Love, Life, and Jennifer Season II

Love, Life, and Jennifer Season II
(Harusnya) Hari bahagia...



Suara tamparan itu, mengalihkan perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan...


Eomma...


Eomma menatap gadis yang kini tengah menyentuh pipinya, dengan tatapan amarah, penuh kebencian!


Gadis itu menatap nanar wajah eomma, yang menatapnya dengan tatapan tajam, dan nafas memburu


"KAUUU!!!" Ujar eomma dengan suara menggelegar, seolah menumpahkan segala gusarnya


Aoyama segera melepas cengkeraman tangannya, dari kerah kemeja Young Joon.


Appa segera menghampiri istrinya, berusaha untuk menenangkan


"Ajumma..."


"JANGAN PERNAH KAU, BERANI MENATAP WAJAHKU, APALAGI MENGELUARKAN SUARA KEPADAKU!!!" Amarah eomma semakin tersulut, begitu gadis itu mengeluarkan suaranya


"Ji Hyo, hentikan..." Appa berusaha menenangkan istrinya


"Kau! Melihat sikapmu saat ini, semakin membuatku yakin, jika... DARAH MEMANG TIDAK AKAN BERBOHONG!" Eomma menekankan kalimat terakhir


"A-apa maksud a..."


"******, akan kembali melahirkan ******! Dan begitulah seterusnya!!!"


"APA MAKSUD DARI UCAPANMUUU!!!" Gadis itu kini berteriak kepada eomma


"KAU TIDAK BERHAK MENINGGIKAN SUARAMU KEPADA IBUKU!!!" Young Joon yang sedari tadi membisu, kini menghampiri ibu, dan gadis itu...


Wajahnya merah padam, begitu menampakkan amarah yang teramat besar!


Sungguh! Selama aku mengenal suamiku itu, aku tidak pernah melihat wajah seperti itu pada dirinya...


"APA KAU PIKIR, AKU AKAN TINGGAL DIAM, MENDENGAR CELOTEHAN WANITA I..."


'PAAAAAAAAAAAAAAAKK!!!!'


Aku sudah tidak dapat menahannya lagi... Aku sudah benar-benar muak, melihat sikap gadis itu terhadap ibu mertuaku, hingga akhirnya aku menamparnya sekuat tenaga...


Kimberly, kedua sudut bibirnya kini terluka...


Aku menatapnya dengan tatapan datar, namun menusuk


"KAAUUU!!!" Ucapnya seraya menunjuk wajahku, dengan ujung jarinya


"Tidak dapatkah kau menjaga ucapanmu?" Ucapku dengan wajah datar, menatap tajam ke arahnya


Kimberly bergegas ke arahku, hendak melayangkan tamparan ke wajahku, namun... Aoyama dengan sigap menahan tangannya.


Aku bergeming, tidak bergerak sedikitpun!


Menatap Aoyama dan Kimberly saling beradu pandang, menatap penuh kebencian.


Mataku berkaca-kaca, menahan sesak di dada...


Aku memberanikan diri menatap sekeliling tempat ini...


Tempat dimana harusnya, tercipta sebuah kebahagiaan baru, bukan tempat untuk sebuah tragedi menjijikkan seperti ini!


Semua mata tertuju pada pertunjukkan menyedihkan ini...


Mereka menatap penuh kecewa...


Bahkan ku lihat sekilas, Stephanie menatap nanar ke arah Aoyama, dengan senyum miris...


Yeah!


Tentu saja Stephanie merasa hancur!


Sikap Aoyama tadi, seolah menjelaskan semua! Dan firasatku berkata bahwa, kali ini Stephanie benar-benar akan membenciku...


"Kwang Zhing Yi..." Eomma kembali bersuara, masih dengan tatapan tajam kepada Kimberly


Kimberly kembali menatap eomma, membuat Aoyama melepaskan tangannya dari lengan gadis itu dengan kasar


"Apakah wanita itu dapat hidup tenang, setelah merenggut kebahagiaanku?" Ucap eomma dengan wajah merah padam


"Ji Hyo, cukup..." Appa kembali menenangkan istrinya dengan lembut


"Nyonya..."


"Atau, apakah dia kembali merenggut kebahagiaan wanita lain di..."


"Tolong, jaga ucapanmu, nyonya!" Suara Kimberly bergetar


"Jangan karena aku mencintai putramu, itu berarti kau berhak menghina ibuku se..."


"Tan Liu Wei..." Ucap eomma lagi


Hening...


"Apa laki-laki itu masih suka bermain dengan banyak wa..."


"CUUKUUUPP!!!" Kimberly kini tidak dapat menahan tangisnya, mendengar penghinaan demi penghinaan yang terlontar dari eomma


"Eomma..." Suara Young Joon terdengar lirih, ketika menyebut nama ibunya


"Young Joon-ah..." Kini, sura eomma bergetar, menahan tangis


"Ji Hyo..."


"Min Chul..." Eomma terisak, membuat suasana semakin terasa sesak disini


"Young Joon harus mengetahui yang sebenarnya..." Tangis eomma kini pecah


Appa terlihat pasrah... Beliau mulai menitikkan air mata...


Ku lihat bibir appa bergetar


"A-apa... Ada a-pa ini..."


Eomma segera menghampiri Young Joon, dan memeluk erat tubuh putra semata wayangnya itu...


"Young Joon-ah... Eomma mianhae...(Young Joon, maafkan ibu) " Ucap oma dalam isak tangis


Jika aku tidak salah, bukankah itu artinya, eomma tengah meminta maaf?


"Mianhae Young Joon-ah...(maafkan ibu, Young Joon)" Tangis eomma semakin pecah


Appa mengusap wajahnya, dengan kedua tangannya...


Beliau menghela nafas panjang, sesaat sebelum menghampiri putra, beserta istrinya tersebut


Eomma kini mengurai pelukannya, masih... Beliau masih terisak, namun kali ini beliau tertunduk, seolah ragu untuk menatap wajah putranya.


Young Joon, segera meraih dagu ibunya dengan lembut.


"eomma museuniliya? naege hago sipeun mali issnayo? (Ada apa,bu? Adakah yang ingin ibu sampaikan kepadaku?)" Ucap Young Joon, seraya mengusap air mata eomma


Walaupun tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan, entah mengapa, hatiku terasa perih...


Eomma kembali kembali menangis, hingga akhirnya...


"Young Joon... Min Chul-eun chin abeojiga anida... (Young Joon... Min Chul bukanlah ayah kandungmu...)" Eomma semakin histeris begitu mengucapkan hal tadi, begitupun dengan appa


Pilu... Sungguh pemandangan ini membuatku pilu...


Namun hatiku agak terusik, ketika melihat ekspresi wajah Kimberly...


Gadis itu seolah tercengang...


Apa dia mengerti arti dari ucapan eomma?


Aaahh... Tentu saja!


Sejujurnya, ingin rasanya menanyakan kepada Kimberly, apa yang sedang kedua mertua, beserta suamiku katakan, namun... Ciiiihhh!!!


Rasa benci langsung menyeruak dari dalam hatiku