
Selesai makan malam, kami berempat memutuskan untuk 'bersantai' sejenak di Jefferson Memorial.
Yup!
Kami duduk tepat di depan Tidal Basin, waduk buatan yang berada tepat di depan bangunan itu. Kami memilih tempat ini, karena suasananya cukup nyaman, walaupun masih banyak pengunjung disini, meskipun sudah pukul 10 malam sekarang.
Aku duduk diantara Young Joon dan juga Stevie.
"Selama 3 bulan berpacaran, apa saja yang kalian lakukan? Ummm, maksudku seperti travelling, bermain game, dan lain sebagainya?" Ucapku, kemudian menoleh ke arah Stevie
"Ya, selayaknya orang berpacaran, hanya saja, sedikit menyebalkan!" Ketus Stevie
"Heeeyy! Ayolaaahh!" Tiba-tiba Aoyama protes
"Dari tadi kalian hanya menceritakan tentang Young Joon, dan Stephanie! Tidakkah kalian dapat menceritakan tentang hal lain?" Protes Aoyama lagi
"Aaahhh! Benar!" Sahut Young Joon.
Aku menatap Stevie, dan kami tersenyum
"Baiklah! Bagaimana kalau kami menceritakan tentang masa-masa SMA kami?" Usul Stevie
"Aaahh! Aku setuju!" Sahut Young Joon dengan penuh semangat
"Aahh! Benar!" Aoyama menimpali.
Aku dan Stevie tertawa kecil, melihat tingkah kedua orang yang kami cintai ini
"Elle dan aku adalah sahabat karib, namun berbeda kepribadian." Ucap Stevie sambil tersenyum ketika memulai cerita.
"Elle sangat keren, dengan motor sportnya, dan para lelaki benar-benar kagum kepadanya!" Elle menatapku, seraya tersenyum.
"Apa hidupmu memang selalu dipenuhi dengan laki-laki?" Sinis Young Joon
"Heeeyy! Ku rasa itu hal yang wajar, ketika pria merasa kagum melihat gadis sekeren itu!" Aoyama tampak membelaku
Ucapa Aoyama tadi, membuat Stevie melirik tajam ke arah Aoyama, dan membuat pria itu salah tingkah
"M-maksudku..."
"Heeeyy, jangan lupakan, gadis cantik yang menjadi idola di sekolah kita." Sahutku seraya menatap Stevie
"Siapa gadis yang kau maksud?" Aoyama bertanya,
Aku tersenyum, sesaat sebelum menjawab pertanyaan Aoyama
"Gadis yang akan menjadi istrimu." Ucapku, kemudian melempar senyum kepada Aoyama, dan Stevie pun tersipu malu
"Yeaaahh... Stephanie selalu menjadi pusat perhatian di kampus dulu." Sahut Young Joon
Kini aku menoleh ke arahnya, Young Joon segera menyadari itu, dan terlihat salah tingkah.
"Ummmm... Maksudku..."
"Kau memacariku hanya untuk memenangkan taruhan, kan?" Ucap Stevie dengan tatapan tajam ke arah Young Joon
Aku sedikit terkejut mendengar ucapannya tadi!
"Kau juga! Kau yang mendapatkan uang $300 itu, kan!" Ucap Stevie yang kini beralih menatap tajam ke arah Aoyama.
"Heeeyy... A-aku..."
"Huh! Nasibku selalu saja begini!" Stevie tampak meratapi nasibnya
"Mengapa?" Kataku menatap wajahnya
Stevie kini menatapku
"Aku mengutarakan perasaanku kepada Clarence waktu itu!" Ketus Stevie
"Clarence?" Ujar Young Joon dan Aoyama secara bersamaan
"Ya! Adik kelas kami sewaktu SMA dulu." Stevie terlihat sebal, ketika berkata demikian
" Kau tahu, apa yang dia katakan kepadaku?" Sambung Stevie
"Apa?" Kataku penasaran
"Dia berkata, bahwa dia telah berpacaran denganmu!" Ketus Stevie
"APAAAA!!!" Aku memekik
"Bukankah aku susah mengatakannya kepadamu, bahwa aku menyukainya! Tapi kau malah menusukku dari belakang!" Ketus Stevie lagi
"Apa maksudmu!" Sahutku
Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar.
