KING HAREM

KING HAREM
(REVISI) AWAL MULA BANGKIT NYA SANG RAJA



Setelah kejadian itu aku sempat frustasi dan menyerah begitu saja, bagaimanapun dikhianati oleh orang yang sangat aku cintai itu sangatlah menyakitkan, aku sempat bingung bagaimana caraku untuk menghilangkan perasaan kecewa pada diriku sendiri, “Andai aku sekuat lelaki itu, apakah aku juga akan di cintai oleh nya?”


Tanpa pikir panjang aku memutuskan untuk pergi dari kerajaan dan berpetualang, sebelumnya aku pernah membaca buku-buku tentang bagaimana seorang petualang dan hunter hidup di luar sana, “Menjadi seorang petualang dan hunter bukanlah hal yang mudah.” Itulah yang ayahku sampaikan.


Dulu ayah pernah bercerita bahwa dirinya dulu seorang hunter berperingkat tinggi dan ibuku seorang bangsawan di suatu tempat, tapi bagaimana bisa aku percaya kalau aku saja hidup sebagai rakyat jelata.


Dari pada hanya bergantung kepada orang tua setidaknya aku ingin berguna bagi diriku sendiri, maka dari itu aku memutuskan untuk pergi dari rumah.


Aku meninggalkan sebuah surat di atas meja makan, di dalam nya aku menuliskan ambisiku untuk berubah menjadi lebih baik, aku harap mereka dapat menerimanya.


Aku berangkat saat fajar tiba, dengan perbekalan yang sangat sedikit aku pun keluar dari kerajaan dan berangkat menuju hutan, karena saat ini hutan merupakan tempat terbaik untuk berlatih.


Hari demi hari akhirnya aku berhasil melewati pembatasan kerajaan, tapi sayang nya persediaan makananku menipis, pakainku juga sudah sangat kotor.


Baru beberapa saat setelah memasuki hutan tiba-tiba ada monster yang menyerangku, aku lupa kalau hutan merupakan sarangnya para monster, sepertinya monster tersebut merupakan kerbau darah iblis, mustahil bagiku untuk mengalahkannya akupun lari tanpa tujuanyang pasti.


Setelah sekian lama berlari aku mulai kelelahan untung saja aku menemukan sebuah gua dan langsung masuk kedalam, entah kenapa sepertinya monster itu tidak berani masuk kemari dan berbalik.


“Haah…hampir saja untung aku pandai berlari, aku akan instirahat sebentar disini.”


Saat sedang istirahat tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dan menyeramkan keluar dari dalam gua, aku pun terkejut dan ketakutan setengah mati. “Suaranya saja sudah sangat menyeramkan, sebenarnya monster apa yang ada di dalam sini.”


Aku memang sangat ketakutan tapi rasa penasaran aku lebih kuat dari rasa takutku, aku pun jalan perlahan


menyusuri gua.


Setelah tibadi ujung gua, aku berusaha mengintip apa yang ada di dalamsana, Deg… jantungku seperti berhenti sesaat setelah melihatnya, di situ aku benar-benar tidak menyangka dapat melihat seekor naga yang sangat besar sedang tertidur.


Naga adalah hewan kuno yang sangat kuat butuh puluhan penyihir tingkat tinggi dan kesatria


tingkat tinggi untuk mengalahkan seekor naga kecil, tapi yang aku temui saat ini adalah seekor naga


dewasa yang berumur ribuan tahun, aku bisa mengetahuinya dari sisiknya yang sangat tebal dan kulitnya yang


berkerut.


Tidak semua naga berumur panjang, tapi naga ribuan tahun di depan mataku pastinya adalah naga


yang sangat kuat atau disebut sebagai the god dragon, salah satu penguasa alam.


Menurut buku yang aku baca naga memiliki regenerasi dan pemulihan yang sangat cepat, keringatnya saja dapat


memperpanjang umur manusia, tetapi saat ini lukanya tak kunjung sembuh, akupun bertanya tanya siapa yang bisa melukai dewa naga sampai seperti ini.


Tiba-tiba naga tersebut bangun dan melihat ke arahku mungkin karena sedang terluka kewaspadaannya meningkat, dengan mata yang sangat besar dan menyeramkan aku pun tidak bisa bergerak,sangking ketakutannya kaki ku pun terasa seperti menghilang begitu saja.


“Mengerikan, hanya dengan tatapannya saja aku tidak dapat menggerakkan anggota badanku.” Ucap Akira merinding ketakutan.


“Hey…! Manusia disana.” Panggil sang naga.


Aku hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


“Manusia, aku melihat percikan cahaya dari dalam tubuhmu, siapa kamu?” tanya naga kepada Akira


“A-aku hanya manusia biasa, aku tidak mengerti


apa yang kamu maksud tentang percikan cahaya.” Jawab Akira.


“Ini…”


Aku tidak tahu pasti tapi sepertinya naga itu sedang ragu untuk memutuskan sesuatu.


