Love is You

Love is You
Kenapa kau melakukan itu?



Kopi susu adalah salah satu minuman yang Jimin suka. Akhir-akhir ini dia terlihat sangat kelelahan. Jadi, aku sengaja membuatkan kopi, agar dia bisa merilekskan pikirannya.


Dengan perasaan senang aku bawa satu cangkir kopi untuk Jimin di kantor. Setelah aku sampai di kantor. Ku ketuk pintunya terlebih dahulu pintunya sebelum masuk.


TOK TOK TOK


“Silahkan masuk.”


Dengan perasaan senang. Aku buka pintunya dan segera masuk ke dalam. Kulihat Jimin terlihat benar-benar sibuk dengan berkas-berkas yang berantakan di meja.


“Jimin, aku membawakan kopi untukmu.”


Mendengar ucapanku, dia langsung menatapku senang dengan senyuman khasnya


“Terimakasih..! kau memang yang terbaik.”


Jimin pun berdiri lalu berjalan menuju sofa untuk meminum secangkir kopi.


“Ahhh… ini enak sekali.”


Drtt Drtt


Tiba-tiba suara dering Hp Jimin berbunyi dari sakunya. Dia simpan kopinya di meja untuk mengangkat telphon itu. Tatapan matanya berubah kesal setelah melihat siapa yang dia telepon. Dia pun dengan malas, menekan tombol hijau untuk menghubungkan telephonnya. Kemudian dia angkat Hpnya lalu ditempelkan pada telinga.


“Kenapa?”


“Jimin, kau ada di mana sekarang? Apa kau ada di perusahaanmu?”


“Kalau aku ada di perusahaanku kenapa? Jangan bilang kau mau datang dan membuatku marah lagi.”


“Kali ini aku serius. Ada yang harus aku katakan padamu.”


“Apa itu penting untukku?”


“Ini penting sekali, untuk Hyerin.”


Tiba-tiba Jimin langsung menatapku. Wajahnya pun berubah serius. Sedangkan aku hanya diam menatapnya bingung. Dia kenapa?


“Baiklah, kita harus bertemu dimana?...oke..”


Jimin akhirnya memutuskan telphonnya. Kemudian dia menatapku dengan tatapan seriusnya.


“Hyerin, pekerjaan kita hari ini selesai. Kau bisa pulang ke rumah sekarang.”


Aku tidak tahu hal penting apa yang sedang terjadi. Tapi, lebih baik aku menurutinya saja.


“Baik.”


🌸🌸🌸


Tiba-tiba saja Jungkook memintaku untuk datang menemuinya. Awalnya aku tidak percaya dengan perkataannya. Namun suaranya yang terdengar serius bahkan ini menyangkut Hyerin, itu membuatku tidak tenang. Sebenarnya apa yang mau dia bicarakan denganku? Tapi demi Hyerin, aku harus datang menemuinya.


Setelah melihat Hyerin sudah pergi. Aku pun segera turun ke bawah menuju parkiran mobil. Jungkook memintaku menemuinya di tempat Café yang tidak begitu jauh dari perusahaanku. Yahh perusahaanku ini memang di pusat kota. Karena itu banyak sekali toko toko yang sangat dekat di sini.


Setelah sampai, aku bisa melihat Jungkook sedang berdiri di depan Café. Kurasa dia sedang menungguku di luar. Aku pun segera pergi keluar dari mobil lalu berjalan menghampirinya. Jungkook yang menyadari kedatanganku, ekspresinya berubah serius.


“Apa kau sudah lama menunggu?”


“Tidak juga.”


“Baiklah, ayo kita masuk.”


Jungkook mengangguk dan setelah itu, kami pun segera masuk ke dalam. Saat aku dan Jungkook masuk ke dalam. Aku mendengar sebuah suara yang sangat familiar melewatiku. Suara berat dan juga ramah.


Saat melihat pria yang sedang melayani pelanggan, aku terkejut menatap siapa pria itu.


“Kim Taehyung?”


