
"Jennifer Elizabeth Lie..." Ucap wanita paruh baya, yang kini menatapku dengan saksama, sesaat setelah meletakkan CV ku
"Ya! Saya, Bu!" Jawabku pasti
"Sudah tau jobdesk nya?" Tanya wanita yang di atas mejanya, bertuliskan nama 'Melinda Siahaan'
"Sudah, Bu!"
"Kalo kami menerima kamu untuk bergabung di perusahaan ini, apa kamu sudah siap untuk menerima konsekuensinya, andai kamu memutuskan kontrak secara sepihak?" Wanita itu kembali memastikan
"Saya siap, Bu!" Jawabku yakin
"Bagaimana saya bisa percaya? Karena sembilan wanita sebelum kamu, juga menyatakan hal yang sama sepertimu, ketika saya menanyakan hal yang sama seperti tadi?" Wanita itu kini menyandarkan tubuhnya, di kursi kebesaran miliknya, seolah menantang harga diriku
Aku tersenyum, alih-alih langsung menjawab pertanyaannya.
"Seseorang berkata kepada saya, jika kontrak yang baru, sudah di revisi." Ucapku
Wanita itu kembali menegakkan tubuhnya, dan menaikkan sebelah alisnya
"Tiga tahun!" Jawabku lagi, seraya menatap wajah wanita itu dengan senyum
"Anggaplah gaji saya dua puluh juta dalam sebulan, dan jika saya memutus kontrak secara sepihak, menurut info yang saya dengar, saya harus membayar dua puluh juta itu, selama tiga tahun, berarti..."
"Jadi kau sudah tau isi kontrak itu?" Wanita itu kembali memastikan
Aku mengangguk, seraya tersenyum, dan wanita itu tersenyum licik seolah merasa tidak yakin dengan nyaliku
"Nona, kau tidak tahu, monster seperti apa yang akan kau hadapi!" Ucap wanita itu dalam bahasa Inggris
"Untukku, perlakuan semesta terhadapku selama ini, jauh lebih mengerikan dari perlakuan monster apapun yang ada di muka bumi ini!" Jawabku juga dengan bahasa Inggris
Wanita itu tersenyum, begitu mendengar jawabanku!
Entah tersenyum kagum, atau senyum mengejek, entahlah!
Satu hal yang pasti, ia segera mengeluarkan sebuah berkas dari laci yang terdapat di sisi kiri kursinya, kemudian mengulurkannya kepadaku.
"Masih ada kesempatan untuk menolak ini, pikirkan secara matang!" Ucapnya, masih dengan senyum
"Bacalah!" Ucapnya sesaat setelah menyerahkan berkas itu kepadaku
Yeah!
Ini adalah berkas kontrak kerja!
Ku baca dengan saksama setiap tulisan demi tulisan yang terdapat disana, dan...
Mataku membesar, begitu melihat nominal gaji yang mereka lampirkan disana!
Jika ku total, untuk gaji seorang sekretaris, tiga puluh delapan juta, bukanlah gaji yang sedikit!!! Dan ini adalah Indonesia!!! Nominal itu setara dengan delapan kali lipat pendapatan rata-rata perbulan penduduk Indonesia!!!
Wooowww!!!
Ditambah lagi, mengingat usiaku kini!
Ini adalah kesempatan yang hanya akan hadir sekali dalam seumur hidupku!!!
Yeah!!!
Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini!
"Uummm... A-apa..."
"Kontrak ini hanya akan diberikan untuk orang yang bersedia!" Ujar wanita itu
"Dimana saya harus..."
"Ketika kamu sudah menandatangani kontrak itu, percayalah! Hidupmu akan segera berubah! Pikirkanlah!" Wanita itu kembali memberi peringatan
Tekadku sudah benar-benar bulat!
Yeah!
Kondisi keuangan keluargaku sedang tidak terlalu baik!
Kami membutuhkan biaya yang cukup besar untuk kehidupan, serta membayar beberapa tagihan, yang membengkak akibat kebodohan dua tahun silam!
Dan ini, adalah kesempatan terakhirku, untuk dapat menebus apa yang selama ini ku lakukan!
"Dimana saya harus tanda tangan, Bu?"
Wanita itu tersenyum...
******************
"Mr Park datang setiap jam sembilan pagi, itu tandanya, jam setengah sembilan, kau sudah harus ada di kantor!"
Bu Linda kembali menjelaskan tentang detail pekerjaan yang harus ku lakukan, sepanjang perjalanan kami menuju ruangan boss, yang Bu Linda sebut 'Mr Park'
Kini kami telah berada di dalam lift, menuju lantai enam. Dan begitu kami tiba di lantai enam, Bu Linda memperkenalkan seorang gadis manis yang berpapasan dengan kami, kepadaku
"Mbak Jen, ini Sisi, tim eksekutif disini, Si, ini Mbak Jen, sekretaris barunya Mr Park!"
