
"Joon, apakah kau membaca pesan yang ku kirimkan kepadamu, ketika kau membukakan pintu mobil untuk gadis cantik itu?" Selidikku, dengan wajah datar
Young Joon kini terlihat salah tingkah
"A-aku..."
"Aoyama begitu mengkhawatirkan keadaanku saat itu." Kataku kembali menekannya.
Young Joon menatap wajahku merasa bersalah.
"Bahkan suamiku sendiri tidak mempedulikan keadaan istrinya, ketika ia tengah menanti suaminya yang semalaman tidak pulang ke rumah, dan lebih memilih untuk..."
"Jenny... Mari kita selesaikan kesalah pahaman..." Young Joon menyela ucapanku
"Tidakkah kau merasa, bahwa rumah tangga ini selalu penuh dengan kesalah pahaman?" Dan aku kembali menyela ucapannya.
Young Joon terlihat kehabisan kata-kata.
"Tidakkah kau berniat untuk melepaskan kehidupan yang selalu penuh dengan kesalah pahaman ini?" Imbuhku lagi
Ucapanku seketika membuat Young Joon menatap tajam ke arahku.
"Apakah yang ada di dalam pikiranmu hanyalah perpisahan?" Kata-kata Joon kali ini menghujam jantungku.
Young Joon tersenyum getir disana.
"Tidakkah kehadiran putra kita dapat membuatmu berhenti untuk memikirkan perpisahan?" Ucap Young Joon dengan mata berkaca-kaca.
"Tidakkah kau memahami perasaanku yang tetap ingin mempertahankan keluarga ini, bahkan jika harus dengan menggunakan cara kotor sekalipun!" Suara Young Joon semakin meninggi kali ini.
"Apa kau tahu, bahwa ucapan Mitsugi benar-benar mengguncang jiwaku saat itu?" Air mata Young Joon menetes sekarang.
"Dia berkata bahwa dia akan menemui putraku yang dia pikir adalah darah dagingnya, dan apa kau tau, bagaimana perasaanku, ketika mendengar putraku memanggilnya 'papa'." Young Joon terdengar sangat emosional kali ini.
"Itu sungguh sangat menyakitkan, Jenny!" Ucap Young Joon menatap ke arah bawah.
"Aku mencari seseorang yang dapat membantuku untuk memanipulasi hasil tes DNA atas baby Joey!" Young Joon kembali menatap tajam ke arahku.
Aku menutup mulutku, tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Young Joon.
"Aku menemui pasangan sesama jenis dokter yang menangani proses tes DNA baby Joey, dan memintanya untuk bertemu di tempat yang tidak akan dicurigai oleh siapapun!" Imbuhnya lagi
Aku benar-benar tercengang mendengar pengakuan Young Joon kali ini.
"Aku begitu takut akan hasil yang akan keluar kelak! Sialnya, istriku menangkap basah diriku, dan kembali salah paham terhadapku." Young Joon kini terlihat depresi.
Aku segera menghampirinya, dan memeluknya.
"Tidak peduli kau percaya atau tidak, hanya saja, aku takut dia akan merebut keluargaku..." Young Joon menangis histeris di dalam pelukanku.
Pada akhirnya, aku dan Young Joon memutuskan untuk mengundang Aoyama makan malam bersama.
Kami bertiga akhirnya bertemu di kediaman kami. Suasana kali ini, sudah mulai hangat.
Young Joon sudah mulai bisa terlihat berlapang dada sekarang.
Itu terlihat ketika ia mulai dapat memperlakukan Aoyama dengan baik.
Kami memutuskan untuk mengobrol santai di taman belakang rumah kami, sesaat setelah makan malam telah usai.
"Sejujurnya, aku merindukan keakraban kita yang dulu, Young Joon." Ujar Aoyama seraya tersenyum, sesaat setelah meneguk red wine yang kami sediakan.
Aku tersenyum melihat sikap mereka kali ini, begitupun Young Joon.
"Yeah... Akupun begitu." Ujar Young Joon, kemudian meneguk red wine nya
"Heeeyy... Aku penasaran dengan cerita kalian sewaktu kuliah dulu." Selidikku seraya menopang wajahku, menatap mereka berdua.
Mereka saling tatap dan tersenyum kikuk, begitu mendengar ucapanku tadi.
"Aaahh... Tidak ada yang spesial dengan persahabatan kami." Young Joon terlihat gugup, kemudian meneguk red wine nya.
Ucapan Young Joon tadi, seketika membuat Aoyama protes!
"Apa maksudmu tidak ada yang spesial!" Protes Aoyama.
"Hmmm... Benar! Aoyama beberapa kali menceritakan tentang persahabatan kalian kepadaku, ya kan, Aoyama?" Ucapku seraya menunjuk wajah Aoyama dengan mataku.
Aoyama mengangguk dengan penuh semangat, hingga membuat Young Joon nampak ketakutan!
"Heeeyy! Apa saja yang telah kau ceritakan!" Ucap Young Joon nampak kesal
"Hampir semua, tetapi belum." Jawab Aoyama santai
"Jadi kau belum ceritakan semua?" Protesku, lalu Aoyama mengangguk
"Aaahh... Kau ini!" Ucap Young Joon tampak kesal sekali kepada Aoyama.
"Apa masih banyak hal menarik lainnya tentangnya?" Selidikku lagi kepada Aoyama, dan Aoyama pun mengangguk
"Tentu!" Jawab Aoyama
"Heeeyy! Sudah! Cukup!" Ucap Young Joon, berusaha untuk menghentikan percakapan ini
"Ada apa denganmu? Sikapmu tampak seperti seseorang yang takut rahasianya terbongkar?" Godaku, seraya memasukkan keripik kentang ke dalam mulutku.
"Heeeyy, Young Joon! Tenang saja! Aku tidak menceritakan tentang Stephanie kepada..." Sepertinya Aoyama baru saja kelepasan bicara