LIONA

LIONA
Kabar Bahagia



Satu bulan kemudian...


"Liona, kau tak apa?"


Ratu Nia sedang berkunjung ke istana timur, tempat Liona tinggal bersama Ran. Tapi rupanya Liona sedang tidak enak badan. Berulang kali ia mual dan muntah yang entah mengapa. Sampai akhirnya ratu curiga jika Liona tengah hamil anak pertama. Ratu pun meminta Liona untuk merebahkan dirinya. Ratu sendiri yang akan memijat badan Liona.


"Lepaskan pakaianmu, Liona. Biar aku yang memijatmu sendiri. Ran sedang keluar istana untuk misi kerajaan. Aku akan menemanimu di sini."


Ratu meminta Liona untuk melepaskan pakaiannya. Liona yang sudah lemas karena mual-mual itu pun segera membuka pakaiannya di depan ratu. Liona lalu merebahkan dirinya di atas kasur. Ia pasrah akan dipijat ratu. Tapi saat Liona merebahkan diri, saat itu juga ratu terkejut. Ternyata ada tanda berbentuk hati di panggul Liona sebelah kiri. Sontak jantung ratu pun seperti berhenti berdetak. Ternyata dugaannya selama ini adalah benar. Liona adalah putri kandungnya.


Liona, putriku ....


Ratu pun meneteskan air matanya. Ia tak menyangka akan menemukan putrinya. Hingga akhirnya Liona berbalik untuk melihat ratu. Saat itu juga ratu segera memeluk Liona dengan erat. Derai air mata mulai bercucuran dari mata ratu. Liona pun terheran-heran sendiri melihatnya. Ternyata putri yang terbuang itu telah kembali ke istana.


Beberapa hari kemudian...


"Selamat, Pangeran Ran."


"Selamat, Putri Liona."


Hari ini kerajaan mengadakan syukuran atas kabar bahagia dari Liona. Liona dinyatakan tengah mengandung satu bulan. Ran pun senang bukan kepalang. Ternyata jerih payahnya selama ini telah menghasilkan. Dan kini keduanya duduk di kursi kerajaan bersama. Ratu Nia bersama Raja Rus pun datang ke acara mereka.


"Liona, selamat ya." Ratu Nia memeluk Liona seraya mengucapkan selamat.


Ratu Nia merasa terharu. Ia kemudian melepaskan pelukan. "Ran." Ia kemudian beralih ke Ran. "Liona adalah putriku. Jagalah dia seumur hidupmu. Aku bukanlah ibu yang baik yang bisa menjaganya sepanjang waktu. Maka kuserahkan tanggung jawabku padamu. Bahagiakan Liona." Ratu berpesan kepada Ran.


Ran mengangguk. Tentu saja kabar Liona yang merupakan putri kandung dari raja dan ratu telah tersebar ke seluruh penjuru istana. Para penghuni istana pun turut berbahagia dengan kabar ini. Ternyata putri kerajaan Rusmania masih hidup hingga kini.


"Ran. Mulai saat ini belajarlah untuk memimpin kerajaan dengan lebih besar lagi. Ayah mengandalkanmu."


Acara syukuran ini menjadi momen titip pesan raja dan ratu ke Ran. Yang mana Ran menerima sepenuhnya titah raja dan ratu. Ran akan segera diangkat menjadi raja dengan Liona sebagai ratunya. Kebahagiaan itu akhirnya telah datang kepada mereka. Liona dinyatakan sah sebagai putri kerajaan Rusmania. Ia telah kembali ke istana.


Sementara itu...


Han mulai membiasakan diri dengan menerima takdirnya. Ia pun kini beraktivitas seperti biasa kembali. Walaupun terkadang bayang-bayang Liona masih terlintas di benaknya. Tapi Han mencoba berlapang dada. Dan kini ia beristirahat sebentar dari rutinitas kerajaannya.


Sedang apa kau, Liona? Semoga kau telah bahagia sekarang.


Pada akhirnya Han dapat menerima keputusan Liona. Ia pun berlapang dada menerima takdirnya. Han tersenyum kepada langit yang jauh di sana. Membayangkan Liona bahagia di Rusmania. Dan akhirnya Han memperoleh kebahagiaannya. Hatinya kini telah tenang karena sudah mengembalikan Liona ke keluarganya. Cinta itu membuatnya berlapang dada.


.........


...Tamat...