KING HAREM

KING HAREM
Prinz Mirage (2)



"Ternyata dia, kebetulan sekali ada sesuatu yang harus aku urus dengannya." ucap Yumi dengan nada kesal.


"Oh...apa kalian mengenalnya?." tanya Carla.


"Tidak, tapi aku mempunyai beberapa masalah dengannya." jawab Yumi.


"Aku tidak tahu apa masalahnya, tapi sebaiknya kalian urungkan niat kalian, bukankah sudah aku bilang kalau dia wakil dari Katedral,jika kalian menyinggung nya berarti kalian juga menyinggung orang-orang Katedral dan itu akan menjadi masalah yang sangat besar." jelas Carla mencoba menghentikannya.


"Aku tau,aku tidak akan bertindak ceroboh menghadapinya." ucap Yumi.


"Baiklah,setidaknya tidak akan menjadi masalah yang sangat besar." ucap Carla.


"Carla, apa kau mengetahui siapa pemimpin Katedral di kerajaan ini?,jika Prinz wakil nya berarti ada ketuanya bukan?" tanya Akira kepada Carla.


"Aku tidak tau, ketua mereka jarang sekali keluar menampakkan dirinya di depan umum,hanya orang-orang penting di kerajaan ini yang pernah menemui nya termasuk ayahku." jawabnya.


"Bisakah aku menemui ayahmu, aku ingin meminta bantuan ayahmu untuk bertemu dengan ketua Katedral." ucap Akira.


"Hah..buat apa kau ingin bertemu dengannya?." ucap Carla heran.


"Iya,untuk apa bertemu dengannya,yang ada menambahkan masalah untuk kita kedepan nya jika bertemu dengannya." ucap Fira.


"Aku tau, tapi aku penasaran kenapa Katedral di penuhi dengan orang-orang jahat, aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya mereka rencanakan, semakin banyak informasikita dapatkan yang  semakin baik bukan?." jawab Akira.


"Sebenarnya aku ingin mencoba mendapatkan informasi tentang pusat Katedral, ini akan menjadi bantuan yang sangat besar untuk ku." ucap Akira di dalam hatinya.


"Aku juga cukup penasaran, kalau kita mendapatkan informasi tersebut keluarga Ornelas juga akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar." ucap Carla sambil berfikir.


"Kau pasti tau kalau keluarga Ornelas dengan keluarga Mirage selalu bertentangan kan?, karena wakil Katedral di kerajaan ini salah satu dari keturunan keluarga MIrage, keluarga kami sering mendapatkan tekanan dari Katedral jadi kami tidak bisa sepenuhnya mendapatkan keuntungan dari usaha kami,contohnya pada saat pelelangan mereka sering kali mengklaim Artefak suci sebagai milik mereka, padahal Artefak tersebut di temukan oleh kami, dengan susah payah dan mereka tidak membayarnya sepeser pun." jelas Carla.


"Begitu ya... pantas saja saat pelelangan orang-orang dari Katedral di perbolehkan masuk dan selalu mendapatkan ruang VIP, ternyata mereka menggunakan nama Katedral untuk keuntungan mereka." ucap Akira.


"Ya seperti itulah mereka bajingan licik." ucap Carla kesal.


"Baiklah sudah saatnya pergi, kita akan menjemput teman-teman kalian di kediamanku, tapi untuk membawa kalian ke ayahku, aku sendiri tidak dapat menjaminnya karena ayahku orang yang sibuk dan jarang berdiam di kediaman." jelas Carla.


"Tidak masalah." ucap Akira.


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut, lalu pergi ke tempat tinggal utama keluarga Ornelas di tengah malam, menggunakan kereta kuda.


Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman utama keluarga Ornelas yang sangat besar, mereka mempunyai 2 mansion besar yang berlawanan sebelah kiri dan kanan,air mancur dengan patung-patung megah,dan masih banyak lagi.


Kediaman keluarga Ornelas berada di bagian barat kerajaan cukup jauh dari tempat tinggal Akira dan lainnya.


"Sudah satu jam perjalanan tapi pantat aku tidak terasa panas dan keram seperti sebelumnya, kereta kuda kualitas tinggi memang yang terbaik." ucap Yumi senang.


"Betul sekali, kereta bagus memang yang terbaik." ucap Fira.


"Sudah cukup senang nya, para pelayan akan segera datang kita akan masuk sebentar lagi." ucap Carla.


Mereka pun memasuki mansion yang berada di sebelah kanan.