KING HAREM

KING HAREM
Prinz Mirage (1)



Pelelangan pun berakhir,beberapa tamu pulang dengan membawa Artefak dan perhiasan yang di beli saat lelang dan sisanya tidak membawa apapun.


Sedangkan suasana lelang setelah berakhir tetap mencurigakan karena orang-orang dari Katedral belum menampakkan dirinya sama sakali.


(Gereja suci saya ganti ke Katedral agar lebih cocok)


Carla yang juga merasa curiga memanggil Akira,dan lainnya untuk datang menemui nya.


Mereka di antarkan oleh pelayan ke tempat yang sangat tersembunyi dan di penuhi penjaga yang sangat kuat dengan perlengkapan lengkap.


"Anuu..kita akan pergi kemana ya?" tanya Akira ke pelayan yang mengantar nya.


"Nona Carla memerintahkan aku untuk membawa kalian ke tempat ini,aku sendiri pun tidak tau apa yang ada di dalam sana" Jawabnya sambil terus berjalan.


Pelayan tersebut terus menuntun mereka ke tempa Carla.


Tidak lama kemudian mereka sampai di tempat yang sangat aneh dan gelap.


"Sampai sini saja, kalian hanya tinggal memasuki ruangan sebelah sana." ucap pelayan.


"Baiklah,terima kasih" ucap Akira


Pelayan tersebut menunduk lalu pergi.


Mereka pun memasuki ruangan nya, di dalam ruangan tersebut ada Carla yang sedang duduk sambil membaca buku.


"Oh kalian sudah sampai" sambut Carla.


"Kenapa kau membawa kami ke tempat misterius seperti ini?" tanya Yumi kepada Carla.


"Di sini tempat kami menaruh barang-barang yang akan kami lelang, penjagaan nya sangat ketat dan di lapisi dinding sihir dimana-mana, jalan menuju ruangan ini pun di penuhi jebakanĀ  jadi tidak ada yang dapat memasuki ruangan ini." Jelas Carla.


"Tapi sepanjang jalan kami tidak menemukan jebakan apapun" ujar yumi.


"Aku sudah mematikan semua jebakan nya, sebelum kalian sampai ke sini." jelas Carla.


"Ya, begitulah sikap mereka benar-benar mencurigakan,aku sarankan kalian berhati-hati dan cepat kembali setelah ini" ujar Carla.


"Awalnya kami juga ingin segera kembali tapi karena kau memanggil, kami jadi tidak bisa segera pulang" ucap Akira.


"Maafkan aku, aku ingin memperingati kalian dan memberikan rencana yang sesuai." Jelas Carla sambil meminta maaf.


"Karena orang-orang dari Katedral tidak berencana memenangkan lelang itu artinya mereka berencana untuk merebutnya dari kalian, tapi Aku yakin orang-orang Katedral menganggap remeh kalian karena tidak membawa pasukan mereka,entah apa yang mereka rencanakan mengancam kalian atau menyandera teman kalian itu mungkin terjadi jadi kalian harus hati-hati." Jelas Carla.


"Aku tahu mereka pasti akan melakukannya maka dari itu kami ingin cepat-cepat pulang dan memastikan keadaannya,tapi kau malah membawa kami ke tempat ini." ucap Akira kesal.


"Tenang saja aku sudah membawa teman-teman kalian ke tempat yang aman di kediaman utama keluarga Ornelas, seharusnya orang-orang Katedral tidak akan berani mencari masalah di kediaman utama." jelas Carla.


"Baguslah kalau begitu" ucap Akira.


"Baiklah kita lanjutkan, aku mendapatkan laporan bahwa orang-orang Katedral yang datang kesini hanya 4 orang, dari perlengkapan mereka sepertinya ada 2 kesatria, 1 assassin, dan 1 penyihir." Jelas Carla kepada Akira.


"Aku tidak menyangka bahkan Katedral ada seorang assassin" ucap Fira.


"Tentu saja, Katedral adalah tempat paling berpengaruh di dunia ini, pastinya banyak orang yang ingin bergabung dengan mereka, tidak menutup kemungkinan bahkan anggota guild pembunuh saja bisa menjadi pendeta." Jelas Carla.


"Katedral benar-benar sudah rusak dari dalam maupun luarnya" ucap Yumi kesal.


"Ke samping kan tentang Katedral,sekarang ada yang harus kalian khawatirkan." ucap Carla serius.


"Apa itu?." tanya Akira kepada Carla.


"Penyihir yang datang ke sini adalah penyihir yang sangat kuat dan sangat berbakat, dia bahkan menjadi wakil pemimpin Katedral di cabang Kerajaan Silva ini, dia di kenal sangat kejam ketika bertarung kalian harus sangat berhati-hati." Jawab Carla.


"Apa kau tau siapa namanya?." tanya Akira.


"Nama nya adalah Prinz Mirage !." jawab Carla.


Mereka bertiga langsung tau bahwa nama yang barusan mereka dengar adalah nama dari orang yang telah membunuh seluruh keluarga sang kakek.