LIONA

LIONA
Setuju



Han berpikir sejenak. Ia pun merasa tidak akan pernah berciuman dengan Liona. Lantas ia menyanggupinya. "Baik. Aku terima." Pada akhirnya kesepakatan itu terjadi di antara mereka.


"Mulai malam ini bertapalah semampumu di sini. Kau akan mendapatkan gelang berisi butiran permata sebagai penanda batas waktumu tinggal di dunia manusia. Kau bisa menjadi manusia seutuhnya, tapi tidak bisa selamanya. Kau harus mempergunakan kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Karena belum tentu di lain hari bisa mendapatkannya lagi. Aku harap kau mengerti hal ini, Pangeran Han." Kakek berjubah putih menjelaskan.


"Baik, Kek." Han pun memenuhinya.


Pada akhirnya sebuah perjanjian Han sepakati bersama kakek tua itu. Yang mana ia akan bertapa selama yang ia bisa agar dapat bertemu Liona. Han pun berharap mendapat hasil yang sempurna. Ia ingin terus bersama Liona.


Beberapa hari kemudian...


Seisi istana serigala menyambut kepulangan pangerannya dengan antusias dan gegap gempita. Bagaimana tidak, setelah hampir seminggu meninggalkan istana, Han kembali dengan membawa kabar gembira. Tampak di lehernya kini sudah ada lima gantungan pertama. Yang mana merupakan penanda jumlah hari yang tersedia baginya untuk keluar dari perbatasan hutan. Raja dan ratu serigala pun menyambutnya dengan suka cita.


"Han."


"Ibu. Aku kembali." Han semringah sekali.


"Ayah yakin kau pasti bisa, Han. Selamat!" Raja serigala turut berbahagia.


Han tersenyum. Ia kemudian masuk ke dalam istana bersama ayah ibunya. Sedang penghuni istana lain mulai kembali ke aktivitasnya masing-masing setelah menyambut Han pulang.


"Ibu rindu sekali. Padahal tidak sampai seminggu di bukit bunga kristal," tutur ibunya seraya berjalan bersama Han ke ruang keluarga kerajaan.


Ratu Endless tertawa.


"Putra ayah memang sudah besar. Mungkin sudah saatnya untuk berkelana di luar. Kau sudah mempunyai persiapan?" tanya sang raja. Ketiganya pun duduk bersama di ruang keluarga kerajaan.


Han mengangguk. "Aku sudah memikirkan hal ini, Yah. Nanti sore aku akan segera ke istana Rusmania." Han memberi kabar.


"Sore ini?!" Tampak ibu dan ayah Han saling melirik saat mendengarnya.


Han mengangguk. "Aku sudah rindu padanya. Sejak kecil kami dibesarkan bersama. Jika terpisah lama sangat berat untuk ku jalani." Han menuturkan.


Sang ayah mengerti. "Baiklah. Jika nanti sore akan keluar perbatasan, tolong sampaikan kepada Liona jika ayah dan ibu merindukannya. Ayah dan ibu sudah menganggap Liona seperti anak sendiri. Kami tidak membeda-bedakan kalian sekalipun dia berasal dari kalangan manusia. Pintalah dia untuk ke istana. Ayah dan ibu merindukannya," pesan raja serigala.


"Itu benar, Han. Ibu sangat syok saat mendengar dia telah pergi. Rasanya seperti kehilangan anak sendiri. Dia tidak perlu khawatir jika kembali ke sini. Kami akan bersikap sama seperti sebelumnya. Mungkin dia juga sudah tahu siapa kita yang sebenarnya." Ratu tampak sendu mengatakannya.


Han duduk mendekati ayah ibunya. "Han berjanji akan membawa Liona kembali. Ayah, Ibu, restui Han ke Rusmania." Han pun meminta restu kepada ayah ibunya.


Han bertekad untuk menemui Liona segera. Ia pun meminta restu kepada ayah ibunya. Karena tak lama lagi ia akan pergi ke istana Rusmania. Keluar perbatasan hutan dengan aman. Tentunya dalam jangka waktu sebanyak permata yang ia dapatkan. Han akan segera menjemput Liona.