"Yang benar saja, Elle!" Stevie terlihat tak percaya
"Ok, dia memang pernah menyatakan perasaanya kepadaku, namun aku tidak pernah menganggapnya serius!" Aku menjelaskan
"Maksudmu?" Stevie mengerutkan keningnya
"Aku menolaknya! Aku hanya menganggapnya sebagai adik, dan tidak lebih! Lagipula... Hey! Apakah itu, yang membuatmu berubah sikap kepadaku?" Selidikku kepada Stevie.
Stevie menjadi salah tingkah, mungkin... Lebih tepatnya, merasa bersalah
"Aahh... Itu... Ummmm... Itu..."
"Apa si Clarence itu begitu spesial, hingga membuat kalian seperti ini?" Ketus Aoyama
"Apa dia masih tinggal di Amerika, saat ini?" Young Joon menimpali
"Young Joon, apa kita harus membuat perhitungan kepadanya, karena telah..."
"Clarence sudah tiada." Kataku, dengan suara yang terbata-bata.
Mereka bertiga menatapku.
"Dan itu karenaku." Ucapku, dengan mata berkaca-kaca
Young Joon langsung menggenggam tanganku
"Apa yang terjadi?" Stevie terlihat sedih, membuatku menatapnya
"Itu..."
"Sudahlah... Dia sudah tenang sekarang." Ucap Aoyama lembut, kemudian merangkul Stevie
Yeah, ucapan Aoyama sedikit melegakanku, hingga akupun akhirnya tersenyum
"Dan, heeeyy! Aku ingin tahu, apa yang membuat kalian akhirnya putus?" Ucapku seraya menatap Young Joon dan Stevie bergantian.
Stevie tampak kesal sekali sekarang!
Gadis itu menghela nafas kasar, sebelum menjawab pertanyaanku
"Saat aku meminjam ponsel Young Joon, aku tidak sengaja membuka media sosialnya, karena ada notifikasi disana!" Jawab Stevie
"Aaaahhh! Benarkah?" Aoyama tampak bersemangat
"Lalu?" Jawabku
"Heeeyy! Ayolah!" Young Joon tampak kesal, aku lantas menatap wajahnya yang mulai menegang
"Saat aku buka media sosialnya, ada pesan masuk disana, dan aku segera membuka pesan itu!" Sambung Stevie
"Pasti dari seorang gadis, ya, kan?" Sahutku
"Tentu saja! Itu gadis yang selalu kau ceritakan kepada kami, kan?" Sahut Aoyama dengan senyum puas
Young Joon dengan wajah tegangnya, kini nampak semakin kesal
"Apa maksudmu!" Ketus Young Joon
"Jadi kau tahu itu?" Stevie menatap tajam ke arah Aoyama, hingga membuat Aoyama salah tingkah
"Eh, itu..."
"Ya! Itu dari seorang gadis!" Jawab Stevie, kemudian menatapku
"Apa kau mengenal gadis itu?" Aku penasaran
"Tidak! Hanya saja, saat aku akan melihat profil gadis itu, Young Joon tiba-tiba datang, dan merebut ponselnya dariku!" Lanjut Stevie
Kini Stevie terlihat benar-benar kesal.
"Hey! Apa salahnya, mengambil sesuatu yang memang milikku?" Protes Young Joon
"Tentu saja salah! Kau menghubungi gadis lain ketika kau sedang menjalani hubungan denganku!" Sahut Stevie sebal.
Aku menatap wajah Young Joon
"Jadi, kebiasaan itu sudah kau lakukan sejak dulu, ya?" Ketusku kepada Young Joon
Young Joon kini terlihat semakin terpojok!
"Bu-bukan begitu..."
"Jenny Lie..." Tiba-tiba Stevie menyebutkan sebuah nama, yang membuatku menatap wajahnya
"Maaf?" Kataku.