
Setelah menyelesaikan dugeon dan mendapatkan beberapa koin emas mereka berdua pergi merayakannya dengan makan dan minum di restoran, setelah perut mereka terisi dan hari sudah mulai gelap Akira mengajak Yumi untuk menginap semalam di kota ini.
Tetapi terjadi masalah sepele? Mungkin.
"Hah…kenapa hanya tersisa satu kamar saja, padahal penginapan ini sangat besar?"
"Maaf pelanggan, kamar yang tersedia sekarang sedang benar-benar penuh karena besok adalah ulang tahun wali
kota Vare, para bangsawan dan hunter yang mendapat undangan maupun yang tidak diundang mulai menginap disini, karena penginapan di kota Vare juga telah penuh untukhadir dalam acara perayaan ulang tahun wali kota Vare.” Jelas resepsionis.
“Kalau begitu kami akan cari penginapan lain saja!” ucap Yumi kesal.
“Aku yakin penginapan yang lain juga penuh, mungkin cuman disini satu-satunya kamar yang masih tersedia, lagian kalian berdua ini kan sepasang kekasih atau tebak kalian sedang bertengkar yakan? tapi lebih baik kalian segera baikan dari pada salah satu dari kalian harus tidur di kandang kuda, kamar yang tersedia juga memiliki kasur yang besar.” Omel resepsionis.
"Si..si…siapa yang kau panggil pasangan, kami berdua bukan pasangan tau!"teriak yumi
dengan wajahnya yang merona.
"Ohh maafkan aku, tapiya karena tidak ada kamar lain yang tersisa kalian mau atau tidak? Atau akan aku berikan kamar ini kepada orang lain saja."Tanya respsionis.
“Sudahlah kita ambil saja kamar ini, aku akan tidur di lantai aku janji tidak akan melakukan apapun.” Pinta Akira kepada Yumi.
“Emm baiklah kami akan menggambil kamarnya.” Ucap Yumi kepada resepsionisnya.
"Nah gitu dong… kalau begitu kalian akan menginap berapa lama?.” Tanya resepsionis.
“Satu malam saja.” Jawab Akira.
“Baiklah waktu kalian hanya sampai siang, jika lewat dari itu akan kami usir, dan jangan lupa pelankan suara kalian agar tidak menganggu kamar sebelah dan harganya 2 koin perak permalam saja."Ujar resepsionis dengan cepat.
“Pe…pelankan apa maksudmu!!” Pikiran Yumi traveling.
Setelah membayar biaya kamar untuk semalam mereka di berikan kunci kamar oleh pelayan sambil menunjukkan tempatnya, mereka beduapun memasuki kamar, tanpa basa basi yumi langsung pergi ke kamar mandi, sedangkan kazuya masih merapihkanperlengkapannya.
***
Beberapa saat kemudian…
"Yumi kau sudah selesai belum mandinya?"saut Akira kedalam kamar mandi.
“Se…sebentar lagi aku selesai, tunggu giliranmu ya."Balas Yumi.
Setelah selesai mandi Yumipun keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya yang kebesaran dan rambutnya yang masih basah.
Wangyy… Yumi wangyy sekali, apa ini karena samponya yang berkualitasya?
“Heyy berhenti menatapku.” tegas Yumi sambil malu-malu tapi mau.
Ahh tanpa sadar aku menatap Yumi dengan tatapan mesum, sialan! diriku ini sangat memalukan sekali.
"Ma…maaf aku akan segera mandi, tolong temani Pimi."ucapnya sambil berlari ke kamar mandi.
Setelah mereka bedua selesai mandi dan mengganti baju, mereka berdua bersiap untuk tidur. Akira tau kalau yumi sangat gugup jika tidur seranjang dengannya, karena itu Akira memutuskan untuk tidur di lantai tapi untungnya ada
sofa di kamar jadi Akira tidur di sova saja.
Malam sudah semakin gelap dan mereka berdua masih belum tidur.
“Aduh... ini pertama kalinya aku tidur sekamar bareng perempuan, gugup banget jadinya.” Ujar Akira dalam hatinya.
Karena perasaan Yumi yang terus merasa bersalah, akhirnya Yumi mengajak Akira untuk tidur berdua di kasur.
Akira terkejut mendengarnya dan sempat menolak tapi karena paksaan dari Yumi pada Akhirnya Akira mengikuti ajakannya. Merekapun tidur seranjang tapi pada akhirnya mereka berdua hanya gugup dan tidak tidur semalaman.
