
Tiga hari setelah kedatangan Aoyama ke rumah kami, akhirnya kami sepakat untuk melakukan tes DNA atas baby Joey, untuk mencegah Aoyama memberitahu tentang perceraian kami kepada kedua orang tua kami.
Kami sudah melewati semua prosesnya, dan hasilnya akan keluar dua Minggu kemudian, tepat di hari pembaptisan baby Joey, yang telah kami jadwalkan beberapa bulan sebelumnya.
Kami bertiga, dan juga baby Joey sudah berada di parkiran rumah sakit.
"Selama hasilnya belum keluar, jangan pernah halangi aku untuk bertemu dengan baby Joey." Ucap Aoyama.
Mata Aoyama berkaca-kaca ketika 'mengancam' kami.
Entahlah, semenjak kejadian tiga hari yang lalu, kami seolah menjadi sedikit melunak kepada Aoyama.
Kami tidak menolak, tidak juga menerima keputusan Aoyama tadi.
"Papa akan menemuimu lagi, besok." Ucap Aoyama, serata mengusap pipi baby Joey yang saat ini ada di dalam pelukanku.
Baby Joey tersenyum bahagia, mendengarnya, sedangkan Young Joon, ia menatap mereka nanar, dan matanya berkaca-kaca.
Suasana rumah kami menjadi kembali mencekam semenjak kepulangan kami.
Young Joon bahkan tidak mengantarku dan juga baby Joey ke kamar baby Joey.
Aku bahkan mendengar suara mesin mobilnya meninggalkan rumah kami.
Aku memandang wajah polos baby Joey yang saat ini terlelap di atas ranjang.
Aku mencium keningnya, serta mengusap lembut kepalanya, hingga tak terasa, air mataku menetes.
Aku segera pergi meninggalkan baby Joey, dan berjalan ke arah balkon rumah kami.
Aku meraih ponselku, dan menghubungi Young Joon, untuk menanyakan keberadaannya.
Namun nihil!
Young Joon tidak menjawab panggilanku.
Ini membuatku menjadi semakin frustrasi!
Kedua orang tua kami akan segera kesini Minggu depan, untuk menghadiri acara pembaptisan baby Joey.
Dan hasil tes DNA akan segera keluar tepat di hari pembaptisan putra kami!
Bahkan aku tidak tahu secara pasti, apa rencana Aoyama selanjutnya, jika hasil tes DNA menyatakan, bahwa dia adalah ayah biologis baby Joey?
Aku tidak kuasa menahan tangisku.
Bahkan, hanya membayangkannya saja, sudah membuatku benar-benar merinding!
Bagaimana jika itu...
Ya tuhan...
Young Joon tidak pulang semalam.
Salah satu asisten rumah tangga kami memberitahuku, bahwa tadi pagi Young Joon sempat menghubungi melalui telepon rumah, kemungkinan dia tidak akan pulang malam ini.
Dan dia berpesan, agar ketiga asisten rumah tangga kami menjagaku dan baby Joey selama dia tidak ada.
Aku tersenyum getir mendengar penjelasan asisten rumah tangga kami tersebut.
Mengapa Young Joon tidak menghubungiku?
Dan mengapa dia tidak menjawab panggilanku? Apakah Young Joon kecewa kepadaku, lalu berniat untuk menceraikanku?
Air mataku kembali menetes.
Aku segera menuju kamar baby Joey, yang saat ini tengah bermain dengan salah satu asisten rumah tangga kami yang lainnya.
Aku memutuskan untuk pergi ke sebuah Restoran cepat saji, mengingat sudah lama sekali aku tidak makan makanan cepat saji.
Aku segera memacu mobilku menuju restoran cepat saji yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Ketika memarkirkan mobilku, aku melihat mobil Young Joon ada disana.
Aku segera melihat ke arah restoran, dan melihat Young Joon ada disana.
Aku segera turun dari mobilku, dan berniat untuk menemui suamiku, namun langkahku terhenti, melihat seorang wanita cantik menghampiri suamiku.
Aku memandang mereka dari luar sini, bukankah mereka terlihat begitu akrab?
Aku tersenyum getir melihat pemandangan ini...
Aku memutuskan untuk segera masuk ke dalam restoran, dan memesan beberapa menu disana.
"Makan disini, atau..."
"Makan disini." Aku menyela ucapan kasir tadi, dengan suara yang sedikit keras.
Young Joon menyadari kehadiranku, aku tahu, dia menoleh ke arahku.
Setelah pramusaji memberikan pesananku, aku segera membawanya dan duduk di meja yang berada tepat di sebelah Young Joon, berharap ia segera menghampiriku, dan menjelaskan tentang keadaan yang tidak menyenangkan ini.
Namun ternyata, Young Joon sama sekali tidak menghiraukanku!
Dia tetap asyik mengobrol dengan wanita itu, dan bersikap seolah kami tidak saling kenal.
Aku tetap melanjutkan makanku setenang mungkin, walaupun rasa makanan cepat saji yang sebelumnya benar-benar aku inginkan ini, menjadi sungguh tidak enak sama sekali!
Tidak lama kemudian, Young Joon pergi dengan wanita itu, tanpa menoleh ke arahku sama sekali! Aku segera menghentikan makanku, dan tersenyum getir.
Aku menatap mereka dari kejauhan, betapa Young Joon benar-benar memperhatikan wanita itu.
Dia bahkan membukakan pintu mobil wanita itu, ketika wanita itu hendak masuk ke dalam mobilnya. Aku segera meraih ponselku, dan mengetik pesan untuknya
'segera selesaikan ini secepatnya!'
Aku benar-benar dalam keadaan emosi ketika mengetiknya, dan langsung bergegas meninggalkan tempat itu, sesaat setelah menulis pesan itu.
Aku segera menghubungi asisten rumah tangga kami, ketika menyalakan mesin mobilku, dan memberitahu mereka, bahwa aku akan pulang terlambat hari ini.
Aku memacu mobilku entah kemana.
Aku kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika aku meninggalkan Young Joon!
Aku bahkan sempat berpikir untuk melakukan itu lagi, namun...
Aaahhh...
Kini aku memiliki baby Joey!
Aku memukul kemudiku kesal!
Mengapa tadi aku tidak berpikir untuk membawa baby Joey bersamaku!
Lalu sekarang, apa yang harus aku lakukan?
Aku masih terus memacu mobilku.
Tiba-tiba ponselku berdering, ku pikir itu Young Joon, namun ternyata nomor tak dikenal!
Namun entah mengapa, biasanya aku tidak pernah menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenal, namun kali ini, aku menjawabnya
"Yeah... Siapa disana?" Sapaku di seberang sini.
"Hai Jenny, ini aku..."