
Sesak dan nyeri, begitu menyeruak dari dalam kalbu...
Betapa wajah polosnya, begitu tulus memohon kepadaku...
Aku hampir saja menjerit pilu, jika saja Joey tidak berada di hadapanku, namun...
Air mataku dengan lancangnya, mengalir begitu saja...
Joey dengan sigap, menyapu air mataku dengan jemari mungilnya...
"Maafkan aku, mommy..." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca...
Aku segera memeluknya erat, menahan isak yang sungguh sangat menyesakkan!
"Tidak apa-apa, sayang... Tidak perlu minta maaf... Mommy lah yang harusnya meminta maaf kepadamu..." Ucapku, kemudian menguraikan pelukan, dan menatap lekat ke arah matanya
"Berjanjilah, kau akan segera pulih, agar kita dapat kembali hidup bersama..." Ucapku
Joey tersenyum, kemudian memelukku, eraaaattt sekali...
"Berjanjilah, untuk selalu hidup bahagia, mommy... Aku begitu mencintaimu, mommy..."
Mengapa?!
Mengapa putraku seperti ini?!
Ada apa ini?!
Mengapa Joey memintaku untuk berjanji, sebelum ia menjawab ucapanku?!
Aku segera melepas pelukan Joey, dan merengkuh wajahnya, dengan kedua tanganku
"Sayang, mengapa berbicara seperti ini?" Ucapku menatapnya khawatir
Joey tersenyum, kemudian mengecup keningku...
"Mommy, aku lelah... Dapatkah aku istirahat, sekarang?" Ucapnya, lalu kembali berbaring
"Aku tidur sekarang, ya?" Ucapnya, meminta persetujuanku
Joey langsung memejamkan matanya, tanpa menunggu jawaban dariku.
Ada apa ini?!
Mengapa sikap putraku seperti ini?!
Aku menatap nanar ke arah putraku...
Ingin rasanya meminta penjelasan darinya, namun...
Melihat keadaannya kini, membuatku mengurungkan niatku...
Gelisah, tentu saja!
Aku membuang jauh-jauh pikiran buruk dalam benakku, hingga aku memutuskan untuk merapikan ruangan ini, agar aku dapat mengalihkan pikiranku.
Baru saja selesai dengan kegiatanku, seseorang mengetuk pintu ruangan ini
'Tok... Tok... Tok!'
"Masuklah!"
Seorang perawat memasuki ruangan, dan segera menghampiriku.
"Mama Jonathan, dokter Benny mau bertemu." Ucapnya ramah
"Ah, baiklah! Saya titip Joey ya, Sus!"
"Baik, mom!" Jawabnya, kemudian aku berlalu
Berdebar!
Tentu saja!
Entah mengapa, firasatku tidak baik tentang ini!
Huuuffft! Semoga ini hanya sekedar firasat saja!
Begitu memasuki ruangan dokter Benny, beliau langsung memintaku untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"Bagaiman hasilnya, dok?" Ucapku harap-harap cemas
"Begini, bu... Golongan darah Joey dan papanya, ternyata berbeda..." Ucap dokter dengan wajah ragu
"Ma-maksudnya, dok?" Ucapku memastikan
Dokter berdehem, sebelum melanjutkan ucapannya, seolah merasa tidak yakin, dengan apa yang akan beliau ucapkan.
"Golongan darah papa Joey, berbeda dengan Joey, dan setelah kami melakukan serangkaian pemeriksaan, Mr. Mitsugi Aoyama, tidak memenuhi kriteria, untuk proses hemodialisis, besok..."
"Dan dengan berat hati saya katakan... Uhum... Tidak ada sedikitpun kesamaan sel, antara anak Jonathan, dengan Mr. Mitsugi Aoyama..."
'Deeeeggggghhh!!!'
Bagai tersambar petir di siang bolong rasanya, mendengar ucapan dokter Benny!
Jantungku terasa seolah dicabut secara paksa!
Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?!
Ooowwwhh Tuhan!!!!
"Ja-jadi... I-ini..." Aku mulai terisak
Dokter Benny terlihat menghela nafas, melihat keadaanku kini...
"Apa yang harus saya lakukan, dok..." Ucapku, dengan air mata yang berderai
"Bu, kami sedang berusaha untuk mencari pendonor untuk proses hemodialisis Joey... Kita sama-sama berdoa saja ya, semoga kita menemukan pendonor sebelum besok..." Ucap dokter, berusaha menenangkanku
Dengan langkah gontai, aku meninggalkan ruangan dokter Benny...
Setiap ucapannya, begitu terngiang...
Terlebih, ketika dokter Benny berkata...
"Dan dengan berat hati saya katakan... Uhum... Tidak ada sedikitpun kesamaan sel, antara anak Jonathan, dengan Mr. Mitsugi Aoyama..."
Bagaimana mungkin itu dapat terjadi!!!
Bukankah hasil test DNA telah di manipulasi oleh Young Joon, hingga, secara serta merta, Joey adalah anak Aoyama, secara biologis!
Aku tidak mungkin menyerahkan tubuhku dengan mudah, kepada sembarangan pria!
Bahkan dengan Aoyama sekalipun, kami melakukannya dalam keadaan mabuk!
Ooowwwhh tuhaaan!!!
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi???!!!
Ucapan dokter Benny seolah mengartikan bahwa, Joey bukanlah anak biologis Aoyama!!!
Lalu siapa ayah Joey yang sebenarnya???!!!
Ponselku berdering, ku tatap layarnya sebelum menjawab panggilan itu!
Aoyama!
Bagaimana aku dapat menjelaskan ini kepadanya???
Ooowwwhh Tuhan...
"Ha-halo..." Ucapku di seberang siki, dengan suara yang sedikit tertahan
"Bagaimana, Jenny? Apa hasilnya sudah kita dapatkan?"
"Aoyama..." Ucapku lirih, tak sanggup untuk melanjutkan ucapanku
"Jenny, apa hal buruk telah terjadi?"
Aku tak kuasa untuk mengucapkan apa yang dokter Benny katakan kepadaku tadi...
Hanya isakan yang dapat ku keluarkan dari mulutku...
Yeah!
Bukankah ini semakin menunjukkan, betapa tidak bergunanya aku???