LIONA

LIONA
Gaduh



Esok harinya...


Cuaca pagi ini sedikit mendung karena banyaknya awan hitam berarak di angkasa. Pagi-pagi ini juga istana dikejutkan dengan teriakan Ratu Blonde, ratu ke dua Rusmania. Tampak sang ratu berteriak bak orang gila. Seluruh penghuni istana pun segera menuju ke kamarnya. Sedang baginda raja masih berada di kediaman Ratu Nia.


"Ibu, sadarlah!"


Dan sebagai seorang putra yang telah dibesarkan Blonde, Ran pun membantu ibu angkatnya agar segera tersadar. Namun sayang, Blonde seperti orang yang frustrasi. Ia berteriak-teriak sendiri. Tak lama raja dan ratu pertama pun datang ke kediaman Blonde di lantai satu istana.


"Ada apa ini?!"


Sontak seluruh penghuni istana segera menyingkir dan memberi ruang bagi raja untuk melihat istri ke duanya. Dan saat melihat, saat itu juga raja terkejut bukan kepalang. Ia tak menyangka jika akan melihat sendiri bagaimana keadaan istrinya.


"Astaga ...."


Raja menyayangkan hal ini. Ia melihat sendiri bagaimana Blonde yang kacau balau dengan gaun yang compang-camping tak karuan. Ia juga tak mengerti mengapa rambut Blonde bisa acak-acakan. Ratu ke dua Rusmania seperti orang gila yang hilang kesadaran.


"Baginda, bawa saja Blonde ke ruang pengobatan istana. Kita lebih bisa memberinya bantuan." Ratu Nia menyarankan.


Raja mengangguk. "Prajurit! Ran! Bawa segera ratu ke ruang pengobatan istana!" perintah raja kepada putra dan prajuritnya.


"Baik, Yang Mulia."


"Lihat! Ratu Blonde sudah gila! Mengerikan sekali," cetus salah seorang pelayan istana.


"Benar. Padahal dulu dia gagah berani. Tapi kini bak tidak terurus sama sekali. Bajunya compang-camping dan dandanannya rusak bak orang gila. Kasihan sekali dirinya." Pelayan lain menambahkan.


"Padahal dulu aku sangat mengaguminya. Dia begitu terawat dan juga bersih. Tapi pagi ini benar-benar berbeda sekali. Apakah ini wujud asli dari dirinya?" tanya pelayan lainnya.


"Hush! Lebih baik kita kembali bekerja. Aku khawatir pangeran Ran akan mendengarnya. Kita bisa celaka." Pelayan lain memperingatkan.


Pada akhirnya di pagi ini istana Rusmania dibuat gaduh dengan keadaan Ratu Blonde yang berubah 180 derajat. Ia membuat para penghuni istana ilfeel dengan keadaannya. Istana pun menjadi saksi Blonde yang dibawa ke ruang pengobatan. Ia akan segera diobati di sana. Bersama dengan kegembiraan di hati Ratu Nia.


Satu jam kemudian di ruang pengobatan istana...


Sesepuh tabib istana akhirnya didatangkan untuk mengobati Blonde. Kepala pelayan istana juga berada di sana untuk ikut membantu proses pengobatan. Tapi puluhan menit menunggu, ternyata tidak ada hasil yang signifikan dari proses pengobatan. Sesepuh tabib istana pun merasa heran.


"Yang Mulia, sepertinya kita harus melakukan kuras lambung. Saya khawatir ratu salah makan atau minum sesuatu. Karena sampai saat ini peredaran darah di area pencernaannya kurang baik. Apakah Yang Mulia setuju?" tanya sesepuh tabib istana.


Raja Rus tampak cemas. "Lakukan sebaik mungkin, Tabib. Aku menyerahkannya kepada Anda." Raja tampak pasrah.


Tabib mengangguk. "Tapi hal ini akan membuat ratu kesakitan. Apa tidak apa, Yang Mulia? Saya khawatir proses pengobatan malah dikira mengundang bahaya." Sesepuh tabib tampak memastikan kembali.