
"Kalian tunggu di sini, ya. Biar aku dan kakakku saja yang masuk ke dalam."
Liona pun meminta kepada pasukan yang diutus Ran untuk menunggu. Mereka kemudian mematuhi permintaan Liona. Lantas Liona pun segera masuk ke dalam hutan bersama Han. Mereka berjalan bersama bak pulang ke kampung halaman.
Ayah, Ibu, maafkan Liona yang belum bisa pulang ke istana. Ruang gerak Liona dibatasi di istana Rusmania. Sedang Liona tidak bisa kembali begitu saja. Liona khawatir pasukan Ran akan mengobrak-abrik hutan ini untuk mencari Liona. Karena sekarang ratu telah meminta Liona untuk menikah dengan Ran. Dan Ran pun menyetujuinya.
Jauh di dalam lubuk hati Liona menginginkan pulang ke istana serigala. Tempat di mana ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan perhatian Ratu Endless, ibu angkatnya. Namun, kini ruang gerak Liona terbatas dan ke mana-mana harus mendapat pengawasan yang ketat. Liona pun tidak bisa macam-macam apalagi sampai pergi ke hutan sendiri. Risiko besar akan ditanggungnya jika berani melanggar aturan.
Kini Liona dan Han memasuki hutan untuk mencari akar-akaran yang dimaksud. Tampak Han yang mengarahkan Liona ke tempat tumbuhan tersebut. Han pun menoleh ke belakang untuk memastikan utusan istana tidak ada yang melihatnya. Namun, tim pemanah mengawasi Liona dari sana. Han pun jadi ragu untuk mengajak Liona pulang sebentar ke istana.
"Ibu dan ayah merindukanmu, Liona." Han mengatakan.
Liona terdiam sejenak. Ia teringat dengan ayah dan ibunya. Liona kemudian berdiri menghadap Han.
"Aku juga rindu. Tapi belum bisa pulang ke istana," jawab Liona yang menampakkan raut wajah sedihnya. "Aku juga punya misi. Dan kau tahu apa misi itu." Liona menuturkan.
"Bukan karena kau mengetahui yang sebenarnya?" tanya Han kemudian.
Liona mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu?" Ia ternyata belum tahu siapa Han dan ayah ibunya.
"Pangeran Han, tolong bantu aku untuk menyelesaikan urusan ratu. Entah mengapa hatiku begitu bersemangat untuk memecahkan masalah ini. Aku juga tidak tahu mengapa. Tapi aku percaya akan ada kabar gembira setelahnya. Jadi tolong bantu aku ya." Liona meminta.
Han mengangguk. Ia pun bersedia. Han kemudian mengambilkan akar-akaran yang Liona butuhkan. Liona juga segera memasukkannya ke dalam keranjang yang ia bawa. Sedang pasukan istana masih menjagai mereka. Liona pun cepat-cepat menyelesaikan tugasnya.
Aku harap akan ada kabar gembira setelah ini. Entah mengapa perasaanku begitu kuat untuk menolong ratu. Aku merasa seperti membela ibuku sendiri. Apakah benar ratu adalah ibuku?
Liona bertanya-tanya dalam hati.
Jika benar, lalu siapa yang kupanggil ayah dan ibu di istana itu? Apakah benar mereka adalah kawanan serigala yang membesarkanku?
Liona memikirkannya.
Akh! Kepalaku pusing sekali. Mungkin lebih baik mengikuti alurnya saja. Dengan tetap berusaha dan bersemangat di setiap keadaan. Aku yakin bisa menggapai cita-cita dan impian.
Lantas Liona pun tidak ingin memikirkan siapa ayah ibu Han di dalam hutan. Ia biarkan mengalir begitu saja. Berharap jawaban itu segera didapatkannya. Liona optimis dalam menjalani kehidupan.