Love, Life, and Jennifer Season II

Love, Life, and Jennifer Season II
Semakin runyam!



"Jo-Joey kenapa, Ra?" Ucapku gelisah


Aku bahkan melupakan eksistensi dokter Veronica, dan bergegas meninggalkannya begitu saja


"Joey kejang-kejang, sekarang lagi ditanganin sama dokter!" Clara terisak diseberang sana


"Oke! Gw kesana sekarang!" Ujarku, kemudian belari...


Yeah... Aku berlari, dengan air mata yang mengalir tiada henti!


Aku berlari agar dapat secepat mungkin, menemui putraku...


Yeah!


Aku harus menemui putraku, agar ia tahu, bahwa ibunya selalu berada di sisiNya, bagaimanapun keadaannya...


Begitu tiba di depan ruangan putraku, Aoyama langsung memelukku, ketika aku hendak menerobos pintu masuk ruang perawatan putraku!


"Sssssstttt.... Tenang... Joey akan baik-baik saja, oke..." Ucap Aoyama, berusaha menenangkanku


Aoyama mengecup puncak kepalaku, seraya memelukku dengan erat...


"Aku hanya ingin melihat putraku..."


Suasana haru, menyelimuti tempat ini, hingga akhirnya, ku lihat beberapa perawat, serta dokter, mendorong anakku, yang berada di atas bangkar...


"Dokter... Anak saya mau dibawa kemana, dokter!" Ucapku seraya berjalan cepat menyamai langkah dokter


"Bu, ini darurat, ibu ke ruangan saya sekarang, ya..."


Hancur...


Melihat wajah pucat putra semata wayangku, dibawa menggunakan ranjang pasien itu, sungguh sangat menyesakkan...


Tubuhku membeku, begitu mendengar ucapan dokter tadi, hingga seluruh keluargaku, termasuk Aoyama, menghampiriku...


Mereka berusaha menguatkanku, dan mengiringiku untuk menghampiri dokter Benny, di ruangannya.


Begitu tiba di ruangan dokter Benny, didampingi oleh Aoyama, dokter Benny langsung berkata...


"Kami harus melakukan tindakan operasi, sekarang..."


"Bukankah kemarin kau berkata, bahwa resikonya akan lebih besar jika..."


"Untuk saat ini, kami hanya akan melakukan tindakan Nephrolithotomy!" Dokter segera menyela ucapan Aoyama


"Lakukan... Lakukan apapun, yang terbaik untuk anak saya, dok..." Ucapku, dengan tatapan kosong.


"Lakukan apapun, agar anak saya segera pulih... Secepatnya..." Ucapku, hingga tanpa terasa, air mataku mengalir dengan derasnya


"Untuk saat ini, hanya ini yang dapat di lalui oleh Jonathan, bu... Jika keadaan Jonathan menunjukkan peningkatan, selanjutnya kami mungkin akan melakukan prosedur transplantasi ginjal..."


Dokter memintaku untuk menandatangani beberapa berkas, sebelum prosedur Nephrolithotomy dilakukan, dan dokter langsung bergegas, begitu kami telah selesai menandatangani berkas yang dokter minta.


Aku tidak henti-hentinya memohon kepada Tuhan, untuk kesembuhan putraku...


Hingga kemudian, terlintas dalam pikiranku tentang ucapan dokter Veronica, beberapa waktu lalu...


"Park Young Joon!" Seruku


Keluargaku, serta Aoyama kini menatap ke arahku!


Mama bahkan sampai menghampiriku, dan langsung merengkuh wajahku


"Ada apa, nak..." Ucap mama lembut


"Ma! Kita harus cari Young Joon, ma! Kita hari nemuin Young Joon secepatnya!" Ucapku, dengan air mata yang berderaian, nampak seperti orang yang kehilangan akal


"Iya... Nanti kita hubungi dia, ya..."


"Nggak bisa nanti, ma! Harus sekarang! Young Joon harus kesini sekarang!"


"Iya, nanti mama hubungin Young Joon, ya..."


Aku bahkan sampai bersimpuh di lantai, menambah kepiluan yang ada...


Aoyama segera meraih tubuhku, dan membawaku untuk duduk di bangku panjang yang berada di lorong rumah sakit ini.


"Tenanglah... Semua akan baik-baik saja..." Ucap Aoyama, berusaha menenangkanku.


Sudut matanya basah, ku rasa ia juga sama sedihnya dengan diriku.


Keluargaku kini menghampiriku...


"Ma, tadi Jen ketemu sama dokter Veronica..." Ucapku lirih, masih! Aku masih menangis


"Dokter Veronica siapa, nak?" Ucap mama lembut, seraya membelai rambutku


"Dokter yang waktu itu test DNA Joey..."


"Terus, ada apa, nak?"


Aku kini berbalik ke arah Aoyama, dan merengkuh wajahnya...


"Aoyama... Hiks... Hiks... Hiks..."


"Ya, ada apa, Jenny?" Ucap Aoyama dengan mata berkaca-kaca


Aku terisak, berusaha menguatkan hatiku, untuk mengucapkan kata, yang sudah pasti, akan menghancurkan hati Aoyama...


"Ada apa?" Aoyama kembali memintaku untuk melanjutkan ucapanku


"Joey... Hiks... Hiks... Hiks... Joey bukanlah darah dagingmu..." Tangisku pecah, begitu mengucapkan hal tadi


Aoyama tercengang!


Tentu saja!


Ia terlihat membeku untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya...


"Tidak mungkin!" Ucapnya, kemudian bangkit dari duduknya


"Kalian bahkan mendengar sendiri, apa yang wanita itu ucapkan, 'kan?" Aoyama meminta pembelaan kepada kedua orang tuaku


"Kalian bahkan mendengar sendiri, bahwa Park Young Joon telah memanipulasi..."


Aoyama berjongkok, seraya menarik rambutnya dengan kedua tangannya...


Ia terlihat frustrasi...


Atau lebih tepatnya, seperti orang yang telah kehilangan akal!


Papa segera menghampirinya, dan meraih tubuhnya, untuk berdiri


"Paman, kau bahkan mendengar apa yang wanita itu ucapkan, kan?"


Papa mengangguk, dan berusaha membuat Aoyama tenang


"Lalu mengapa Jenny berkata seperti itu..."


"Aoyama... Tanyakanlah kepada dokter Veronica, tentang kebenarannya..." Ucapku lirih...


"Jelas saja dia telah berdusta, Jenny...!" Aoyama memekik, kemudian menghampiriku


Kini Aoyama menggenggam kedua tanganku, sambil menatap wajahku


"Jenny, dokter itu ada di Amerika... Bagaimana mungkin dia mengatakan hal itu kepadamu?" Aoyama berusaha keras untuk meyakinkanku...


Namun aku hanya dapat membisu...


Yeah... Diam seribu bahasa, adalah caraku untuk mengatasi seseorang, yang tidak akan pernah mempercayai fakta yang rumit ini...


"Jenny... "


"Apa yang terjadi?! Dimana Joey?!"