LIONA

LIONA
Keputusan



Esok harinya...


Rapat intern istana Kerajaan Rusmania telah diadakan dan menghasilkan keputusan yang mencengangkan bagi Blonde, ratu ke dua negeri ini. Di mana ia dijatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun atas kasus yang dilakukannya. Ia juga diturunkan dari jabatan ratu di istana. Raja Rus juga akan segera menceraikannya. Yang mana hal itu membuat Ran sebagai putra angkat dari Blonde mengalami syok yang berat. Ran tidak menyangka jika hal ini akan terjadi pada ibunya.


Pada awalnya hukuman penjara itu dijatuhkan seumur hidup. Tapi Ran membela sang ibu dan mempertaruhkan jabatannya. Para pejabat tinggi pun akhirnya menurunkan hukuman itu sebanyak dua puluh tahun. Tapi Ran kembali memohon kepada raja. Ia langsung bersimpuh di hadapan raja agar hukuman ibunya diperingan. Dan akhirnya raja memutuskan untuk memberikan hukuman sepuluh tahun penjara.


Pada akhirnya Ran tidak mampu lagi untuk memohon keringanan atas hukuman ibunya. Keputusan bulat sudah ditandatangani bersama. Raja mempertaruhkan jabatan dan wibawanya jika masih memberi Blonde keringanan. Ia akan dianggap sebagai raja yang pilih kasih terhadap rakyatnya. Dan raja tidak mau tanggapan seperti itu ada bahkan sampai terdengar olehnya. Karena pengakuan Blonde saja sudah membuatnya syok tak percaya.


Kini Blonde menyerahkan dirinya. Ia dimasukkan ke dalam sel penjara oleh para prajurit istana. Seluruh atribut kerajaan pun di lepas dari tubuhnya. Blonde hanya mengenakan seragam tahanan dari dasar bahan yang tipis. Ia akan mendekam di sana selama sepuluh tahun lamanya. Sedang Ran hanya bisa sesekali menjenguknya.


"Jadi dia telah menerima keputusan pahit itu?" tanya Ratu Nia kepada prajurit mata-matanya.


"Benar, Yang Mulia. Proses perceraian juga akan segera dilaksanakan. Untuk sementara kita akan melayani tamu istana terlebih dulu. Mereka akan pulang sore ini juga." Prajurit itu menuturkan.


Ratu Nia menganggukkan kepala. "Baiklah. Kalau begitu jika ada pergerakan dari Ran, segera beri tahu aku. Aku khawatir dia akan membelot dan melakukan perlawanan atas penjatuhan hukuman ke ibunya. Dan minta Liona untuk segera kembali ke kediamanku." Ratu berpesan.


Prajurit mata-mata Ratu Nia itu pun segera pergi dari kediaman ratu di lantai dua istana. Ia akan segera memanggil Liona yang sedang berada di istana timur agar segera menemui ratu. Sementara Ratu Nia sendiri memikirkan hal ini. Ia masih khawatir jika Ran melakukan perlawanan sebagai bentuk ketidakterimaan atas penjatuhan hukuman Blonde. Ratu berharap Liona dapat mendinginkan hati Ran di sana.


Di istana timur...


"Pangeran, tidak baik menyalahkan dirimu sendiri."


Gadis cantik yang merupakan tabib muda istana itu sedang berada di teras kediaman Ran yang berada di gedung istana bagian timur. Tampak Ran yang merenungi keadaan ibunya. Ia merasa bersalah karena tidak dapat membela lebih jauh. Liona pun berada di sisinya sejak tadi. Mencoba mendinginkan kepala Ran dan hatinya yang terbakar.


Ran tampak frustrasi. Sebagai seorang panglima ia mempunyai tanggung jawab yang besar. Tapi keputusan ini membuatnya lemas untuk mengemban tugas kerajaan. Ran pun menoleh ke Liona yang duduk di sisinya.


"Aku masih ingin meminta bantuan ibu ratu agar hukuman ibu lebih diperingan. Menurutmu bagaimana, Liona?" tanya Ran dengan raut wajah sedihnya.


Liona tampak prihatin mengenai hal ini. Ia ikut merasakan apa yang Ran rasakan. Tapi ia pun tahu jika hanya bisa menguatkan hati Ran.