KING HAREM

KING HAREM
(REVISI) YUMI



karena sudah hampir malam aku memutuskan untuk menginap semalam di desa


tersebut, mereka menyambutku dengan sangat baik, tentu saja itu karena aku sudah menyelamatkan mereka, hidangan seperti daging bakar dan beberapa roti gandum sudah menjadi tradisi mereka untuk merayakan


perayaan.


Di malam harinya karena tidak ada penginapan, kepala desa mengundangku untuk menginap di rumahnya, aku pun


menyetujuinya dengan senang hati.


Kepala desa menunjukkan kamar yang akan aku tempati lalu kembali keluar untuk melakukan ronda malam dengan warga desa lainnya, aku pun masuk ke dalam kamar.


“Ahh…” kamar yang biasa saja, tidak besar dan tidak mewah sudah seperti kamar yang biasa aku tempati.


"Baru aja beberapa hari aku sudah mulai merindukan keluargaku, aku harap mereka semua baik-baik


saja tanpa diriku."ucap Akira rindu sambil berguling-guling di kasur.


Saat ini aku benar-benar kelelahan kayaknya malam ini aku akan tertidur pulas.


Bulan mulai tenggelam dan matahari mulai terbit, suara burung berkicau sangat indah menemani pagi hari yang cerah ini, aku menjadi sangat bersemangat untuk melanjutkan petualanganku.


Saat aku keluar dari rumah, kepala desa dan para penduduk desa mengucapkan selamat tinggal dan mendoakan aku agar aku menjadi petualang yang hebat dan dapat menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan.


Aku sangat terharu karena dapat membantu orang-orang yang bahkan tidakpernah aku bayangkan sebelumnya.


“Ternyata berguna bagi orang lain, sagatlah menyenangkan, dulu bahkan aku tidak pernah berfikir untuk menjadi orang yang dapat menolong orang lain.” ucap Akira dengan perasaannya yang sangat bahagia.


Melihat Akira tersenyum lebar, Pimi hanya menatap Akira dengan rasa lega.


“Syukurlah lelaki yang sebelumnya merasa sangat putus asa, sekarang sudah bisa tersenyum lebar lagi.” ucapnya senang


Sebelum berangkat penduduk desa memberikan aku beberapa makanan dan beberapa pakaian bersih, aku sangat


berterima kasih kepada para mereka.


Akupun melanjutkan perjalananku, untuk pergi ke kota selanjutnya aku perlu melewati hutan terlebih dahulu dan melewati jalan setapak, menurut warga desa kalau aku melewati jalan utama yang biasa di gunakan orang lain, itu akan terlalu beresiko bila tanpa pengawalan, apalagi di daerah sini banyak sekali bandit berkeliaran.


Di tegah-tengah hutan aku berfikir untuk memburu beberapa hewan liar untuk aku jual nanti jika sudah sampai di kota.


Di saat aku baru mulai ingin berburu, tiba-tiba terdengar suara teriakan perempuan dari belakang.


“Kyaaa…!!”


Tanpa berpikir panjang aku berlari ke arah suara tersebut.


“Pimi tolong bantu aku mencari asal suara tersebut.” Pinta Akira kepada Pimi.


Pimi pun menyetujuinya dan terbang dengan sangat cepat, Akira berlari mengikuti Pimi dan berhasil menemui asal suara teriakan tadi.


Sesampainya disana ternyata ada seorang wanita yang sedang di serang beruang besar, dengan sangat cepat aku mencoba melapisi tangan kananku dengan sekuat tenaga dan memukulnya tepat di arah pinggang, beruang itu pun terpental jauh lalu pergi.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Akira.


“A-aku baik-baik saja aku hanya sedikit terkejut.” jawabnya


"Hmm.. tunggu sebentar, perasaan aku pernah melihat wajahmu, tapi aku tidak ingat dimana dan kapan aku pernah bertemu denganmu.”


“Apa kau sudah lupa denganku, bukannya kita baru saja bertemu beberapa jam yang lalu.”


"Ahhh ya aku ingat, kau pasti Yumi putri kepala desa itu kan?"tanya akira


“Benar, syukurlah kau masih mengingatku.” ucap yumi.


“Terus kamu ngapain ke sini?”


"kenapa kamu kabur?, apa kepala desa dan para penduduk akan mencarimu?, bagaimana jika mereka berfikir kau di culik bandit."


“Tenang saja aku sudah menuliskan surat untuk orang tua aku sebelum pergi, aku yakin mereka akan menghargai keputusanku.” Jawab Yumi.


