja. Dia sudah menjadi wanita yang kuat dan dewasa. Dia juga sudah memiliki pekerjaan. Dia hidup dengan sangat baik sekarang.”


“Syukurlah.. hiks…”


Kak Hyejin sudah terlihat hancur sekarang. Dia menangis di depanku dengan air mata yang terus berjatuhan. Pemandangan ini terlihat sama saat aku melihat Hyerin menangis di hadapanku. Pikiranku langsung teralih pada Hyerin. Sungguh brengseknya aku telah membuatnya menangis dulu. Hatiku cukup goyah mengingat hal itu.


“Perlu Kakak tahu. Saat Kakak pergi dari rumah. Hyerin pergi menyusulmu ke Seoul.”


Hyejin terlihat sangat terkejut mendengar ucapanku, yang awalnya dia menunduk menangis, kini dia kembali mendongak menatapku terkejut.


“Awalnya, dia tersesat di hutan. Dia tidak tahu jalan menuju kota Seoul sama sekali, hingga aku bertemu dengannya. Aku memberikan dia tumpangan untuk menginap di rumahku. Kemudian, dia pergi berkeliling mencarimu dan meminta bantuan pada polisi. Saat perjalanan pulang dia juga melamar pekerjaan di sebuah café. Dia terus berjuang untuk mengumpulkan biaya kehidupannya dan terus mencarimu. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Park Jimin sahabatnya, akhrinya dia pun menginap bersama di rumah Jimin. Bahkan orang tua Jimin, menyekolahkan Hyerin di sekolah yang sama denganku dan juga Jimin. Dia terus belajar dan berjuang hingga sekarang. Sampai pada akhirnya, kini dia sudah mendapat pekerjaan dan hidup dengan baik sekarang.“


“Aku menceritakan semua ini, karena aku ingin Kakak tahu. Bagaimana perjuangan Hyerin dulu. Aku ingin Kakak tidak perlu cemas lagi pada Hyerin. Karena dia tumbuh dengan sangat baik. Walau sebenarnya dia sangat merindukan sosok Kakaknya yang selalu ada di sampingnya.”


“Hiks…hiks…Hyerin…”


Kak Hyejin menangis dengan deras saat aku menceritakan semua perjuangan Hyerin. Dia kini terus menunduk dan menangis. Semua orang yang ada di sekitar kami, tentu saja melihat Kak Hyejin dengan tatapan khawatir. Tapi, Kak Hyejin seakan tidak peduli dengan situasi saat ini. Dia terus menangis sambil menutup wajahnya.


“Terimakasih…hiks…”


Aku terkejut mendengar Kak Hyejin bersuara dan mengatakan terimakasih padaku. Dia pun menurunkan tangannya dari wajahnya lalu tersenyum padaku dengan wajahnya yang sudah basah di guyuri air mata.


“Terimakasih Jungkook. Kau sudah ada untuk Hyerin selama aku tidak ada. Dia adalah gadis yang sangat kesepian. Tapi dia adalah gadis yang kuat, dia lebih kuat dariku. Karena itu dia tak pernah menyerah hingga sekarang.”


Aku hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


“Tapi, sebenarnya Jiminlah yang menjaga Hyerin sampai sekarang. Aku putus dengannya waktu masih sekolah. Tapi, baru-baru ini aku bertemu lagi dengannya.”


Kak Hyejin sedikit terkejut mendengar nama Jimin. Namun tak lama kemudian dia kembali menatap ke bawah.


“Aku benar-benar merindukan adikku. Tapi.. aku tidak tahu harus menemuinya atau tidak.”


Ucapannya membuatku kebingungan. Apa maksudnya? Kenapa dia tidak tahu harus menemuinya atau tidak? Sudah seharusnya dia bertemu dengannya bukan?


“Dengan keadaanku sekarang. Aku pasti akan membuatnya sangat kecewa. Kau tahu, seperti apa pekerjaanku selama ini. Aku adalah wanita yang kotor, dan aku tidak ingin Hyerin melihatnya. Aku tidak ingin mengecewakannya.”


Mendengar penjelasannya membuatku terdiam.


Apa yang Kak Hyejin katakan benar. Jika Kak Hyejin bertemu dengan Hyerin. Hyerin pasti akan sangat kecewa setelah melihat apa yang di lakukan Kakaknya selama ini.


Sekarang, apa yang harus aku lakukan?