“Siapa?”


Orang yang aku panggil pun, kini menoleh. Tatapannya berubah terkejut begitu pun ekspresinya. Senyuman lebar terukir padanya dia pun langsung meneriaki namaku.


“Park Jimin!!”


Aku tersenyum mendengar dia memanggil namaku. Rupanya dia masih mengingatku. Dia pun menghampiriku dan langsung memelukku. Aku pun membalas pelukannya dengan senyuam lebarku.


“WAHHH! Luar biasa! Sudah sangat lama kita tidak bertemu.”


“Kau benar, bagaimana kabarmu sekarang?”


“Aku baik!”


“Apa matamu rusak? Aku juga ada.”


Tiba-tiba, sebuah suara yang mucul membuat suasana hangat ini menjadi hancur. Haishhh Jungkook.


“Ahhh! Kau! .... siapa namamu tuan?”


Aku hampir saja tertawa mendengar ucapan Taehyung. Entah kenapa aku merasa sangat senang Taehyung bertanya seperti itu, yang justru itu membuat Jungkook kembali terdiam sedingin es.


“Ini aku! Jeon Jungkook! Bagaimana bisa kau melupakanku?”


“Jungkookie?! Wahhh! Luar biasa! Hey apa kabar? Aku merasa kita sedang reuni sekarang.”


Jungkook tersenyum lebar sambil menepuk pundak Taehyung.


“Taehyung, apa kau tetap meneruskan pekerjaan ini sejak dulu?” Ucapku basa basi.


“Yap, aku sudah di takdirkan di sini. Baiklah, silahkan kalian duduk di meja yang kalian inginkan. Kalian mau pesan apa?”


“Aku coffe saja.”


“Aku juga.”


“Baiklah, aku akan segera kembali.”


Aku tersenyum mengangguk mengiyakan ucapan Taehyung. Setelah itu, kami pergi menuju meja kosong yang berada dekat dengan jendela. Setelah duduk, aku kembali terdiam menatap dingin padanya. Sedangkan Jungkook menatap serius padaku.


Dengan menghembuskan nafas gusar aku mulai membuka pembicaraan.


“Jadi hal penting apa yang ingin kau katakan?”


“Kau tahu kenapa Hyerin datang ke seoul?”


“Untuk mencari kakaknya.”


“Ya itu benar.”


“Jadi apa maksudmu?”


“Aku bertemu dengan Kim Hyejin, Kakak dari Hyerin.”


DEG!


D-dia bilang apa? Dia bertemu dengan Kak Hyejin?! Bagaimana bisa?! Dan entah kenapa setelah mendengarnya jantungku langsung berdegup kencang tak karuan.


Tapi, apa mungkin dia sedang bercanda? Seperti dulu yang suka berbohong. Namun melihat ekspresinya yang terlihat sangat serius saat mengatakannya. Aku rasa yang dia katakan benar. Bahwa dia telah menemukan Kim Hyejin.


“Apa kau benar-benar menemukannya?!”


“Ya, aku telah menemukannya dan bertemu dengannya. Kami juga sudah berbicang bincang.”


Mataku membulat terkejut mendengarnya. Dia sudah bertemu dengannya?


“Lalu kenapa kau tidak memberitahu Hyerin langsung?! Apa kau bodoh? Hyerin sudah mencarinya selama 9 tahun! Dan kau masih belum memberitahunya?! Rencana jahat apa lagi yang kau inginkan Jungkook!”


“Jimin, dengarkan penjelasanku dulu. Aku tidak bisa mengatakan kepada Hyerin langsung karena Itu adalah permintaan dari Kak Hyejin sendiri.”


Apa? Permintaan dari Kak Hyejin? Apa maksudnya? Mana ada saudara yang tidak ingin bertemu. Apa dia sedang bercanda sekarang?


“Hei, mana ada saudara yang tidak ingin bertemu. Apa kau sedang bercanda sekarang?”


