Love, Life, and Jennifer Season II

Love, Life, and Jennifer Season II
(Harusnya) Hari Pernikahan



POV Author


Hari pernikahan telah tiba.


Jennifer menghampiri Stephanie yang kini terlihat gugup di depan meja rias


Dia tampak cantik sekali!


"Huufftt! Aku benar-benar gugup saat ini, Elle..." Stevie menggenggam erat tangan Jennifer, yang kini berada di hadapannya.


Jennifer tersenyum bahagia, melihat teman SMA nya tersebut


"Aku pernah merasakan ini sebelumnya, Steph." Ujar Jennifer, kemudian memeluk hangat sahabatnya itu


"Huuhh... Semoga semua berjalan sesuai rencana... Ini adalah pernikahan yang ku impikan." Ucap Stephanie, kemudian mengeratkan pelukannya.


Di sisi lain, Young Joon menghampiri Aoyama yang juga tengah dilanda rasa gugup


"Relaks saja, bro!" Seru Young Joon seraya menepuk bahu Aoyama


"Huufftt! Entahlah, Young Joon... Perasaanku benar-benar kacau saat ini." Sahut Aoyama tampak gelisah


"Apa maksudmu, Mitsugi!" Ucap Young Joon heran


"Entahlah..." Aoyama menatap tajam ke arah Young Joon


"Jangan bilang kalau kau..."


"Aku..."


"Heeeyy.... Ini sudah mau dimulai! Bersiaplah menuju altar, Mitsugi!" Seseorang menginstruksi Aoyama, agar segera menuju altar.


"Aku pergi sekarang." Ucap Aoyama seraya menepuk bahu Young Joon, yang seolah mengerti isi hati Aoyama.


*******************


Aoyama sudah berada di depan altar, menanti pengantinnya datang, dengan hati yang sangat gelisah.


Para tamu terlihat bahagia, terutama kedua orang tua Aoyama.


Kedua orang tua Young Joon dan juga Jennifer turut hadir disana.


Young Joon tampak merangkul mesra istrinya


"Apa kau ingat, kita pernah mengalami momen ini, sayang?" Ucap Young Joon, sambil menatap wajah Jennifer


Jennifer mengangguk kemudian menatap wajah suaminya tersebut.


"Kau tahu, aku sungguh sangat gugup saat itu." Young Joon tertawa kecil.


"Sungguh?" Jennifer tersenyum


"Hmmm... Dan saat pengantinku datang, duniaku seolah berhenti berputar."


Young Joon menatap mesra wajah istrinya itu.


"Dia adalah pengantin tercantik yang pernah kulihat di muka bumi ini." Young Joon tersenyum, kemudian mengecup kening Jennifer, yang kini tersipu.


Dan saat pengantin wanita datang, dengan menautkan lengannya pada lengan ayah si mempelai wanita, serta diiringi oleh dua orang bocah pengiring, Joey dan Haruka, anak dari sepupu Aoyama, semua mata tertuju kepada pengantin wanita tersebut.


Wajah Aoyama tampak menegang, hingga....


"PERHATIAN!!! PERHATIAN!!!"


Semua mata tertuju kepada si empunya suara. Stephanie dan juga para pengiringnya, menghentikan langkah mereka.


Aoyama menatap tajam sosok yang kini menyeringai di balik altar, begitupun Young Joon dan juga Jennifer!


Mereka berdiri menatap sosok itu!


Mereka sangat mengenali suara dan juga sosok tersebut!


Kimberly Tan!


"SEBELUM PEMBERKATAN DIMULAI, DAN SEBELUM TERJADI PENYESALAN DISANA, ADA BAIKNYA..."


"APA YANG KAU LAKUKAN DI PESTAKU, PELACUR MURAHAN!!!" Stephanie setengah berlari menuju ke arah altar!


Aoyama menghampiri calon istrinya tersebut.


"Apa kau mengundangnya kesini!" Ucap Stephanie menatap tajam ke arah Aoyama


"Aku sama sekali tidak tahu, bagaimana dia bisa datang kesini, sayang..." Sahut Aoyama nampak sedikit kesal.


Mereka berdua menghampiri Kimberly, yang kini telah berjalan menuju mereka berdua.


"Wow! Senang akhirnya bisa berjumpa kembali, Stephanie..."


"Tutup mulutmu! ****** sialan!" Stephanie menunjuk wajah Kimberly dengan penuh amarah.


Kimberly tersenyum, seolah merendahkan Stephanie.


"Bukankah nasibmu selalu saja malang, Stevie?" Kimberly tersenyum, mengejek Stephanie


"Apa maksudmu!" Aoyama meninggikan suaranya kepada Kimberly.


"Siapa yang mengizinkanmu datang kesini!" Mata Aoyama memerah ketika mengucapkan hal tadi


"Kau akan berterima kasih kepadaku, setelah aku mengatakan tentang sebuah kebenaran, kepadamu..." Ucap Kimberly, kemudian berlalu, dan menjemput seseorang yang sejak tadi menantinya di belakang altar.


Ketika membawa seorang gadis ke hadapan para tamu undangan, dan juga kedua calon pengantin, wajah Young Joon memerah!


