
Seorang laki-laki bersergam perawat tergesa-gesa menghampiri kami.
Kami semua yang berada di lorong rumah sakit itu pun, kini mendekat ke arahnya.
"Begini, kita kekurangan stock darah..."
"Golongan darahku, sama seperti putraku!" Young Joon segera menyela ucapan perawat tersebut.
"Maaf, tuan... Bahasa Inggrisku kurang baik..."
"Saya memiriki gorongan dalah yang sama dengan Joey..."
Perawat tersebut sempat membeku, untuk beberapa waktu, tidak!
Tidak hanya perawat tersebut!
Bahkan semua yang berada disana pun, mengalami hal yang sama!
"O-oke!!! Tuan! Sssshhh... Ikuti aku! Ikuti aku!" Ucap perawat itu dengan bahasa Inggris seadanya, seraya meminta Young Joon untuk mengikutinya
"Apa cuma tuan ini, yang boleh ikut?!" Aku berlari untuk menyamai langkah dua pria yang tengah tergesa itu
"Begini, bu! Ini darurat! Saya harap, ibu mengerti!" Ucap perawat itu, kemudian berlalu, meninggalkanku, yang tengah dilanda rasa gelisah
Mama, papa, Clara, dan juga Aoyama, kini menghampiriku, berusaha membuatku tenang...
"Nak... Kita pasrahkan saja, semoga memang ini jalan yang Tuhan kasih, supaya Joey cepat sembuh..." Ucap mama lirih, seraya mengusap bahuku.
Resah dan gelisah, sungguh menyelimuti diriku...
Aku tengah memasrahkan semua kepada Tuhan...
Aku begitu memahami, betapa Tuhan mencintai Joey, putra semata wayangku, namun...
Dapatkah aku bertindak egois kepada Tuhan, dengan mengatakan kepada-Nya, bahwa cintaku kepada putraku, mungkin sama besarnya, dari cinta yang Tuhan miliki untuk putraku?!
Satu jam lebih, telah berlalu...
Young Joon kini telah kembali ke tempat dimana kami menunggu dengan penuh pengharapan...
Aku langsung menghampirinya...
"Bagaimana? Apa semua lancar? Apakah darahmu benar-benar dapat di donorkan kepada Joey? Apakah..."
"Jenny... Tenanglah..." Ucap Young Joon
Mata sayu yang meneduhkan itu...
Caranya menenangkanku dengan tatapan itu...
Oh, Tuhan...
Young Joon masih sama seperti dulu...
Young Joon masih bersikap sama seperti ketika rasa cinta kami seolah tiada pernah ada habisnya...
Young Joon memelukku, eraaaattt sekali...
Bahkan sesekali, ia mengecup puncak kepalaku...
Bohong rasanya, jika ku katakan aku tidak menyukai ini!
Yeah!
Pelukan ini, adalah satu-satunya pelukan yang dapat membuatku merasa jauuuhhh lebih baik!
Pelukan ini, dengan seketika, mengingatkanku akan ucapan Joey...
"Aku ingin, mommy dan daddy kembali bersama, seperti dulu... Aku ingin, itu bukan hanya sekedar mimpi..."
Mommy berjanji, mommy akan mengembalikan semua yang telah hilang dari hidupmu...
Mommy berjanji, kita bertiga, akan kembali hidup bersama lagi, ketika kau telah sembuh...
Mommy berjanji kepadamu...
Tiga jam kemudian, setelah menunggu dengan penuh harap, hingga rasa lelah, tak sedikitpun ku rasakan...
Mungkin bukan hanya diriku, mama, papa, Clara, Young Joon, bahkan Aoyama yang walaupun telah mengetahui fakta bahwa Joey bukanlah anak biologisnya, tetap setia menanti...
Dokter datang, dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan...
"Keluarga anak Jonathan?!" Ujar dokter
Kami yang berada di lorong itu, segera berhambur ke arah dokter tersebut.
"Syukurlah, operasinya berjalan dengan lancar..." Ucap dokter seraya tersenyum
Ooohhh Tuhan...
Terimakasih, Tuhan...
Hanya kata syukur yang dapat ku ucap untuk saat ini...
"Untuk saat ini, kita hanya tinggal menunggu Jonathan siuman ya bu, pak!" Ujar dokter lagi
Aku segera memeluk Young Joon erat...
Young Joon pun membalas pelukanku, dan langsung mengecup bibirku...
"Terimakasih, sayang... Terimakasih..." Ucapku kepada Young Joon
Young Joon tersenyum, kemudian mengecup keningku.
Aoyama segera menghampiri kami, dan langsung mengulurkan tangannya...
"Selamat... Setidaknya, mendengar semua berjalan dengan lancar, sudah lebih dari cukup untuk mengobati seluruh luka di hatiku..." Ucap Aoyama dengan senyum bahagia
Young Joon segera meraih tangan Aoyama, kemudian memeluk tubuh tegap laki-laki tampan itu...
"Terimakasih banyak, saudaraku..." Ucap Young Joon
Mungkin, apa yang saat ini Joey alami, adalah cara Tuhan untuk mengembalikan semua, seperti sedia kala...
"Baiklah, ku pikir... Semua sudah baik-baik saja, jadi... Mungkin aku harus kembali kepada kehidupanku!" Ucap Aoyama, mencairkan suasana
"Hahahaaaa... Baiklah." Sahut Young Joon
Aoyama kini menghampiriku, ia tersenyum, manis sekali...
"Jenny... Selalu kabari aku tentang perkembangan Joey, ya..."
"Heeeiii!!! Mengapa harus Jenny! Kau dapat menghubungiku, jika ingin mengetahui perkembangan putraku!" Young Joon langsung menyela ucapan Aoyama, seraya berjalan ke arah kami
"Ada apa denganmu! Apa ada yang salah dengan ucapanku tadi?!" Aoyama tidak mau kalah
"Tentu saja salah! Kau itu, sungguh tidak dapat dipercaya!" Sahut Young Joon
"Apa maksudmu!" Sahut Aoyama lagi
"Heeeyy! Sudah! Sudah!" Papa berusaha menyudahi perselisihan dua pria kekanakan ini
Yeah...
Setidaknya, melihat sikap kekanakan dua pria ini, dapat kembali menghadirkan senyum yang hampir sebulan ini, menghilang dari wajah kami...