Love, Life, and Jennifer Season II

Love, Life, and Jennifer Season II
Kisah mereka dulu...



Dia tampak menyesal sesaat setelah mengucapkan nama itu.


Aku segera menatap Aoyama penuh selidik, sesaat setelah mendengar ucapannya tadi, sedangkan Young Joon, dia terlihat semakin kesal terhadap Aoyama!


"Stephanie?" Selidikku kepada Aoyama, yang saat ini terlihat salah tingkah.


Aku menatap wajah Young Joon yang kini merah padam.


"Aaah... Hahahaha... Dia sudah mulai mabuk, sayang... Hahahaha...!" Young Joon tertawa konyol menatapku, kemudian menatap sinis ke arah Aoyama.


Aoyama menggaruk-garuk kepalanya dengan jemari


"Ku pikir, hanya ada Kimberly?" Sahutku


Aku menatap Aoyama yang masih terus menggaruk kepalanya, yang entah memang benar karena gatal, atau karena hal lain


"Aaahhh... Sepertinya sudah malam, ku pikir..."


"Baru pukul 10 malam, dan besok adalah hari Sabtu." Sahutku


Aku menatap ke arah layar ponselku, kemudian kembali memasukkan keripik kentang ke dalam mulutku.


"Kau belum menceritakan tentang Stephanie?" Imbuhku


Young Joon dan dan Aoyama saling menatap satu sama lain, hening sejenak, hingga akhirnya...


"Heeeyy! Kau juga ikut andil disana!" Ucap Young Joon seraya menunjuk wajah Aoyama


Aku menatapnya heran, entah mengapa, sikapnya menjadi seperti anak kecil!


"Apa maksudmu! Kau yang akhirnya memacarinya waktu itu!" Aoyama berkilah


Aku sungguh terkejut mendengar perdebatan dua orang sahabat di depanku ini


"Tapi kau yang menciumnya!" Young Joon kembali berargumen


"Aku mendapatkan $300 dollar, tapi kau yang mendapatkannya!" Aoyama kembali berdalih.


"Lagipula, apakah selama 5 bulan berpacaran, kalian tidak pernah berciuman?" Sinis Aoyama


"Tentu saja pernah! Bahkan sering! Kau tahu! Semua orang selalu menatap kami setiap kali kami berken..." Ucapan Young Joon tiba-tiba tercekat!


Aoyama dan Young Joon kini menatap ke arahku yang sedari tadi memperhatikan tingkah mereka.


"Sepertinya cerita ini menarik sekali." Ucapku, lalu meraih keripik kentang lagi.


"Aku merasa tertarik sekali, untuk mendengar versi lengkapnya." Kataku lagi, sambil menatap wajah mereka berdua, seraya mengunyah keripik kentang.


Mereka berdua, kini saling menatap satu sama lain!


"Aaahhh... Itu hanya cinta monyet! Hahahaaa! Ya kan, Young Joon!" Aoyama tampak memaksakan tertawa.


"Y-yaa... Benar apa yang dikatakan olehnya, sayang. Hahahaaaa!" Young Joon juga tampak terpaksa sekali untuk tertawa.


Aku tersenyum melihat sikap mereka.


Young Joon dan Aoyama mengelus dada mereka, mendengar perkataanku barusan


"Aaahh!!! Iyaa... Kau benar!" Mereka mengucapkannya bersamaan.


"Aku bahkan memiliki banyak pacar sebelum menikah denganmu, Joon. Dan dekat dengan beberapa lelaki, bahkan setelah menikah denganmu." Ucapku, kemudian meneguk wine.


Mereka berdua menatapku heran


"Hahahaaa... Ayolaaahh!!" Kataku kembali mencairkan suasana.


Dan akhirnya kami semua kembali tertawa.


"Setidaknya, setelah beberapa waktu sebelumnya, ku pikir hari ini adalah awal dari hal baik ke depannya... Bukankah begitu?" Ucapku kepada dua lelaki itu


Mereka berdua tersenyum, kemudian saling merangkul


"Yeah... Semoga seperti ini, ke depannya..." Sahut Young Joon, masih merangkul Aoyama


"Dan, ummm... Jenny..." Ucap Aoyama ragu, kemudian mengurai rangkulan Young Joon


"Hmmmm? Ada apa, Aoyama?"


"Tentang sikapku beberapa waktu yang lalu..."


Aku tersenyum, kemudian mengusap punggung tangan Aoyama


"Aku mengerti, tuan..." Ucapku sambil tersenyum, menatap wajah Aoyama


Sikapku ini, nyatanya menarik perhatian suamiku! Hahahahaaa!!!


Dengan sigap, Young Joon segera berdiri, lalu melepas tanganku dari punggung tangan Aoyama!


"Hey! Sudah! Sudah!!! Sudah cukup untuk hari ini!!! Mitsugi, tidakka kau ingin kembali ke rumahmu? sekarang ini sudah pukul..." Young Joon melihat sekilas ke arah jam tangannya


"Sebelas! tidakkah kau..."


"Hey! Besok hari libur, kan?" Sahutku, kemudian berdiri


Aoyama seolah mengerti sikap sahabatnya tersebut, kemudian ia pun ikut berdiri, sambil tersenyum


"Baiklah, Jenny... Ku pikir benar yang suamimu katakan tadi, jadi aku..."


"Tunggu apa lagi?!" Young Joon segera menyela ucapan Aoyama


"Hey! Aku memang akan pulang! Ada apa denganmu!" Kesal Aoyama


"Apa kalian selalu bersikap seperti ini, sewaktu kuliah dulu?!" Ucapku tak kalah kesal


"YA!"


"TIDAK!"


Mereka menyahut secara bersamaan, namun dengan jawaban yang berbeda, membuatku tidak habis pikir, dan menggelengkan kepala