
Hari pembaptisan telah tiba.
Kedua orang tua kami telah tiba dua hari yang lalu disini.
Beberapa kerabat turut hadir, untuk menghadiri pembaptisan ini.
Dan Aoyama, dia sedang dalam perjalanan menuju kesini
"Waaahh... Perpaduan antara Korea, China, dan Indonesia, menghasilkan seorang anak Jepang, ya?" Seorang kerabat dari salah satu teman gerejaku, menghampiriku yang kini tengah menggendong baby Joey.
Aku tersenyum mendengar ucapannya tadi.
"Dia tampan sekali... Omong-omong, dimana ayahnya?" Ucap wanita itu, kemudian melihat ke arah sekitar
"Aaahh... Dia sedang mempersiapkan sesuatu di..." Ucapku, seraya menunjuk ke arah belakang rumah, hingga
"Maaf aku sedikit terlambat." Aoyama tiba-tiba menghampiri kami.
"Papa!"
Joey tertawa riang melihat kedatangan Aoyama.
"Aaahhh... Ini pasti ayahnya! Kalian berdua bagaikan replika!" Ucap wanita itu tersenyum bahagia
Aoyama dan aku kini saling beradu pandang!
"Hey! Kau telah tiba! Kita dapat memulainya sekarang!" Ucap Young Joon, yang akhirnya tiba
Young Joon menghampiri kami, dan ia terlihat bingung menatapku dan juga Aoyama yang masih saling beradu pandang, begitupun dengan wanita itu.
"Daddy!"
Joey meminta Young Joon untuk segera menggendongnya, dan Young Joon pun, segera meraih tubuh mungil Joey dariku.
Wanita itupun, kini tampak semakin bingung!
"Kami permisi dulu." Aku berkata kepada wanita itu.
Wajah wanita terlihat begitu merasa tidak enak kepadaku
*******************
Kau tahu, selama proses pembaptisan, para tamu undangan, yang rata-rata tidak pernah bertemu dengan Young Joon, selalu salah mengira tentang ayah baby Joey!
Mereka mengira, Aoyama lah, ayah baby Joey!
Dan itu cukup menggangguku!
Lalu, setelah pembaptisan selesai, tidak sedikit yang berkata,
"Waaahh... Bahkan ayah baptisnya sangat mirip dengannya!"
Hari ini membuatku benar-benar tertekan!
Namun tidak dengan yang lain!
Bahkan Young Joon atau Aoyama sekalipun! Entahlah!
Mungkin aku hanya sedang kelelahan, jadi, hatiku menjadi sedikit sensitif.
Sore harinya, setelah para tamu sudah pulang, kedua orang tua kami, Aoyama dan Joey, berbincang hangat di taman belakang rumah kami.
"Bagaimana kabar ibumu, Mitsugi? Sudah lama sekali bibi tidak bertemu dengannya." Ucap Eomma kepada Aoyama
"Aaahh... Ibu baik-baik saja." Jawab Aoyama
"Kalian pasti bromance sewaktu kuliah dulu, ya?" Canda papaku, dan mereka semua tertawa
"Yeaaahh... Sebenarnya mereka dulu selalu bertiga, omong-omong, kemana temanmu yang satunya lagi?" Sahut ayah Joon
"Entahlah, kami kehilangan kontak dengannya." Jawab Aoyama
"Waaahh, sayang sekali, ya!" Sahut papaku
"Mitsugi, mengapa kau tidak membawa pasanganmu kesini?" Selidik ibu Joon
"Eh?"
Aoyama tersenyum getir menatap wajah eomma, aku yang baru saja hendak menyesap teh hangat, kini menatap wajah Aoyama, begitupun dengan Young Joon!
"Aku masih lajang, Bi." Jawab Aoyama sedikit murung
"Waaahh... Sayang sekali! Padahal kau ini sangat tampan!" Sahut mamaku, hingga membuat Aoyama tersenyum
"Apa kau tidak berencana untuk menyusul Young Joon? Lihatlah! Bukankah dia terlihat bahagia sekali, sekarang? Apa kau tidak merasa iri dengannya?" Eomma menggoda Aoyama.
Aoyama tersenyum getir, dan terlihat menarik nafas dalam dan menghelanya secara perlahan
"Aku hampir saja menikah beberapa tahun yang lalu." Ucap Aoyama, dengan mata yang berkaca-kaca
Aku dan juga Young Joon menatap ke arahnya.