***
Pagi haripun tiba mereka berdua yang tidak tidur semalaman merasa sangat lelah dan ngantuk, tapi setelah sarapan dan sedikit olahraga pagi mereka mulai sedikit bertenaga.
Di luar penginapan banyak sekali orang-orang yang pergi menuju Kota Vare, sambil membawa beberapa kotak hadiah. Karena melihat keadaan kota yang sangat ramai karena ulang tahun wali kota merekapun memutuskan untuk ikut melihat ulang tahun wali kota.
Perjalanan tidak berlangsung lama mereka bedua telah sampai di perbatasan kota Vare, sesampainya di sana suasananya sangat ramai dan meriah beberapa bangsawan terlihat pergi menuju mansion wali kota mereka beduapun mengikutinya. Sesampainya disana ternyata pestanya sudah dimulai.
"Terima kasih telah hadir dalam pesta ulang tahunku semoga sajian dan sambutan disini cukup untuk para tamu disini! silahkan dinikmati."Ucap walikota.
Setelah acara makan-makan dan pesta perayaan, Walikota tiba-tiba mengumumkan
sebuah perlombaan untuk melihat siapa yang paling kuat di antara para petualang dan bangsawan yang hadir di sini.
Para tamu yang datang di beritahu kalau walikota akan melakukan pengumuman di panggung, para tamupun berkumpul.
"Maaf telah mengganggu waktu kalian, saya ingin mengumumkan sebuah perlombaan kecil untuk para tamu yang datang kemari, perlombaan ini bertujuan untuk melihat siapa yang terkuat di antara para hunter disini, tentunya
para bangsawan boleh ikut dan sebagai hadiahnya yang berhasil menang akan di berikan kesempatan untuk menjadi suami dari putri ku.” Ujar walikota.
Perkataan dari wali kota seketika mengejutkan para tamu.
Putri dari walikota bernama Fira dengan rambut pirangnya yang sangat elegant mata birunya yang seakan bersinar bibirnya yang sangat manis, sampai Fira disebut sebagai wanita tercantik di seruluh kota, setiap bujang yang melihatnya pasti akan langsung jatuh hati padanya.
“Putriku tahun ini sudah berumur 17 tahun, dia orangnya sangat keras kepala dia tidak ingin menikahi seseorang yang lebih lemah darinya, sebagai seorang ayah aku berusaha membujuknya untuk menikah tapi usahaku tidak berhasil, maka dari itu aku ingin mengadakan lomba ini agar bisa memilih kandidat yang cocok untuk menjadi suami dari putriku.” Jelas walikota.
Mendengar pengumuman perlobaan dari walikota Akira sedikit tertarik dengan perlombaannya, Akirapun memutuskan untuk ikut serta dalam perlombaan ini.
“Gadis yang sangat cantik dan elegant.” Tatap Yumi melihat Fira “Pantas saja Akira mengikuti perlombaan ini, dibandingkan denganku kita sudah sangat berbeda.” ucapYumi dalam hati.
"Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk kita mencoba kemampuan bertarung, jika kita kita memenangkan perlombaan ini kita juga akan mendapatkan banyak sekali hadiah."Ucap Akira.
"Huh..bukanya kamu cuma pengen dapet kesempatan supaya bisa menikahi putri itu kan?"Guma Yumi.
"Tentu saja tidak, aku pikir ini kesempatan yang bagus untuk bertarung dengan sesama hunter lain, jadi kamu tidak perlu cemburu seperti itu."Ucap Akira.
"Idih… siapa juga yang cemburu"balas Yumi.
“Walaupun aku memenangkan lomba ini dan menjadi kandidat terbaik, aku tetap tidak akan menjadi suaminya karena tujuan dan perjalananku masih sangat panjang.” Jelas Akira. “Aku hanya mengincar hadiah lain akan bagus bila kita memiliki peralatan yang bagus jugakan.”
"Apa kau serius dengan ucapanmu itu ?"tanya Yumi.
"Tentu saja, aku akan berkeliling ke semua tempat sampai ujung dunia dan memperkuat diriku itu tujuanku berpetualangan, apakah ada yang aneh dengan ucapanku?.” Tanya Akira.
“Tidak kok, aku juga memiliki tujuan yang sama denganmu semoga kedepannya tujuan kita akan tetap sama ya.” Jawabnya sambil tersenyum.
Senyuman Yumi membuat Akira sekali lagi menetapkan tujuannya untuk menjadi
lebih kuat dan dapat melindungi keluarganya.