
Ran tidak bisa menjawabnya. Ia kelabakan menghadapi pertanyaan ratu kali ini.
Ran bingung harus menjawab apa. Sedang di hatinya mulai menyukai sosok tabib termuda istana. Tapi Ran juga tahu jika tidak boleh menjalin hubungan dengan siapapun karena statusnya sekarang. Karena hal itu hanya akan mengganggu pekerjaannya. Dan pastinya Ratu Blonde juga akan marah jika mengetahui Ran menyukai Liona yang notabene adalah tabib dari Ratu Nia. Sedang kedua ratu selalu berselisih paham di istana.
"Yang Mulia!"
Tiba-tiba saja Liona datang dan menghampiri keduanya yang sedang berbicara di halaman belakang istana. Liona pun tergesa-gesa menghampiri mereka.
"Yang Mulia, Anda di sini ternyata. Saya sudah mencarinya ke mana-mana." Liona pun berkeringat di dahinya.
Ratu menoleh ke arah Liona. Sedang Ran sendiri melihat berapa cantiknya Liona saat ini. Memakai gaun berwarna merah muda yang ceria. Membuat pandangan matanya jadi terkesima. Liona benar-benar cantik di matanya.
Liona, mengapa semakin sering dilihat, kau semakin cantik?
Namun, ratu menyadari jika ada Ran. Ratu pun segera meminta Liona untuk pergi dari tempat itu. "Kita ke luar istana sekarang. Temani aku melihat keadaan pasar sebelum kau pulang kampung," pinta ratu kepada Liona.
"Baik, Yang Mulia."
Liona pun memenuhinya. Tampak dirinya yang mengikuti Ratu Nia dari belakang. Sedang Ran ingin menggapai tangan Liona. Namun ia tahan.
Dia ingin pulang kampung? Apa itu berarti dia tidak akan tinggal lagi di sini?
Ran pun tersadar dengan perkataan ratu. Ternyata ratu meminta Liona menemaninya melihat keadaan pasar sebelum pulang kampung. Dan entah mengapa Ran jadi sedih mendengarnya. Ia seperti akan ditinggalkan saja. Pagi ini pun menjadi saksi kekacauan hatinya.
"Jadi aku harus bertapa di bukit bunga kristal untuk menjadi manusia seutuhnya, Ayah?" tanya seorang pangeran tampan kepada ayahnya.
Sang ayah mengangguk. "Tapi itu tidak bisa bertahan lama. Wujudmu akan kembali menjadi serigala. Lamanya bertapa adalah lamanya menjadi manusia. Dalam arti semakin lama bertapa, semakin lama kau bisa mempertahankan wujud sebagai seorang manusia," tutur ayahnya lagi.
Ialah Han, pangeran serigala yang sedang bercakap-cakap dengan ayahnya untuk mencari solusi agar dapat menemui Liona. Dan setelah mencari cara ke sana kemari, akhirnya didapatkan sebuah keputusan bersyarat dari penjaga bukit bunga kristal itu. Yang mana Han bisa berubah wujud menjadi manusia seutuhnya jika bertapa di bukit bunga kristal. Dan waktunya adalah selama Han bertapa. Jadi jika ia bertapa selama tiga hari, maka tiga hari juga ia mampu mempertahankan wujud sebagai seorang manusia.
"Han, kau harus bisa mengukur waktu sebaik mungkin. Jangan sampai waktunya terburu habis sedang kau belum kembali ke istana. Di luar sangat berbahaya." Sang ibu tampak mengkhawatirkannya.
Han menggelengkan kepalanya. "Tidak, Bu. Aku akan mencobanya terlebih dulu. Aku akan bertapa selama tiga hari di sana. Dan setelah itu akan keluar perbatasan hutan selama dua setengah hari. Sehingga tidak akan melewati batas waktu." Han berjanji.
Sang ibu menjadi tenang.
"Sebenarnya kau tidak bisa melakukan hal ini berulang kali, Han. Penjaga bukit mengatakan hanya satu kali kau bisa melakukannya. Setelah itu tidak akan bisa lagi. Maka pikirkan baik-baik berapa hari yang kau butuhkan sebelum keluar dari perbatasan hutan," tutur ayahnya lagi.
Han mengerti.
.........
...Han...