"Namun tuhan belum mengizinkan kami untuk bersama." Aoyama kembali tersenyum, sesaat setelah mengucapkan hal tadi
"Aaahh... Kalau begitu, kau harus segera mencari penggantinya! Ada banyak gadis cantik di dunia ini." Sahut mamaku.
"Dia tidak pernah mau pergi dari sini." Jawab Aoyama, seraya menyentuh dadanya.
Aku dan Joon kembali menatap Aoyama.
"Hanya ada dua pilihan." Sahut appa.
"Kau berusaha sekeras mungkin untuk melupakannya, atau kau berdoa agar dia kembali kepadamu." Ucap appa, sambil tersenyum
"Itu tidak akan terjadi! Bahkan sekalipun dia bereinkarnasi!" Young Joon tiba-tiba menyahut!
Aku dan Aoyama menatap wajahnya yang mulai menegang.
Semua yang ada disini tertawa riang mendengar kata-kata Young Joon barusan, karena mungkin, menurut mereka, Young Joon tengah melontarkan sebuah lelucon!
Malam harinya, kami bertiga bergegas ke rumah sakit, tempat dimana kami melakukan tes DNA, 2 Minggu yang lalu.
Yeah!
Ini adalah hari dimana kami bertiga dapat mengetahui kenyataan tentang siapa sebenarnya ayah biologis baby Joey.
Kami bertiga telah berada di ruangan Dr. Veronica, yang menangani kami waktu itu.
Dan saat dr. Veronica menghampiri kami untuk menyerahkan sebuah map coklat berukuran sedang, kami bertiga segera berdiri.
"Kalian dapat segera mengetahui hasilnya." Ujar dr. Veronica, seraya menyerahkan amplop tersebut kepada Young Joon dan juga Aoyama.
Aku berdiri tepat di samping dr. Veronica, seraya menatap wajah Young Joon dan juga Aoyama secara bergantian.
Ketika mereka berdua membuka map yang berisi surat keterangan hasil DNA tersebut, jantungku berdegup kencang!
Mereka membaca dengan sangat hati-hati, dan dapat ku saksikan ekspresi berbeda wajah mereka!
Aku membeku!
Mataku berkaca-kaca.
Young Joon yang tersenyum lebar, dan matanya berbinar!
Sedangkan Aoyama, matanya terbelalak!
Dia menutup mulutnya seolah tak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini!
Dia hampir saja menangis!
Young Joon kini menatap wajahku, dia tampak sangat bahagia!
Dia sedikit berlari ke arahku, dan langsung memelukku...
"Aku tidak pernah meragukan tentang ini! Aku percaya akan keyakinanku!" Ucap YoungJoon bahagia sekali!
Aku meneteskan air mata, seraya menatap Aoyama yang terlihat begitu kecewa.
Young Joon melepaskan pelukannya, kemudian menunjukkan kertas itu kepadaku.
"Kau lihat, sayang! Baby Joey adalah anak biologisku! Dia adalah anak kita! Buah cinta kita!" Ucap Young Joon begitu bersemangat!
Dia terlihat bahagia sekali!
Sangat!
Bahkan air matanya menetes!
Aku sempat melihat wajah Dr. Veronica sekilas. Entahlah!
Hanya saja, aku melihat ekspresi wajahnya begitu tidak biasa!
Aku merasa, ada sedikit kejanggalan disini.
Pada akhirnya, Aoyama menghampiri kami.
"Maafkan atas kesalah pahamanku selama ini." Ucapnya merasa bersalah.
Young Joon segera memeluknya.
"Aku terlalu terobsesi dengan sugestiku, hingga melakukan hal di luar batas." Imbuhnya lagi, dengan suara bergetar, menahan tangis.
Young Joon lalu melepaskan pelukannya
"Aku dapat memahami perasaanmu... Dengar! Bukankah kau ayah baby Joey juga?" Young Joon terlihat menghibur Aoyama.
Aoyama tersenyum, kemudian mengangguk.
Dan akupun segera menghampiri mereka berdua.
"Kau dapat menemui baby Joey, kapanpun kau mau." Kataku kepada Aoyama.
Aoyama langsung memelukku.
"Terima kasih... Terima kasih untuk semuanya." Ucap Aoyama lalu melepaskan pelukannya, kemudian menatapku.
"Hiduplah dengan bahagia..." Ucap Aoyama, dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku telah melepasmu..." Ucap Aoyama lagi, kemudian berlalu meninggalkan kami, diiringi oleh air mataku.