
Gray masih berdiri tegak setelah menggunakan jurus terkuatnya, sedangkan Akira dalam kondisi terluka parah. Para penonton bersorak-sorak melihat Gray masih berdiri tegak setelah menggunakan jurus yang sangat kuat, sorakan mereka adalah rasa hormat melihat pertandingan yang hebat.
Tetapi, asap membongkar segalanya, asap yang terjadi karena benturan kekuatan mereka menghilang sedikit demi sedikit sampai kondisi keduanya terlihat jelas. Gray yang terlihat masih bediri tegak ternyara sudah pingsang sambil berdiri, sedangkan Akira yang sudah tergeletak di tanah dengan luka yang sangat parah masih sadarkan diri.
Para penonton terdiam sejenak melihat kondisi tak terduga ini, tetapi setelahnya mereka bersorak kembali
Walikota juga ikut bertepuk tangan atas kemenangan Akira.
Pertandingan demenangkan oleh Akira yang nyaris saja kalah, peserta lain yang melihat pertandingan mereka satu
persatu mengundurkan diri, pertandingan yang seharusnya selesai 2 hari lagi akan berakhir hari ini.
Sekarang hanya 1 peserta tersisa, Akira diberikan perawatan terlebih dahulu sekaligus mendapat undangan dari Walikota untuk kembali hadir di pesta yang dia buat. Yumi bergegas pergi keruang perawatan setelah melihat Akira dirawat.
Brakk!! Suara pintu terbuka “Akira apa kamu baik-baik saja?” tanya Yumi setelah bergegas kemari
“Aku baik-baik saja, mereka memberikan perawatan yang sangat baik, bahkan healer terbaik di kota ini datang untuk merawat aku.” Jelas Akira.
“Baguslah, sudah aku duga kamu pasti menang tidak sia-sia aku mempertaruhkan segalanya tadi hahaha.” Tawa Yumi.
Akira kebingungan melihat tingkah Yumi “Mempertaruhkan apa? Emang kamu abis ngapain.” tanya Akira heran.
“Upsss aku keceplosan mengatakannya, sebelum aku kesini aku menagih uang hasil taruhanku dengan para penjudi, apa aku katakan saja yang sebenarnya lagipula uang yang aku dapatkan bayak sekali.” Ucap Yumi dalam hati. “Tidak-tidak lebih baik tidak mengatakannya.”
“Maksudnya aku mempertaruhkan segalanya untuk mendukung kamu hehe.” Eles Yumi
***
2 hari kemudian tiba saatnya
pesta diadakan, dengan uang milik Yumi mereka bedua membeli pakaian-pakaianuntuk digunakan di pesta
perayaan.
Lokasi penginapan dengan Mansion walikota tidak terlalu jauh jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat pesta.
Sesampainya disana mendengar kabar Akira dan Yumi sudah sampai, Walikota langsung pergi menghampiri Akira lalu menyambutnya.
“Terima kasih sudah datang.” Sambut walikota.
“Sudah seharusnya aku menerima undangan dari anda.” Ucap Akira kepada
walikota.
“Kalau begitu silahkan masuk aku akan mengantarkan kalian ketempat duduk.” Pinta
walikota kepada akira dan Yumi.
Acarapun dimulai dengan sambutan dan beberapa patah kata dari walikota.
"Para hadirin yang terhormat mari kita sambut sang pemenang dari kompetisi yang diadakan
oleh walikota, tuan Akira dan rekannya nona Yumi."Ucap pembawa acara sambil bertepuk tangan.
Beberapa orang merasa iri dengan Akira yang menjadi calon suami putri walikota, tidak heran karena dirumorkan putri walikota itu sangat cantik dan anggun tapi karena masalah keamanan dia jarang dizinkan untuk keluar rumah.
"Dia memang hebat dalam bertarung tapi diakan cuman rakyat jelata, kalau aku jadi walikota
mending aku nikahkan putriku dengan bangsawan yang diatasnya.”
"Tapi wajahnya boleh juga dia memang tampan kalau berpakaian rapih.”
Bergosip dan membicarakan orang dari belakang sudah menjadi ciri khas bangsawan di dunia ini.
Akira dari awal tidak memiliki niatan untuk menjadi calon suami apalagi menikah dengan putri walikota jadi Akira tidak mempermasalahkan tanggapan orang lain terhadapnya.
Acara pembukaan tidak berlangsung lama, tiba saatnya acara inti yaitu pemberian hadiah kepada Akira.
“Aku ucapkan selamat kepada tuan Akira yang telah berhasil memenangkan kompetisi ini, seperti yang aku janjikan di awal orang yang berhasil memenangkan kompetisi akan mendapatkan hadiah sekaligus menjadi calon suami untuk putriku.” Ucap walikota kepada Akira.
