
Ternyata benar, rumor yang beredar selama ini kalau putri dari walikota yaitu Fira Vare merupakan gadis yang cantik dan sangat anggun, para tamu yang melihat wajahnya untuk pertama kali langsung terpesona.
Fira menghampiri ayahnya. “Ayah, izinkan aku untuk pergi berpetualang bersamanya.” Tekadnya yang seakan tergambar dari wajahnya membuat walikota hampir saja menyetujui permintaan Fira.
“Tidak bisa! Kamu sudah dengar tadikan kalau perjalanan ini sangat berbahaya, aku tidak bisa melepaskanmu ketempat berbahaya lagi.” Jawab tegas walikota.
“Tapi ayah, aku juga ingin mengerjar cita-citaku menjadi kesatria wanita yang di akui oleh seluruh negri ini, bukankah itu yang di inginkan ibu dulu!” balas Fira
Kali ini Fira benar-benar berbicara tentang masa lalu ibunya, dimana walikota sudah tidak ingin mengingatnya kembali.
“Fira...” walikota terjatuh
Akira yang berada di sebelahnya langsung menopang walikota yang terjatuh “Walikota apa anda baik-baik saja?” tanya Akira.
“Ibumu sangat ingin menjadi kesatria karena dia mewarisi darah salah satu leluhurnya, kamu adalah salah satu anaknya aku sangat tau kalau kamu pasti akan menjadi seperti ibumu suatu saat nanti. Tapi, tetap saja kamu adalah anakku, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi pada keluarga ini.” Jelas Walikota.
“Tenang saja ayah, aku percaya bahwa Akira akan selalu membantuku dan melindungiku.” Ungkap Fira.
Walikota sedikit demi sedikit mulai terbujuk dengan rayuan Fira, situasi
ini terus berlanjut sampai pesta selesai.
***
Di kemudian hari setelah bersiap-siap dan berpamitan Akira dan Yumimelanjutkan perjalanannya tapi sekarang ada anggota baru dalam perjalan merekayaitu Fira, kemarin Fira berhasil mendapatkan izin dari ayahnya untuk ikut berpetualang dengan Akira.
Tujuan selanjutnya merupakan kota yang terkenal karena perdagangannya, kota tersebut berada di
tengah jalur menuju 2 kerajaan besar karena itulah kota tersebut sangat ramai dan dipenuhi dengan aneka macam makanan, pakaian bahkan kota ini disebut sebagai kota para elf karena tempatnya yang dipenuhi pepohonan.
Suasana yang sangat tentram dan tempat yang sangat indah, di sepanjang jalan banyak sekali pedagang dan anak-anak yang sedang bermain kejar kejaran.
“Woahhh…. Disini sangat nyaman, tempatnya sejuk padahal banyak pedagang di sekitar sini.” Ungkap Yumi.
"Benar, kota ini benar-benar tempat yang sangat bagus dulu aku dengan ayahku sering kemari mengunjungi beberapa tempat wisata.” Ucap Fira.
Yumi mulai merasa lapar setelah melihat makanan enak di sepanjang jalan "Bagaimana kalau kita membeli beberapa makanan dulu?"ajak Yumi.
“Ide bagus, bagaimana kalau kita makan di tempat itu?” tunjuk Fira kesalah satu pedagang.
“Kelihatannya enak, ayo kita beli itu Akira.” Ajak Yumi.
Akira menyetujui permintaan Yumi “Baiklah, lagipula kita belum makan siang.” Jawab Akira.
Yumi dan Fira menghampiri pedagang tersebut.
“Halo nona-nona.” Sapa pedagang “Ingin membeli beberapa sate?” tanya pedagang kepada Yumi dan Fira.
“Aku ingin 10 tusuk sate kambing dan 10 tusuk sate ayam, kalau kamu Fira?” tanya Yumi.
“Samakan saja.” Jawab Fira
“Ok.”
“Kamu gk ikut beli? Kamu kan suka banget sama daging.” Tanya Akira kepada Pimi.
Pimi mengabaikan tawaran Akira. Setelah pesanan mereka selesai mereka memakannya sambil mengunjungi berbagai tempat dan mencoba berbagai makanan lain.
Seperti biasa setelah selesai berkeliling kota dan langit sudah gelap ini saatnya mencari penginapan, sangat mudah mencari penginapan dikota ini jadi tidak memakan waktu lama, tapi lagi-lagi sesuatu seperti ini terulang.
"Ada apa?"tanya Akira kepada Yumi dan Fira yang sedang memesan kamar hotel.
"Penginapan disini cuman menyiadakan kamar untuk 2 orang atau lebih mereka gk punya kamar untuk satu orang."Jelas Yumi.
"Kenapa kalian tidak tidur berdua saja, aku bisa tidur sendirian dikamar."Ucap Akira. “Perasaan masalah
kayak gini selalu terjadi ketika ingin memesan kamar penginapan.” Ucap Akira didalam hati.
“Gimana kalau pesan saja 3 kamar sekaligus walaupun kasurnya ada 2 tidur
sendirikan jadi lebih luas kan.” Saran Fira.
“Wooow itu namanya pemborosan.” Ucap Yumi kepada Fira
“Tenang saja ayahku membekali banyak sekali uang untuk aku, kalau begitu aku pesan ya…” Fira beranjak pergi memesan kamar untuk mereka bertiga.
Dimalam harinya Fira terbangun dari tidurnya.
