Love, Life, and Jennifer Season II

Love, Life, and Jennifer Season II
Hahahahaaaa!!!



"Yeah... Siapa disana?" Sapaku di seberang sini.


"Hai Jenny, ini aku..."


Aoyama! Darimana dia mendapatkan nomorku?


"Aku baru saja kembali dari rumahmu."


Aku segera menepikan mobilku secara mendadak.


"Apa maksudmu!" Aku meninggikan suaraku.


"Aku baru saja menemui baby Joey, dia bahagia sekali, karena aku menepati janjiku, dan..."


"Apa yang kau lakukan kepadanya!" Aku berteriak kepadanya


"Apa maksudmu, Jenny... Aku hanya membawakannya mainan, apa itu salah? Aku tidak mungkin menyakitinya!" Aoyama terdengar kesal disana.


Entahlah, pikiranku kacau sekali sekarang.


"Aku hanya sebentar disana, karena kau dan suamimu tidak ada disana! Apa itu sikap orang tua yang baik, meninggalkan anak dengan asisten rumah tangga?" Aoyama menyerangku


"A-aku..." Aku menangis... Entah karena apa...


"Jenny... Apa kau baik-baik saja?" Aoyama merasa bersalah di seberang sana


Hening, hingga...


"Jenny..."


"Y-ya... A-aku baik-baik saja..." Jawabku, masih sedikit terisak


"Jenny, kau menangis?" Aoyama memastikan


"Aku baik-baik saja..." Jawabku


"Dimana kau saat ini?" Tanya Aoyama terdengar khawatir di seberang sana


***********************


Aku memutuskan untuk menemui Aoyama di sebuah bar, di pusat kota DC.


"Ada apa denganmu?" Ucap Aoyama, dengan tatapan lembut


Dia sangat khawatir melihat keadaanku.


Aku tersenyum kepadanya.


"Jenny, percayalah... Aku tidak akan menyakitimu..." Aoyama menggenggam tanganku.


Aku segera memeluknya erat, dan menangis dalam pelukannya.


"Beritahu aku, apa yang harus aku lakukan..." Aoyama kembali menenangkanku


Aku terisak, lalu Aoyama membelai punggungku


"Katakan kepadaku, apa yang terjadi?" Aoyama terdengar begitu gelisah melihat keadaanku.


Aku segera melepas pelukanku


"Apa kau akan membawa baby Joey bersamamu, jika hasil tes DNA menyatakan, bahwa dia adalah anak biologismu?" Tanyaku kepadanya.


"Maksudmu?" Ucapku


Aku menyentuh tangannya yang kini berada di pipiku


"Aku hanya ingin memastikan, dan jika memang pada kenyataannya dia adalah putraku, setidaknya sudah tidak ada beban lagi di dalam hatiku." Jawabnya teduh.


Aku langsung memeluknya.


"Aku tetap akan bertanggung jawab atas hidupnya, dan..." Ucapan Aoyama tercekat


Aku segera melepaskan pelukanku


"Dan apa?" Kataku menatap wajahnya


"Aku hanya ingin kau memberiku izin untuk menjadikanku sebagai ayah baptisnya, di hari pembaptisannya nanti..." Imbuhnya


Aku tersenyum bahagia mendengarnya, dan mengangguk semangat.


Sangking bahagianya, aku minum cukup banyak malam ini, dan membuatku sedikit mabuk!


Hey, ini hanya sedikit!


Tidak banyak!


Hahahaha!


Namun keadaanku membuat Aoyama mengantarkan ku pulang.


Aku sudah sampai di depan rumahku, dan aku meminta Aoyama menurunkanku disana.


"Heeeyy... Terima kasih banyak..." Kataku sebelum keluar dari mobilnya.


Aoyama tersenyum, kemudian aku segera keluar dari sana.


"Selamat malam, Jenny... Sampaikan salam ku kepada baby Joey." Ucap Aoyama, kemudian melambaikan tangannya, dan aku tersenyum serta mengangguk.


Aoyama segera memacu mobilnya setelah itu.


Aku membuka gerbang rumahku, dan sedikit terkejut melihat mobil Young Joon ada disana. Bukankah tadi pagi salah satu asistenku berkata padaku bahwa Young Joon bilang mungkin dia tidak akan pulang malam ini?


Oh, ya!


Hanya mungkin, bukan pasti!


Hahahaha!


Masa bodoh!


Jalanku sedikit sempoyongan sekarang, karena aku minum agak banyak tadi.


Dan ketika aku menekan kode pintu masuk rumahku, agak samar disana, bahkan aku sempat tertawa karena aku salah memasukkan kodenya.


"Hahahahaaaa!!!"


Aku berhenti sejenak, namun tetap menggenggam kenop pintu.


Dan saat baru saja menekan satu tombol angka, tiba-tiba pintu rumahku terbuka, dan membuat tubuhku terdorong ke depan.