“Sepertinya takdir menuntun kita bertemu disini, aku ingin menawarkan sesuatu kepadamu.” Ungkap naga


“Apa itu?” tanya Akira


Akira terkejut mendengarnya


“Setelah menerima warisanku kamu akan menjadi lebih kuat, pikiranmu akan menjadi lebih stabil, fisikmu tidak akan tertandingi, sihirmu akan meluap-luap, kamu dapat berubah menjadi naga seutuhnya, dan jika kamu berhasil menguasainya kamu dapat mengusai ribuan naga.”


Seperti yang dewa naga ucapkan, mungkin ini kesempatan yang di berikan para dewea kepada aku, untuk menerima warisan darinya.


"Baiklah, aku akan menerimanya."Ucap Akira penuh rasa percaya diri.


"Bagus, aku suka caramu menunjukkan semangatmu, tetapi mungkin sedikit terlambat tapi ada syaratnya, apa kau ingin menerima nya?"tanya dewa naga


"Syarat apa yang harus saya lakukan...?"tanya Akira


"Ada dua syarat yang perlu kamu penuhi setelah menerima warisanku, yang pertama kau harus membalas kan dendamku kepada pemimpin dari Katedral."


"Kenapa kau ingin membalas dendam kepada orang yang sangat baik dan melindungi seluruh umat manusia dengan rahmat nya dari dewa?"


"Kaumungkin menganggap nya begitu, tapi di belakang, tanpa di ketahui oleh publik, uskup dari Katedral sudah


menjadi uskup yang sesat, dalam kegelapan uskup selalu memanfaatkan nama dewa untuk menyebarkan kesesatannya, dia merampas kekuatan orang-orang berbakat, meneliti tentang manusia buatan, dan menyebarkan paham yang bisa merusak keseimbangan dunia, beberapa ras naga yang bekerja untuknya tidak sengaja mengetahui informasi tersebut dan melaporkannya padaku, tapi sayang nya itu hanyalah jebakan, uskup mengatakan bahwa ras naga membocorkan informasi tentang percakapan uskup dengan tiga  dewa, pembicaraan dewa dengan utusannya sangatlah rahasia dan sensitif jika tersebar keluar, dia pun menggunakan alasan ini untuk menyerang ras kami, puluhan ribu pasukan elit menyerang tempat tinggal kami, perang pun terjadi dan kami kalah telak, ras kami terpecah belah aku tidak sengaja menemukan tempat ini lalu beristirahat.”


"Jadi, aku hanya perlu membalas kan dendammu kepada pemimpin uskup itu..?"


"Ya,dan sarat kedua kau harus melindungi putriku, dan membawanya perbetualang bersammu, namanya adalah Pimi, dia memang sedikit pendiam, ya mungkin dia tidak banyak membantu dalam pertempuran tapi dia bisa membantumu dalam menguasai transformasi naga, ibunya berhasil melarikan diri dengan anak lelaki nya,


kau hanya harus melindungi nya dan membawa nya ke tempat ibunya berada!"


"Tapi dimana tempat ibunya berada...?"tanya Akira


"Pimi akan selalu mengenakan kalung, kalung tersebut akan memancarkan cahaya bila berdekatan dengan kalung yang lain jika suatu saat kalung tersebut bersinar kau harus berjanji membantunya bertemu dengan


ibunya."


"Baiklah,aku bersumpah akan melindungi nya dan membawa dia kembali ke ibunya dan membalaskan dendam mu!"


“Bagus, bersiaplah prosesnya akan sedikit lama.”


Lingkaran sihir yang sangat besar mengelilingi kakiku, sedikit demi sedikit aku merasakan perubahan derastis pada diriku, ini pertama kalinya aku merasakan sihir dalamdiriku walaupun cukup lemah.


Setelah beberapa saat, aku disuruh untuk meminum tetesan darah naga, akupun meminumnya, baru saja setelah meminumnya, tiba-tiba tubuhku terasa sangat sakit, pandanganku mulai kabur dan tubuhku melemas, sepertinya


aku akan pingsan.


Beberapa hari kemudian Akira terbangun, Akira di beritahu kalau dirinya telah tertidur beberapa hari, Setelah mendengarnya Akira bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.


“Terimakasih, dewa naga aku pasti akan menepati janjiku padamu.” Ucap Akira.


“Bagus, bagus aku akan menunggunya.”


“Kalau begitu aku akan melanjutkan perjalanku, selamat tinggal.”


“Semoga kita bisa bertemu lagi dalamkeadaan yang lebih baik, Ohiya, aku ingin kamu mewujudkan satu mimpiku.”


“Mimpi?, dewa sepertimu mempunyai mimpi yang belum tercapai?.” Tanya Akira.


“Benar aku ingin menjadi RAJA HAREM, walaupun terdengar konyol tapi aku sangat ingin mewujudkannya, sayangnya itu mustahil bagiku karena, istriku sangat galak dan pemarah.”


“Orang sepertiku mana cocok jadi Raja harem.” Ungkap Akira


“Kamu mewarisi darahku dan warisanku, kau pasti tidak akan jauh beda denganku apalagi kita sesama lelaki impianku pasti akan menjadi impianmu juga.”


“Ha…!  kamu tidak ngasih tau tentang ini sebelumnya!!” ucap Akira marah.