LIONA

LIONA
Berjuang



Liona, kau harus menjelaskan apa yang terjadi hari ini padaku. Tunggulah aku. Aku akan datang ke istana Rusmania untuk menjemputmu. Aku merindukanmu, Liona. Telah lama kita tidak bertemu. Apakah kau merasakan hal yang sama denganku? Atau kau benar-benar berpaling kepadanya?


Seribu pertanyaan seolah muncul di pikiran Han akan Liona. Han pun menguatkan tekadnya untuk segera meminta penjelasan. Lantas ia meminta restu kepada ibunya untuk bertapa di bukit bunga kristal. Han ingin menemui Liona di istana Rusmania. Ia ingin tahu kebenaran yang sesungguhnya.


Sesampainya di istana Rusmania...


Liona turun dari kuda hitam milik Ran dengan raut wajah yang amat kesal. Ia pun pergi begitu saja dari hadapan Ran. Tapi Ran mengikutinya. Yang mana membuat Liona segera mengambil batu untuk melemparnya. Tapi saat itu juga Ran seolah menantang Liona untuk melakukannya.


"Lakukanlah. Tapi kau akan mendapat masalah besar jika berani berbuat kekerasan padaku. Prajuritku ada puluhan ribu orang. Kau akan kalah sebelum melawan." Ran menggertak Liona.


Dia ini! Selalu saja menggangguku!


Lantas karena kesal, Liona pun menanyakan apa maksud Ran mengganggunya. "Sejak awal kau selalu menggangguku. Sebenarnya apa maumu? Apa yang kau inginkan agar tidak lagi menggangguku?" tanya Liona kepada Ran.


Saat itu juga Ran tersenyum kecil. Ia melipat kedua tangannya di dada. "Kau ingin tahu apa yang kuinginkan? Baiklah. Nanti malam datang ke istana timur. Aku menunggumu di lantai dua," kata Ran lalu meninggalkan Liona.


Arrrghh! Dia!!!


Liona pun semakin kesal kepada Ran. Ia mengepalkan tangannya seraya melihat kepergian Ran dari hadapannya. Sedang Ran sendiri tampak menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa senang. Liona akhirnya mau mendengarkan keinginannya. Ran pun akan menunggu Liona nanti malam.


Sore harinya...


"Hati-hati di jalan, Putraku. Lekaslah kembali setelah urusanmu selesai."


Sore ini Han berpamitan kepada ibunya untuk bertapa di bukit bunga kristal. Sang ibu pun memberikan restu kepada putranya. Ia mengantarkan Han sampai ke depan istana. Sedang sang ayah akan mengantarkan Han sampai ke kaki bukit bunga kristal. Ia akan menitipkan Han langsung kepada penjaga bukit bunga kristal. Begitulah tanda cinta orang tua kepada anaknya.


Sang ibu mengangguk. Ia kemudian memberikan sekantung pil penambah tenaga untuk putranya. "Jaga baik-baik dirimu."


Pada akhirnya Han pun meninggalkan istana. Ia akan bertapa di bukit bunga kristal segera.


Semoga berhasil, Anakku. Teruslah berjuang untuk sesuatu yang memang patut diperjuangkan. Doa ibu menyertaimu.


Ratu Endless pun berdoa untuk putranya. Ia melihat kepergian sang putra bersama suaminya. Sore ini pun menjadi saksi hati seorang ibu yang mendoakan putranya. Ratu berharap yang terbaik untuk putra semata watangnya.


Liona, tunggu aku. Aku akan datang menjemputmu. Aku rindu. Sungguh rindu. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu.


Sementara Han sendiri ingin lekas-lekas menemui Liona. Ia sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan seorang gadis yang mencuri hatinya. Han ingin bertemu Liona segera.


Malam harinya di istana Rusmania...


"Jadi Ran melarangmu untuk masuk ke sana?" tanya Ratu Nia kepada Liona saat duduk bersama di teras lantai dua kediamannya.


Liona mengangguk.


"Astaga." Ratu pun tampak memijat dahinya.


"Yang Mulia, Anda baik-baik saja?" tanya Liona segera.


"Em, ya. Aku baik-baik saja." Ratu pun meminta Liona untuk tidak mengkhawatirkannya.