
"Hahahahahahaaaaaa!!!"
Young Joon tertawa terbahak-bahak, mendengarku mengatakan itu, membuatku merasa bahwa ada suatu hal tidak beres dengannya.
Dia kembali membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, kemudian tersenyum mengejekku.
"Entah mengapa, aku selalu bergairah, tiap kali kau mengatakan hal itu." Young Joon menyeringai, dan aku segera melangkah mundur, namun Joon lebih dahulu menggapai tubuhku, dan mencumbuku secara paksa!
Dia menjatuhkan tubuhku di atas ranjang!
Aku terus meronta untuk mengahalau serangannya terhadapku.
Young Joon menyerangku secara brutal.
Entah apa yang merasukinya!
Bukankah ini aneh, jika aku menyebutnya dengan kata 'diperkosa oleh suami sendiri'?
Young Joon kini memelukku dari belakang, dan menempelkan wajahnya di tengkukku, hal yang selalu dia lakukan setiap kali kami selesai bergulat.
Aku?
Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Bukankah malam itu, dia meninggalkanku yang saat itu sedang membutuhkan sandarannya?
Dan kemarin, bukankah dia tampak seperti orang asing bagiku?
Kemudian hari ini, dia tampak seperti orang yang sudah kehilangan akal!
Ada apa dengan Joon hari ini?
Apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya...
"Aku mencintaimu..." Ucap YoungJoon, kemudian mendekapku semakin erat.
Dia menciumi sela-sela leher dan bahuku.
Aku sama sekali tidak meresponnya!
Entah itu menolak, ataupun menyambutnya. Tidakkah laki-laki ini membuatku sedikit gila?
'Tok... Tok... Tok...!'
Suara ketukan pintu kamar kami, membuat Young Joon segera melapaskan dekapannya, kemudian bergegas mengenakan kembali, pakaian yang dia kenakan tadi.
"Nyonya, baby Joey sudah bangun."
Suara Marie samar-samar terdengar dari balik pintu kamarku.
"Sebentar, Marie." Kataku kemudian bergegas mengenakan pakaian.
Sesaat setelah aku selesai mengenakan pakaianku, Young Joon membuka pintu kamar kami, dan segera meraih baby Joey, dari Marie.
"Oowwhh... Putra mahkotaku telah bangkit dari tidurnya... Hehehee." Ucap Young Joon, kemudian mendekap tubuh mungil baby Joey.
Kemudian Marie meninggalkan mereka disana.
Aku segera menghampiri mereka.
"Apa kau sudah mandi?" Ucap Young Joon, seraya menatap wajah baby Joey
Baby Joey menggelengkan kepalanya, dan kami semua tersenyum.
***************
Apa ada yang salah dengan isi kepalanya?
Hari ini dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dengan kami beberapa hari sebelumnya.
"Minggu depan, ayah dan ibu kita akan tiba disini, mereka menanyakan, apakah kita telah memutuskan siapa yang akan menjadi ayah baptis baby Joey." Ucap YoungJoon seraya menatap wajahku, sesaat setelah menyelesaikan hidangannya.
Aku menatap wajah Young Joon heran, kemudian aku menopang wajahku dengan siku yang menempel di atas meja makan.
Young Joon terlihat salah tingkah melihat sikapku. Dia menggigit bibir bawahnya, dan terlihat berpikir.
"Jangan salah paham tentang..."
"Aoyama akan menjadi ayah baptisnya." Ucapku, dengan menatap datar wajah Young Joon.
Young Joon menatap wajahku heran, kemudian ia mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu?" Young Joon terlihat protes sekarang
"Kami sudah membicarakan tentang ini kemarin malam." Kataku masih dengan wajah yang datar, kemudian meneguk air putih.
Young Joon tersenyum getir, sebelum berkata...
"Apa kau mempercayai kata-kata seseorang yang tengah ma..."
"Akulah yang mabuk malam itu." Kataku kemudian meletakkan gelas yang sudah kosong, dan kembali menatap wajah Young Joon, hingga membuatnya terlihat heran.
"Jenny... "