LIONA

LIONA
Makan Siang



Liona mengangguk. Ia akhirnya mengantarkan Ran ke luar ruangan.


Liona belum terbiasa ada seorang pria yang menunggunya. Apalagi ini hanya berdua saja dengan Ran. Ia merasa risih, terlebih belum mempunyai ikatan resmi dengan sang pangeran. Maka dari itu Liona meminta Ran keluar. Alhasil Ran pun menunggu Liona di luar kediaman.


Kini Liona akan bergegas mandi dan berdandan rapi untuk menjalani aktivitas hari ini. Ia akan menjalankan misi dari sang ratu untuk mengungkap kebenaran yang selama ini belum terkuak. Ia pun sudah melakukan uji coba sendiri terhadap ramuan yang dibuatnya. Yang mana ternyata mampu membuat seorang prajurit yang meminumnya berkata jujur tentang apa yang pernah dilakukannya. Dan Liona akan memberikan ramuan itu ke Ratu Blonde, ratu ke dua Rusmania. Lantas bagaimanakah respon raja bila mengetahui kebenarannya?


Beberapa jam kemudian, makan siang...


Liona dan Ran semakin dekat seiring dengan seringnya bertemu. Dan kini tampak keduanya sedang bersiap makan siang bersama di gazebo depan istana. Liona baru tahu jika hari ini ratu membiarkannya bersama Ran. Sedang Han diminta untuk mengawasi sekitar area istana barat. Sehingga membuat Liona belum sempat bertemu dengannya.


"Ini pertama kalinya kita makan siang." Ran terlihat semringah sekali.


Liona tersnyum. Ia tampak cantik saat mengenakan gaun yang serba putih. Ran pun terkesima dengan kecantikan Liona.


"Nanti malam ada perjamuan di istana barat. Kau ikut hadir juga, kan? Ayah raja meminta keluarga utama kerajaan menyambut tamu yang datang." Ran menuturkan.


"Tamu?" Liona pun tak tahu.


Ran mengangguk. "Benar, tamu. Kita akan kedatangan tamu dari Eurasia. Sebuah negeri di timur yang berbatasan langsung dengan Rusmania," kata Ran lagi.


Liona mengangguk-angguk. Ia tampak mengerti.


"Aku sudah mempersiapkan gaun untukmu. Nanti kau pakai ya?" Ran pun mulai menunjukkan perhatiannya.


"Hm?"


"Aku rasa aku terlalu banyak merepotkanmu." Liona pun jadi tak enak sendiri.


Ran tertawa. Ia kemudian menuangkan minuman ke dalam gelas. "Kau lucu, Liona." Dia berkata seperti itu.


"Lucu?" Liona pun tak mengerti.


Ran kemudian terdiam sejenak di hadapan Liona. Ia pun memegang tangan Liona selesai menuangkan minuman. "Kau calon istriku. Maka akan kujaga segenap jiwa." Ran mengatakannya yang mana membuat hati Liona tersentuh dan terharu bersamaan.


"Pangeran ...." Liona pun tak percaya dengan kesungguhan Ran.


Ran tersenyum. Ia mengusap kepala Liona. "Sekarang makan dulu. Nanti aku akan sibuk mengecek keamanan di istana barat. Jadi selagi ada waktu aku ingin bersamamu."


Ran berkata lagi yang membuat Liona mengerti mengapa sedari pagi Ran menunggunya. Ternyata pangeran Rusmania itu akan sibuk sebelum acara perjamuan tiba. Liona pun memaklumi keinginan Ran yang ingin bersama. Liona memenuhinya.


Lantas keduanya makan siang bersama sambil menikmati semilir angin yang berembus ke arah mereka. Baik Ran maupun Liona saling mencuri pandang saat salah satu tidak melihatnya. Ran pun semakin menyukai Liona. Ia tidak lagi menunjukkan sisi arogannya. Dan kini hati Pangeran Rusmania itu takluk pada seorang tabib istana. Ia akan segera menikah.


Menjelang malam...


Istana barat tampak ramai oleh para pelayan yang mempersiapkan perjamuan makan malam. Tampak di sana Liona dan Han yang juga sedang melihat-lihat keadaan. Mereka sudah mempersiapkan ramuan khusus untuk Ratu Blonde malam ini. Berupa arak yang dapat membuat si peminum berkata jujur sejujur-jujurnya. Liona pun bergegas ke dapur istana untuk melihat sudah sejauh mana hidangan disiapkan. Han pun bersama Liona ke sana.