
Keesokan harinya, setelah mereka semua bangun tidur dan selesai bersiap-siap, Carla membawa mereka semua untuk menemui ayahnya yang sedang berada di Mansion sebelah bagian kiri.
"Kebetulan ayahku sedang tidak sibuk hari ini, jadi kemarin aku meminta izin kepadanya untuk mempertemukan kalian dengan ayahku dan ayahku mengizinkannya." ucap Carla.
"Terima kasih, sudah membantu mempertemukan aku dengan ayahmu." ucap Akira kepada Carla.
"Tidak perlu di pikirkan, ayahku juga cukup tertarik denganmu setelah mendengar alasan kamu untuk menemui nya." balas Carla.
"Apa kau tahu apa yang membuat ayahmu tertarik?." tanya Akira kepada Carla.
"Aku tidak tahu, tapi dari raut wajahnya saat mendengar tentang Gereja raut wajahnya terlihat sedikit senang." jawab Carla
Mereka terus berbicara sambil berjalan menuju tempat Ayahnya Carla sang pemimpin keluarga Ornelas saat ini.
Sesampainya di tempat pemimpin keluarga Ornelas, sang pemimpin keluarga Ornelas sedang melamun sambil melihat ke luar jendela.
Sosok nya tidak begitu tua, tapi beberapa uban terlihat di rambutnya yang panjang,tubuhnya terlihat besar dan kekar yang sangat mencerminkan pria yang suka bekerja keras.
"Ayah, aku sudah membawa mereka semua." ucap Carla kepada ayahnya.
"Ohh.. kalian sudah datang, silahkan masuk." ucap sang pemimpin keluarga ornelas
"Terima kasih" ucap Akira.
"Aku sudah mendengar tentang kalian selama ini di ibukota dari Carla,seperti membuat keributan di istana, menyinggung keluarga Mirage, dan juga kalian menyinggung Gereja, aku saja sampai kebingungan bagaimana cara kalian menyinggung orang-orang hebat itu." ucapnya.
"Ahaha...aku jadi malu." ungkap Akira.
"Perkenalkan sama saya Austin Ornelas,aku adalah ayahnya Carla dan pemimpin keluarga Ornelas saat ini." ungkap Austin.
"Perkenalkan sama saya Akira Kazuya dan ini teman-teman saya." Akira memperkenalkan satu persatu teman-temannya.
"Baiklah kita sudahi perkenalannya, sekarang kita bahas tujuan kalian datang kemari bertemu dengan ku." ujar Austin.
"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan, apa kau tau alasan gereja suci berubah menjadi tempat yang di penuhi orang-orang jahat ?." tanya Akira.
Austin menatap Akira dengan tatapan tajam.
"Ah.. maaf.. sepertinya aku tidak sopan, aku langsung bertanya tanpa pikir panjang..." ucap Akira.
"Tidak apa-apa, sebenarnya aku hanya sedikit terkejut jarang sekali ada anak muda yang menanyakan hal seperti ini, kebanyakan anak muda seperti kalian lebih memilih menikmati hidup nya dengan damai dari pada mengurusi sesuatu yang tidak penting lagi." ucap Austin.
"Anggap saja aku tertarik kepada kalian, jadi aku akan menjawab beberapa pertanyaan kalian, untuk pertanyaan pertama tadi sebenarnya kau memiliki pertanyaan yang cukup bagus dan juga cukup berbahaya." ucap Austin.
"Berbahaya?" tanya akira kepada Austin.
"Ya, karena orang-orang yang mengetahuinya sangat sedikit, dan mereka juga berusaha untuk menutup-nutupi kejadian tersebut agar semua itu hanya menjadi sejarah yang terlupakan,bahkan bila perlu mereka akan membunuh siapapun yang mengetahuinya." jawab Austin.
"Aku tidak masalah walaupun informasi ini sangat berbahaya,karena sekarang aku sangat ingin mengetahuinya, jadi bisa kau ceritakan lebih banyak lagi?." ucap Akira,
"Baiklah ,aku hanya akan menceritakan sedikit yang aku tahu, orang-orang dari Katedral yaitu pusat dari seluruh gereja pernah melakukan suatu kesalahan besar, yaitu tidak berhasil melindungi anak dari dewa tertinggi." ujar Austin.
Akira dan lainnya terkejut."Anak dari dewa tertinggi !!, kenapa aku tidak pernah mendengar ada seorang anak dewa di dunia ini?." ucap Akira.
"Sebenarnya anak dewa itu bukan berarti dia benar-benar anak yang di lahirkan seorang dewa, melainkan seseorang yang terpilih oleh dewa, lalu menjadikannya satu-satunya orang yang memiliki kekuatan dan mana yang sangat suci yang mampu merubah dunia ini." ucap Austin.
"Lalu kenapa tidak ada yang mengetahui sosok seperti dirinya?." tanya Fira.
"Ini cerita yang sangat kelam dan Itu terjadi ratusan tahun yang lalu,semenjak kejadian terbunuhnya anak dewa banyak sekali bencana yang terjadi di seluruh penjuru dunia,mereka menganggap itu adalah hukuman mereka karena tidak berhasil melindungi anak dewa, dan salah satu bencana yang paling banyak menghilangkan nyawa yaitu muncul nya wabah secara tiba-tiba di Katedral yang perlahan menyebar ke berbagai desa dan kota, setelah itu jutaan orang yang berada di gereja terbunuh termasuk Uskup agung saat itu dan orang-orang yang mengetahui tentang terbunuhnya anak dewa semakin sedikit." jelas Austin.
"Itu..itu terlalu kejam." ucap Rika.
"Aku tidak menyangka akan mendengar sejarah seperti ini." ucap Yumi.
"Aku tidak tahu siapa yang membunuh anak dewa, dan untuk alasan kenapa gereja sekarang di penuhi orang-orang jahat mungkin karena Uskup agung saat ini aku pun kurang tahu detail nya." ucap Austin.
"Bagaimana dengan ketua Gereja di kerajaan ini?." tanya Akira.
"Dia adalah orang terburuk yang pernah aku temui selama ini, dia mungkin tertutup tapi sebenarnya dia melakukan suatu eksperimen percobaan kepada manusia." ucap Austin.
"APA !!, melakukan eksperimen kepada manusia? bukankah itu di larang di kerajaan ini?." teriak Carla.
"Ya walaupun begitu sebena-"
Tiba-tiba salah satu pelayan membuka pintunya dengan sangat kencang, muka nya penuh keringat dan terlihat sangat panik.
"Apa yang terjadi?" tanya Austin kepada pelayannya.
"Itu..itu orang-orang dari gereja datang kemari bersama prajurit nya dan.. wakil gereja juga terlihat memimpin mereka semua." ucap pelayan panik.
"Apa !."