Love, Life, and Jennifer Season II

Love, Life, and Jennifer Season II
Arjuna = Young Joon



Young Joon berusaha menghentikan ucapan Stevie


"Heeeyy... Sudahlah! Itu hanya masa..."


"Nama gadis yang mengirimi Young Joon pesan." Stevie menatapku.


"Aku masih mengingat namanya." Sambung Stevie


"Steph! Tolong henti..."


"Dan mengapa kau beri nama akun media sosialmu 'Arjuna'?" Lanjut Stevie


Mataku terbelalak!


Bahkan jantungku hampir saja terlepas, begitu mendengar pengakuan Stevie!


**********************


AKu masih terduduk di sisi ranjang, seraya menatap suamiku yang kini sedang salah tingkah, semenjak pengakuan Stevie di depan Tidal Basin, beberapa jam yang lalu.


Entah apa yang ku rasakan saat ini, setelah mengetahui bahwa sosok yang selama ini ku jadikan tempat untuk mencurahkan perasaanku, bahkan sosok yang ku beritahu tentang perasaanku kepada suamiku, ADALAH SUAMIKU SENDIRI YANG TENGAH MENYAMAR SEBAGAI ORANG LAIN!!!


Young Joon menghampiriku, dan ia menundukkan kepalanya di hadapanku.


Young Joon terlihat seperti orang yang bingung, hendak berbuat apa, hingga akhirnya...


"Dengar, ini tidak seperti..."


"Jadi, kau adalah Arjuna?" Selidikku dengan wajah datar.


Young Joon sangat terkejut, sampai-sampai dia membuka mulutnya tanpa sadar, dan menegakkan tubuhnya.


"I-itu..."


Aku segera melemparnya dengan seluruh bantalan yang ada di atas ranjangku


"AAARRRGGHHH!!!" Aku menjerit histeris


Young Joon langsung menghampiriku, kemudian memegang kedua bahuku.


"Jadi, selama ini..."


"Dengarkan aku dulu..." Ucap Young Joon, seraya menatap wajahku, yang kini terlihat sungguh sangat menyedihkan.


Dia terlihat meringis, merasa bersalah


"A-aku...."


"Kau mengetahui semuanya, kan?" Selidikku lagi.


Young Joon menatap wajahku, dan terlihat semakin merasa bersalah, kemudian mengangguk dengan ragu!


Itu membuatku dengan serta merta memukul-mukul tubuhnya, hingga akhirnya, dia memelukku.


"Maaf..." Suaranya terdengar sangat tulus, dan itu cukup meluluhkanku.


"Rasa rinduku terhadapmu, berubah menjadi obsesi..." Ucap Young Joon, kemudian mengurai pelukannya.


"Ku pikir, rasa cinta dan obsesiku terhadapmu, tumbuh secara bersamaan... Dan itu menjadi sama besarnya." Mata Young Joon berkaca-kaca, ketika mengucapkan hal tersebut, begitupun denganku.


"Aku mencintaimu, dengan seluruh jiwa dan ragaku, tanpa terkecuali... Dan itu membuatku merasa gila, tiap kali kita berpisah." Ucap Young Joon, lalu meneteskan air mata.


Aku segera menghapus air matanya, sesaat sebelum ia berkata...


"Melihatmu bernafas, seolah menjadi candu dalam diriku..." Ucapnya tulus


Aku meneteskan air mata, ketika Young Joon mengucapkan kata-kata itu.


Young Joon kemudian mengecup bibirku.


**************************


"Jadi, Aoyama akan menikah Minggu depan, ya?" Ucapku sambil menatap sebuah surat undangan, seraya melahap roti lapis


"Hmmm... Begitulah." Jawab Young Joon kemudian meneguk susu


"Dad, papa mengatakan kepadaku, bahwa aku akan menjadi pengiring pengantin!"


Joey tampak riang sekali, hingga aku dan Young Joon tersenyum menatapnya


"Kau harus melakukan tugasmu dengan baik, tuan muda!" Ujar Young Joon seraya tersenyum


"Pastinya!" Joey tampak percaya diri.


Aku tersenyum melihat kehangatan mereka berdua


"Kedua orang tua kita juga akan menghadiri pesta itu." Ucap Young Joon, sambil menatapku


Aku sedikit terkejut, begitu mendengar hal tersebut


"Eh?"


"Yeah! Mitsugi turut mengundang mereka." Young Joon memastikan


"Yeaaaayyyyy!!! Nenek dan kakek akan datang!!!" Joey benar-benar bahagia mendengar kabar itu


"Kapan mereka akan datang?" Tanyaku


"Tiga hari sebelum resepsi." Jawab Young Joon lagi


"Aahh... Baiklah." Ujarku, kemudian meneguk susu.


"Mommy, kira-kira pakaian apa yang akan ku kenakan ketika mengiringi papa, nanti?" Joey adalah sosok yang paling antusias!


Aku dan Young Joon tersenyum bahagia, menatap putra semata wayang kami ini...


"Papa dan calon istrinya, sudah menyiapkan semuanya, sayang... Oh, ya!" Ucapku


"Ada apa, mom?"


"Apa kau tahu, seorang gadis akan berjalan berdampingan denganmu?" Imbuhku lagi


Joey mengerutkan kening, kemudian mengangkat sebelah alis matanya, dan itu membuatku dan Young Joon tertawa