“Hoaam…Sudah jam segini.” Ucap Fira sambil mengusap matanya.
Fira turun dari kasurnya lalu diam-diam keluar dari kamar dan mengendap-endap menuju kamar Akira “Seharusnya jam segini mereka sudah tidurkan?” tanya Fira dalam hatinya.
“Akhir-akhir ini aku selalu berpikir yang aneh-aneh, seperti mencoba tidur bersama Akira lalu melakukan…” Blushh~ “Ah~ tuh kan aku tiba-tiba berpikir yang aneh-aneh.”
“Hey… sedang apa kamu?”
“AHH! 😱Bikin kaget saja, a… aku sedang mencari kamar mandi hehe.” Jawab Fira
depan kamar Akira.” Ucap Yumi
“Ka...kamu sendiri sedang apa malam-malam begini?” balas Fira.
“Kalau aku sih sedang tidak bisa tidur, makanya aku jalan-jalan.” Jawab
Yumi.
“Bohongg… yang bener…” Fira menatap Yumi curiga.
“Benar kok!” jawab yumi sambil mengalihkan pandangannya.
“Sudahlah aku mau kembali ke kamarku saja.” Ucap Yumi sambil berjalan pergi.
Rencana mereka berduapun gagal total pada ahirnya mereka kembali ke kamar masing-masing dan melanjutkan tidurnya.
***
Keesokan harinya mereka berencana untuk mengunjungi Guild terlebih dahulu untuk mengambil misi sekalian berlatih bersama.
“Permisi kami ingin melihat-lihat misi yang ada.” Sapa Akira kepada pelayan.
“Daftar misinya ada di sebelah sana, kalian bisa mengambil posternya lalu membawanya kemari.” Ucap pelayan sambil menunjukkan tempat poster-poster berada.”
Merekapun memeriksa satu-satu poster yang ada.
“Yang ini sepertinya tidak buruk.” Ucap Yumi.
“Misi Rank A!! itukan sangat berbahaya!” Ucap Fira kaget.
“Lagipula tidak ada misi Rank B kebawah, hanya ada Rank D dan E saja itukan terlalu mudah buat kita.” Jelas Yumi.
Mereka mengambil misiyang merupakan permintaan seorang bangasawan untuk mengambil bunga mutiara
di pegunungan.
Dikabarkan beberapa waktu lalu ada seseorang yang menemukan bunga mutiara di pegunungan tersebut tapi bunga tersebut dijaga oleh seekor ular raksasa berwarna hitam. Bunga mutiara adalah obat bagi para moster karena itulah bunga mutiara selalu dijaga oleh beberapa monster kuat.
Tapisaat ini terdapat masalah untuk mengambil misi ini, didalam persayratan misi tersebut terdapat
syarat untuk setiap Party memiliki minimal 4 orang anggota, tidak termasuk hewan peliharaan. Kecuali di dalam party tersebut terdapat hunter Rank A keatas.
“Bagaimana ini kita kekurangan anggota.” Ucap Yumi.
“Bagaimana kalau kita merekrut hunter solo yang mau bergabung dengan kita?”
saran Fira.
“Saran yang bagus, kalau begitu kita cari orang yuuk…” ajak Yumi.
Merekapun mulai mencari Hunter solo di Guild. Hunter solo adalah hunter yang melakukan misi
sendirian tanpa party, biasanya hunter solo merupakan orang yang tidak mau membagi hasil buruannya atau hunter yang sudah percaya diri dengan kekuatannya.
Setelah sekian lama mereka mencari Hunter solo sampai keliling kota mereka masih tidak menemukan siapapun, karena memang hunter solo sangat jarang. Pada akhirnya mereka menyerah untuk mengambil misi ini.
Tapi tidak lama kemudian seorang kakek tua dengan pakain rapih mendatangi mereka.
“Kalau aku tidak salah tebak, sepertinya kalian kekurang anggota, benar kan?"ucap kakek tua.
"Ah…bagaimana kau tau?" tanya Yumi.
"Tidak penting mengetahui bagaimana aku tau, jika kalian kekurangan anggota party bagaimana kalau kalian mencoba untuk datang ke toko miliku,"ajak kakek tua.
"Emang apa yang kakek jual?"Tanya Fira kepada kakek tua.
"Hoho…Kau akan segera mengetahuinya."Jawab kakek tua.
Karena mereka memang kekurangan anggota party mereka memutuskan untuk mengikuti kakek tersebut ke tokonya, toko yang terpencil dan jarang di lewati orang.
Sebenarnya apa yang di jual kakek ini? Di tempat sepi seperti ini aku curiga kakek ini sengaja membawa kami ketempat sepi lalu mengepung dan merampas barang bawaan kami.
"Kakek apa kau yakin membuka toko di tempat seperti ini? disini menyeramkan dan jarang di lewati orang nanti barang-barangmu tidak laku lho..."tanya Yumi kepada kakek.
"Hoho kau salah nona, barang-barangku selalu terjual dengan baik dan menghasilkan banyak
sekali uang."Jawab Kakek.
Pada akhirnya mereka terus mengikutinya. Sampailah di toko kakek tersebut walau tempat nya sepi dan suram tapi tokonya benar-benar luas.
"Silahkan memilih para pelanggan yang terhormat."Sambut kakek sambil menunjukkan tokonya yang begitu besar.
Sesaat mereka memasuki toko mereka langsung dikejutkan oleh (barang) jualan sang kakek