Young Joon kemudian segera menghampiri Kimberly


"Apa maksud dari semua ini!" Gusar Young Joon


Young Joon benar-benar menatap Kimberly dengan penuh amarah, namun Kimberly tersenyum puas


"Woowww!!! Ada apa denganmu, Oppa?" Kimberly tampak mengejek Young Joon.


"Apa gadis di sebelahku ini, mengusik ketenanganmu?" Ucap Kimberly seraya menunjuk ke arah gadis itu dengan ujung matanya.


Aoyama nampak kehilangan kesabaran, dan menghampiri Kimberly


"Katakan, apa yang kau inginkan di pesta pernikahan..."


"Aku akan memberitahumu, tentang fakta yang selama ini disembunyikan oleh sahabatmu sendiri, tuan Mitsugi Aoyama!" Kimberly menatap tajam ke arah Aoyama yang kini terlihat begitu gusar.


Stephanie yang sedari tadi menahan rasa muaknya, kini menghampiri mereka


"Apa? Ada apa ini?!" Mata Stephanie berkaca-kaca.


Jennifer segera menghampiri mereka, lalu Kimberly menatap tajam ke arah Jennifer, kemudian menyeringai


"Tidakkah kau mengetahui rahasia kecil antara calon suamimu, dan juga wanita itu?" Kimberly berkata kepada Stephanie, seraya menyeringai ke arah Jennifer.


Stephanie menatap nanar ke arah Jennifer, yang kini telah meneteskan air mata.


Kedua orang tua Jennifer, Young Joon, Aoyama, serta Stephanie telah mengelilingi mereka


"Ada apa ini?" Ibu Aoyama nampak bingung.


Kimberly terlihat puas, melihat apa yang ada di hadapannya kini


"Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul disini, Caroline akan menjelaskan semua." Kimberly tampak mempersilahkan gadis pirang berkulit putih yang datang bersamanya itu untuk berbicara.


Mereka yang berada di depan altar, tampak memandang Caroline.


Gadis itu tersenyum menatap wajah Young Joon, yang kini merah padam.


"Hallo, tuan Park! Senang akhirnya dapat bertemu kembali denganmu." Ucap Caroline kemudian menatap satu per satu wajah yang ada di hadapannya kini.


"Aku adalah mantan pasangan sesama jenis dokter yang menangani proses tes DNA anakĀ  mereka." Caroline menatap ke arah Jennifer dan juga Young Joon.


"Lalu apa hubungannya ini dengan pernikahanku!" Stephanie meninggikan suaranya, hingga membuat Aoyama segera memeluknya.


"Kau bisa tanyakan itu kepada calon suamimu, bukankah tes DNA itu atas permintaanmu, tuan Mitsugi Aoyama?" Caroline tersenyum menatap Aoyama.


Stephanie menatap nanar ke arah calon suaminya itu.


Mata Aoyama berkaca-kaca menatap wajah calon istrinya.


"Tuan Park menghubungiku, dan melakukan dua kali pertemuan denganku, untuk membantunya, agar dapat membujuk mantan kekasihku." Ujar Caroline, seraya menatap wajah Young Joon


"Apa maksudmu!" Jennifer yang semenjak tadi membisu, akhirnya membuka suaranya.


Mata Jennifer berkaca-kaca, bahkan tubuhnya gitu bergetar


"Hey, bukankah aku pernah melihatmu, di restoran cepat saji, nona?" Caroline tersenyum menatap Jennifer


Jennifer terhenyak! Ucapan gadis itu, kembali membuatnya mengingat akan memori beberapa tahun silam!


Yeah! Gadis itu!


Gadis yang ia lihat, tengah menemui suaminya di restoran cepat saji!


"Tuan Park mengorek keterangan tentang kehidupan pribadi mantan kekasihku, agar dapat mengancam..."


"Jaga bicaramu!" Young Joon memekik kepada gadis itu


Young Joon tampak menahan amarahnya, namun Caroline menyeringai ke arah Young Joon


"Bukankah harusnya kau berterima kasih kepadaku, tuan Park Young Joon?"


"Apa maksud dari semua ini!" Aoyama meninggikan suaranya


"Kau berhasil memanipulasi hasil tes DNA itu, bukan?" Caroline mengejek Young Joon


Semua terbelalak mendengar pengakuan gadis itu!


"Apa maksudmu!" Aoyama kini menghampiri Caroline


"Anak itu adalah darah dagingmu, tuan Mitsugi Aoyama!" Ujar Caroline seraya menatap Aoyama.


Tubuh Stephanie, melemas seketika, ketika mendengar apa yang baru saja dia dengar.


Dia hampir saja terjatuh, jika saja ayahnya tidak segera meraih tubuh anak gadisnya tersebut.


Kedua orang tua Young Joon, Aoyama, Jennifer, bahkan Jennifer sendiri tercengang, mendengar hal tersebut!


Young Joon menatap tajam ke arah Caroline, namun Aoyama segera menghampiri Young Joon, dan mencengkeram kerah kemeja Young Joon!


Aoyama menatap Young Joon dengan tatapan penuh kebencian!


Dan Young Joon terlihat pasrah, kali ini


"Betapa aku menyesali fakta BAHWA KITA PERNAH SALING MENGENAL!!!!


'PAAAAKKKKK!!!'