LIONA

LIONA
Tak Beres



Aku rasa ramuannya kuberikan saat menuangkan arak saja ke dalam gelas. Aku khawatir tamu istana ikut mencicipinya jika dicampur sejak awal. Yang mana bisa membuat mereka mabuk dan lemas. Aku tak bisa membayangkan jika semua orang di istana ini mabuk. Aku juga takut istana diserang secara tiba-tiba. Jadi lebih baik berjaga-jaga sejak awal saja.


Begitulah yang ada di pikiran Liona saat melihat situasi terkini. Han pun memerhatikan keadaan sekitarnya. Ia kemudian mencium aroma yang tak biasa. Han lalu mengajak Liona untuk masuk ke dapur istana.


"Liona, sepertinya ada yang aneh dengan masakannya." Han memberi tahu. Saat itu juga Liona mengerti apa yang harus dilakukannya.


Setengah jam kemudian...


"Pangeran Han, bergegaslah ke istana barat dan lihat siapa saja tamu yang datang. Aku akan menemui ratu terlebih dahulu. Kalau bisa cek menggunakan teropong dari sisi yang berlawanan. Entah mengapa firasatku tak enak malam ini."


Liona tampak cemas kala menjelang detik-detik perjamuan. Han pun mengerti apa yang Liona risaukan. Ia kemudian menenangkan Liona.


"Untuk keamanan, aku akan ikut membantu. Tapi kau juga harus berhati-hati saat perjamuan."


Mereka akhirnya saling mengingatkan satu sama lain. Memberi perhatian dan menginginkan keselamatan bersama. Han dan Liona tampak kompak malam ini. Yang mana tak lama deru langkah kaki kuda memisahkan mereka. Sudah saatnya bagi keduanya untuk menjalankan rencana.


Yang Mulia, aku mempunyai berita kurang baik untukmu.


Lantas Liona pun segera menuju ke kediaman ratu. Ia ingin mengabarkan sebuah berita kepada ratu di sana. Liona pun bergegas menghampirinya.


Ratu Nia dan Liona tampak berbincang dan menyuruh semua penata rias untuk keluar dari kediamannya. Tampak ratu yang terkejut dengan penemuan Liona petang ini. Ia tak menyangka akan mendengar kabar tak baik ini.


"Supnya ditambahkan mantra sihir? Liona, bagaimana kau bisa tahu akan hal itu?" Ratu tampak tak percaya.


Liona mengabarkan apa yang didapatkannya dari Han. Yang mana Han mengendus sup yang dibuat oleh pihak dapur istana. Ratu pun tampak tak percaya. Ia tak mengerti mengapa pihak dapur istana sampai melakukannya. Ratu pun tidak percaya begitu saja kepada Liona.


"Yang Mulia, saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Jadi saran saya Yang Mulia jangan ikut memakan sup itu nanti. Yang Mulia bisa memakan salad buah atau sayurnya saja. Karena saya khawatir jika Yang Mulia sampai memakan sup itu kesehatan Yang Mulia bisa menurun lagi." Liona tampak memedulikan ratunya.


Ratu menghela napas. Ia tak percaya jika akan mendengar kabar ini dari Liona. Ia yang sudah mengenakan gaun kebesarannya itu pun tampak cantik dan anggun sebagai seorang ratu pertama. Ia juga akan berjaga-jaga di perjamuan demi kebaikan dirinya sendiri.


"Baiklah. Aku tidak akan memakan sup itu nanti. Kalau begitu lekaslah bersiap. Kita akan segera ke ruang perjamuan. Jangan lupa untuk menuangkan arak yang telah kau buat nanti." Ratu mengingatkan.


"Baik, Yang Mulia." Liona pun mengerti.


Malam ini Ratu Nia dan Liona akan segera menjalankan rencana untuk menguak rahasia yang disembunyikan. Tentang sebab musabab mengapa Ratu Nia bisa sampai jatuh sakit. Yang mana mereka mencurigai jika Blonde lah dalang dari semua ini. Lantas benarkah kecurigaan mereka? Dan bagaimana respon baginda raja saat tahu nanti?