Gadis itu membelalakkan mata tak percaya
Gadis itu kemudian mengulurkan tangannya kepadaku
"Pricillia... Panggil aja, Sisi..." Jawabnya kikuk
"Jenny..." Sahutku, kemudian menyambut tangannya
Kami berdua kembali melanjutkan langkah kami, hingga kami tiba di sebuah ruangan yang berisi hampir dua puluh orang yang tengah beraktivitas dengan pekerjaannya masing-masing.
Aahh!!!
Ada Bagus disana!
Aku tersenyum kepadanya, begitupun dia
"Perhatian, semua!" Seru Bu Linda
Semua orang yang ada di ruangan ini, dengan sigap langsung berdiri, begitu mendengar seruan Bu Linda
"Hari ini, kita ada anggota baru!" Ujar Bu Linda lagi
Seluruh karyawan yang mayoritas adalah laki-laki itu, tersenyum semringah begitu mendengar ucapan Bu Linda, tidak terkecuali dengan Bagus
"Aseeeeekkk!!!" Seru mereka
"Ini Mbak Jenny, dia ini, sekretaris barunya Mr Park!" Imbuh Bu Linda
Dengan seketika, senyum mereka lenyap begitu saja dari wajah mereka, dan beberapa karyawati, menatapku seolah iba
"Jen, nanti kamu bisa kenalan sama mereka, setelah kita ketemu Mr Park, ya!" Ucap Bu Linda seraya tersenyum
"Iya, Bu!" Jawabku
"Oke, kalian lanjut lagi kerjanya! Saya mau ke ruangan Mr Park, sekarang sudah jam..." Bu Linda menoleh ke arah jam dinding yang berada di sudut atas ruangan ini
"Setengah sepuluh! Oke! Lanjutkan deh, kerjaan kalian!" Seru Bu Linda kemudian berlalu bersamaku
"Oke! Siap, Bu!" Sahut mereka secara bersamaan
Begitu kami tiba di depan pintu besar sebuah ruangan, Bu Linda segera mengetuk pintu tersebut
'Tok...! Tok... Tok...!'
"Masuklah!" Sahut orang yang berada di dalam ruangan tersebut
"Ayo!" Bu Linda mempersilakanku untuk masuk, sesaat setelah beliau membuka pintu itu
Sebelum aku melangkahkan kakiku, Bu Linda berkata...
"Kamu jalan di belakang saya, ya!" Ucapnya seraya tersenyum
Aku mengangguk sambil tersenyum, dan berjalan tepat di belakangnya, dengan kepala tertunduk.
Yeah! Dapat ku akui, saat ini, aku sungguh sangat gugup!
Tunggu dulu!
Aroma ini?
Mengapa aroma ruangan ini begitu familiar untukku?
Aku segera menegakkan kepalaku,
"Selamat pagi, Mr Park... Kami telah mendapatkan seorang sekretaris untukmu!" Ucap Bu Linda, yang saat ini berdiri tepat di hadapanku, sesaat setelah memberikan map berisi CV ku, kepada orang yang tengah duduk di kursi yang berada tepat di belakang meja, yang diatasnya terdapat papan nama bertuliskan Park, dan entah apa nama setelah tulisan Park, karena sisa tulisannya, tertutup oleh tubuh Bu Linda yang memang sangat berisi.
"Benarkah? Dimana orang itu?"
Jantungku hampir saja terlepas, begitu mendengar suaranya...
Tidak!
Ini tidak mungkin!
Itu tidak mungkin dia!
Bu Linda membalikkan tubuhnya, dan segera meraih tanganku, lalu 'menunjukkan' diriku kepada laki-laki yang sejak awal dia sebut Mr Park...
"Gadis ini akan menjadi sekretarismu, Mr Park..."
Lututku melemas seketika, begitu mata laki-laki itu menatap ke arahku...
Ingin menangis rasanya, menahan sesak di dada
"Baiklah, Mrs Siahaan! Kau dapat kembali ke ruanganmu!" Ujar laki-laki itu
"Ummm... Tapi, gadis ini..."
"Aku akan bertanya secara langsung kepadanya!" Laki-laki itu langsung menyela ucapan Bu Linda
Seolah tak dapat menentang ucapan laki-laki itu, Bu Linda patuh, dan segera meninggalkan kami, di ruangan ini...
"Baiklah, saya permisi sekarang, Mr..." Ucap Bu Linda hormat, kemudian berlalu