“Hmm…rasanya aku pernah mengalami kejadian serupa.” ucap Akira di dalam hatinya.


“Sebenarnya apa tujuanmu mencariku?.” Tanya Akira heran.


"Setelah melihatmu bertarung dengan bandit saat itu, aku berfikir akan bagus bila akulah yang melindungi desa dan para penduduk, aku sempat merenung dan berfikir untuk jadi lebih kuat sepertimu."


"Setiap bandit yang datang kedesa kami , aku sebagai putri kepala desa selalu di sembunyikan karena takut


aku di jadikan budak dan di jual, karena itu aku tak bisa apa-apa selain melihat penduduk desa di paksa menyerahkan hasil tani mereka, sementara aku bersembunyi ku dengan makan dan minuman mereka. Sejak saat itu aku selalu ingin menjadi lebih kuat agar aku bisa menjadikan tanah kelahiranku menjadi desa yang makmur, maka dari itu tolong izin kan aku untuk ikut berpetualang dengan kamu."Pinta Yumi dengan penuh tekad.


Melihat tekad Yumi hati aku tidak dapat menolaknya, karena aku tau


bagaimana perasaan menjadi lemah dan tidak berguna yang hanya bisa melihat.


"Tapi kenapa harus aku?, bukannya ada banyak orang yang lebih baik dariku?"


"Tidak!, aku ingin bersamamuaku tahu kau orang yang baik, jadi tolong izin kan aku ikut


berpetualang bersamamu!, lagi pula siapa yang mau mengajak aku berpetualang.”


"Emm gimanaya, soalnya petualangan yang akan aku hadapi akan sangat berat dan penuh denganbahaya, aku sendiri tidak bisa menjamin nyawaku apalagi jika berpetualang dengan orang lain."jawab Akira.


“Tenang saja, aku akan berusaha untuk tidak menjadi beban bagimu, aku mempunyai fisik yang lebih kuat berkat perkerjaanku sebagai petani dan aku juga sering membantu membangun rumah saat aku masih di desa dulu, jadi tolong ajak aku bersama kamu…aku mohon...”


“Baiklah, aku peringatkan sekali lagi perjalanan ini akan sangat berbahaya.”


"Yataa..., tenang saja aku akan berusaha sekuat tenaga, mohon kerjasamanya mulai sekarang."


"ya..mohon kerjasamannyajuga.”


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke West town,sepanjang perjalanan aku memburu beberapa beruang dan mengulitinya untung saja Yumi juga pandai dalam hal itu jadi perjalanan ini lebih cepat.


Karena perjalanannya cukup jauh, kami beristirahat sebentar dan membakar daging yang kami dapatkan sebelumnya.


Beberapa saat kemudian haripun mulai gelap, tapi untungnya kami berhasil sampai di kota tepat waktu.


Setelah kami memasuki kota, sesuai dari saran para warga desa kami harus mendaftar menjadi hunterterlebih dahulu.


Kamipun pergi mengunjungi guild di kota ini, sesampainya disana aku melihat bangunan guild benar-benar sangat tidak terurus dan sangat sepi, karena kita sangat membutuhkan identitas hunter, aku terpaksa mendaftar di tempat ini.


Kami di berikan sebuah kartu indentitas, kartu identitas itu berisi tentang profil singkat dan peringkat hunter.


Setiap peringkat terdiri dari rank D-C-B-A-S-SS


Rank D adalah yang terlemah dan peringkat SS adalah yang terkuat, biasanya para hunter


yang telah mencapai rank S dan SS akan langsung di undang menjadi perajurit kerajaan, itu karena


kerajaan tidak ingin menyianyiakan para talenta yang dapat berguna bagi kerajaan.


Kita harus membunuh monster dengan peringkat tertentu agar bisa naik ke Rank selanjutnya dan setiap rank memilika hak spesial seperti mendapat kan quest yang lebih menguntungan atau bekerja di


bawah orang lain.


Dan kami hanya berperingkat D karena kami baru daftar, aku dan Yumi memutuskan untuk mengambil misi penaklukan dugeon goblin karena kami butuh uang untuk melanjutkan perjalanan, misi ini berperingkat B walaupun terdengar mudah tapi para goblin terkenal dengan kepintarannya dan tingkahnya


yang sangat licik mereka bisa melakukan apapun dengan cara yang sangat licik.


Dan Disitulah quest pertama kamiberdua dimulai.