“Seperti yang kalian tahu putriku itu sangat jarang keluar rumah dan jalan-jalan berkeliling kota, aku takut kecantikan putriku dapat menggoda semua lelaki yang melihatnya dan menjadi bahaya bagi dirinya, aku menjaga putriku dengan sangat hati-hati karena aku tidak ingin kejadian terhadap istriku terulang kembali.” Jelas walikota.
***
Istri walikota dulu adalah seorang wanita yang sangat cantik dan ramah, dulu bukan hanya kecantikannya yang menjadi daya tarik dirinya suaranya yang begitu merdu dapat membuat setiap orang yang mendengarnya jatuh cinta termasuk walikota saat muda.
Setelah saling bertemu mereka berdua menjalin hubungan romantis, bahkan kisah cinta mereka berdua menjadi cerita yang sangat bagus untuk dibukukan.
Aldwin Vare nama walikota muda saat itu dan Cassiopeia karyawan di sebuah bar, menjadi perbincangan di seluruh kota karena pasangan tersebut melahirkan seorang putri yang sangat cantik yang bernama Fira. Nama tersebut mereka ambil dari lagu pertama yang dinyanyikan Cassiopeia saat bertemu Aldwin. Waktu terus berjalan begitu cepat Fira telah menginjak usia 2 tahun, kehidupan
mereka terus berjalan lancar hingga saat itu tiba.
Pada suatu malam saat sedang turun hujan deras pembunuhan terjadi di mansion walikota para penjaga dan pelayan panik Aldwin yang terbangun malam itu berlari menuju kamar anak dan istirnya, tapi semuanya terlambat mereka berdua telah diculik.
“PENJAGA!! PENJAGA CEPAT KEMARI SIAPAPUN CEPAT KEMARI.“ Aldwin berteriak sekeras-kerasnya memanggil para prajurit dan penjaga tapi tidak ada satupun yang datang karena mereka teralihkan oleh pembunuhan.
Tanpa pikir panjang Aldwin menggambil pedang diruangan harta lalu pergi berlari mencari istri dan anaknya tanpa petunjuk sedikitpun. Aldwin terus-menerus berlari hingga akhirnya menemukan sobekan pakaian dari istrinya
Aldwin berlari petunjuk tersebut hingga tiba di suatu tempat, yaitu tempat BAR istirnya bekerja dulu.
Aldwin mendobrak pintu dan melihat…. Istirnya sedang di perksa oleh puluhan orang sementara anaknya tergeletak tak bertenaga sampai tak mampu untuk menangis. Emosi Aldwin melonjak Aldwin saat itu sudah menjadi orang gila…. Pedang yang dia ambil di ruangan harta merupakan pedang warisan keluarga Vare dirinya
dikendalikan oleh pedang tersebut dan membunuh semua orang yang ada tempat tersebut, Istrinya di duga bunuh diri saat dengan di perksa.
Singkatnya seperti itu sungguh bahagia kisah mereka.
"Sejak saat itu aku mengutamakan keamanan lebih dari siapapun untuk melindungi keluargaku, karena itulah aku membuat kompetisi ini agar putriku dapat di lindungi orang sekuat dirimu aku yakin kau akan semakin kuat di masa depan." jelas walikota
"Aku titipkan putriku padamu." pinta walikota dengan sangat tulus.
"Aku bersedia untuk melindungi siapapun termasuk putri anda, tetapi saya tidak dapat menikahi putri anda untuk saat ini." jelas Akira.
Semuanya terkejut mendengar perkataan Akira.
"Apa alasannya?" tanya walikota kepada Akira.
"Aku adalah seorang petualang dan aku memiliki tujuan yang sangat besar dan berbahaya, aku tidak bisa berdiam di suatu tempat begitu lama apalagi sampai menikah berarti aku harus tinggal bersama untuk selamanya." jawab Akira.
"A-aku akan memberikan apapun untukmu asal kamu mau untuk menikahi putriku, disini kamu tidak akan kekurangan apapun selama hidupmu." pinta walikota
Akira tidak tergoda sama sekali dengan penawan walikota kepadanya "Maaf aku masih tidak dapat menerimanya, aku berharap suatu saat nanti Putri anda akan menemukan yang lebih baik dariku." ucap Akira.
"KALAU BEGITU BAWA SAJA AKU DENGANMU!" teriak seseorang dari dalam ruangan.
Ternyata itu putri dari walikota, Fira!
"Bawa saja aku ikut berpetualang denganmu."