LIONA

LIONA
Cari Aman



Liona pun segera memeluk ratu karena kegirangan. Namun, saat itu juga ratu terdiam di tempatnya. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak keras, seolah mempunyai irama yang selaras dengan Liona. Ratu terpana, naluri keibuannya muncul dan merasa Liona memang putrinya.


Liona melepaskan pelukan. "Em, Yang Mulia, maaf." Liona pun segera tersadar dengan sikapnya.


Liona ....


Ratu pun merasa sedih saat Liona melepaskan pelukannya. Sedang Liona segera berpamitan untuk menjemput kakaknya.


"Saya permisi, Yang Mulia. Terima kasih atas izinnya." Liona pun bergegas pergi untuk menjemput Han.


Dia ... putriku ....


Ada perasaan sakit yang menyelimuti hati ratu kala membayangkan putrinya yang telah tiada. Tapi, ada harapan besar di hatinya jika Liona memang putrinya. Semangat juang itu seolah bergelora dan ingin membalikkan keadaan di istana. Ratu berharap putrinya masih hidup hingga sekarang. Dan putrinya itu adalah Liona.


Lantas kapankah kebenaran itu akan terungkap secepatnya?


Beberapa menit kemudian...


Atas izin ratu, akhirnya Liona dapat membuat Han tinggal di istana. Dan kini Liona sedang menjemput Han di depan gerbang istana. Tampak Liona yang berbicara kepada prajurit yang berjaga.


"Aku ingin menjemput kakakku. Yang Mulia Ratu sudah mengizinkannya." Liona berkata kepada prajurit-prajurit yang berjaga di gerbang istana.


"Baik."


Prajurit-prajurit itu pun membukakan pintu gerbang istana untuk Liona. Dan saat dibuka, saat itu juga Liona melihat Han yang sudah menunggunya. Sesuai dengan kesepakatan yang mereka bicarakan semalam.


"Han, masuk!" Liona pun memanggil Han.


Han yang sudah menunggu sedari tadi itu pun lekas menghampiri Liona. Ia kemudian masuk ke istana Rusmania. Tampak prajurit-prajurit yang berjaga mempersilakan Han masuk setelah dijemput Liona.


"Sudah."


"Kau cerdik sekali, Liona."


"Hm, benarkah?"


Dan kini keduanya memasuki halaman istana Rusmania yang luas. Mereka pun bercakap-cakap untuk saling mengingatkan. Tak lupa Liona juga meminta Han untuk memainkan peran.


"Aku masih menyelidiki kebenaran di sini. Jadi tolong bantu aku untuk mengusutnya. Jangan lupa untuk bersikap santun kepada ratu, ya. Karena dialah yang mengizinkanmu untuk tinggal di sini," pinta Liona kepada Han.


Han mengangguk. "Lalu kita ke mana sekarang?" tanya Han kemudian.


"Kita bertemu ratu dulu. Dia ingin melihatmu. Nanti jika ditanya siapa dirimu, jawab saja kau itu kakakku. Oke?" Liona meminta.


"Baik, aku mengerti." Han pun mengerti.


Keduanya kemudian menuju lantai dua istana untuk ke kediaman ratu. Liona akan mengenalkan Han kepada ratu. Yang mana ratu sudah menunggunya. Ratu Nia ingin melihat keluarga dari Liona. Namun, apakah Han bisa menjaga rahasia tentang hubungannya dengan Liona?


Sepuluh menit kemudian...


Liona dan Han akhirnya sampai di kediaman ratu. Dan kini mereka duduk di kursi tamu sambil menunggu ratu datang. Ratu Nia ternyata tidak sedang berada di tempatnya. Ia pergi untuk suatu urusan bersama pengawalnya.


Ada harap-harap cemas yang melanda hati Liona. Ada ketegangan yang melanda Han sebagai serigala. Ia takut penyemarannya terungkap. Apalagi saat memasuki istana, Han melihat banyak para pemanah yang berjaga.


Han mungkin dapat mengalahkan prajurit berpedang dengan mudah karena jarak tempur yang dekat. Tapi tidak untuk para pemanah yang kapan saja bisa melukainya dari arah yang tidak disangka-sangka. Han tidak bisa melakukan pertarungan jarak jauh. Ia tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Sehingga sebisa mungkin ia menghindari para pemanah yang berjaga.