Kulihat Jungkook memejamkan matanya sesaat. Ekpresinya benar-benar terlihat gugup. Dia juga terlihat sedikit cemas. Sebenarnya ada apa ini?


“Aku akan mengatakannya padamu, karena kau sahabatnya. Jadi aku mohon jangan bocorkan pada siapa pun.”


“Baiklah! Cepat katakan! Dan jangan membuatku berfikir buruk tentangmu.”


“Kak Hyejin dia adalah seorang Ja****.”


Mendengar itu, dengan cepat aku langsung berdiri dan menarik kerahnya. Hatiku benar-benar terasa panas mendengar perkatannya. Dia bilang apa barusan?! ******?! Apa dia mau mati?!! Kenapa dia selalu mencari gara-gara denganku?! Dengan mata memerah menahan emosi, aku terus menatap tajam padanya.


“Tarik kata katamu brengsek! Berani beraninya kau mengatakan Kak Hyejin adalah seoarang ja****. Apa kau mau mati?!!”


Jungkook hanya diam tanpa berbicara apa pun, namun dia masih menatapku dengan tatapannya serius.


“Aku tahu kau akan melalukan ini padaku. Aku pun tak percaya Jimin, sama sepertimu. Tapi itulah kenyataannya. Karena itu, Kak Hyejin tidak ingin bertemu dengan Hyerin karena dia tidak ingin mengecewakannya. Terserah kau percaya atau tidak. Tapi itu kenyatannya.”


Melihat ekspresinya yang terlihat serius mengatakannya. Membuat hatiku terasa sakit sekarang. Jangan, jangan bilang itu memang benar. Jangan bilang selama ini yang di lakukan Kak Hyejin untuk Hyerin, adalah dengan melakukan pekerjaan yang keji itu. Apa yang dia pikirkan? Kenapa dia melakukan itu?


Perlahan-lahan aku mulai melepaskan genggamanku pada kerahnya dan tak terasa aku meneteskan air mata. Rasanya sangat sakit mendengar kenyataan ini. Aku pun kembali duduk dan menunduk.


“Melihat ekspresimu saja. Aku sudah bisa membayangkan betapa kecewanya Hyerin jika dia mengetahui hal ini. Kau tahu? Aku benar-benar ingin memberitahunya dan aku ingin mereka kembali bersama. Tapi, setelah melihat apa yang dilakukan Kak Hyejin selama ini. Aku hanya bisa diam. Karena itu aku memlih untuk mengatakannya padamu terlebih dahulu.”


Haishhhh sekarang aku harus bagaimana?!


“Tapi, bagaimana pun juga, mereka harus bertemu Jimin. Entah bagaimana caranya mereka harus bertemu. Karena itu, tolong bujuk Kak Hyerjin agar dia mau bertemu dengan Hyerin. Aku tahu kau lebih mengenalnya dari padaku. Jadi, kumohon bujuk dia.”


Aku menghembuskan nafas gusar mendengarnya. Ku hapus air mataku, lalu kembali menatapnya dengan datar.


“Kau tahu? Akhir-akhir ini kau sangat berisik. Ini juga pertama kalinya kau banyak memohon padaku. Baiklah aku akan coba bertemu Kak Hyejin dan membicarakan soal ini padanya.”


Jungkook tersenyum dan mengangguk. Setelah itu, dia menghela nafas gusar kemudian menolah menatap pemandangan yang ada di luar jendela.


“Kupikir dengan menemukan Kak Hyejin. Aku bisa membuat Hyerin bahagia kembali. Aku juga ingin menebus kesalahanku padanya. Tapi, aku malah kembali merusaknya.”


Hahh.. aku tak habis pikir dengan pria yang ada di depanku ini. Sebenarnya Hyerin itu seperti apa baginya? Kenapa dia terlihat menyedihkan setelah dia tidak bertemu dengan Hyerin?


“Kau tidak merusaknya tapi kau memperbaikinya.”


Mendengar ucapanku, dia tersenyum tipis.


“Terimakasih.”