
Tiba di mansion keluarga Ornelas,Viena dan Wendy langsung melaporkan situasinya kepada salah satu anak buah yang di bawa Prinz, setelah mendengar situasinya di luar rencana mereka, orang tersebut langsung pergi melaporkannya kepada Prinz di dalam Mansion.
"Ketua ada masalah !." ucapnya sambil berlari ke arah Prinz.
"Ada apa ?, cepat katakan !." tanya Prinz.
Orang tersebut mendekat lalu berbisik melaporkan situasi yang di alami Viena dan Wendy.
"Apa!, bahkan Viena tidak dapat mengatasi bocah-bocah itu ?." tanya Prinz dengan nada kesal.
"Benar tuan, seperti kata nona Viena ada sesuatu yang di luar perkiraan mereka,hal tersebut membuat mereka terpaksa harus mundur." jawabnya.
"Hmm...." Prinz melirik ke arah Austin " Apa mungkin ada yang aku lewatkan dari pak tua ini, aku sengaja membawa beberapa orangku untuk membuat pak tua ini tidak melakukan apapun, tapi siapa sangka bocah-bocah itu membuat Viena melarikan diri dan juga pasukan yang sudah aku siapkan di bunuh oleh mereka semua." ucap Prinz dalam hatinya.
"Kau tidak perlu menatap aku seperti itu, aku tidak melakukan apapun." ucap Austin sambil menyeringai.
"Humh...sepertinya sudah tidak ada yang dapat aku lakukan di sini" Prinz bangun dari tempat duduk nya "Terima kasih atas jamuan nya, aku akan datang lagi lain kali." Prinz berjalan keluar.
"Aku pastikan tidak akan ada lain kali untuk mu mengancam diriku." ucap Austin dengan tatapan tajamnya.
Prinz menghiraukan tatapannya sambil terus berjalan keluar dari Mansion, Pasukan yang di bawanya di perintahkan untuk kembali bersama dirinya.
"Hahh...akhir nya mereka pergi juga, melelahkan sekali duduk berhadapan dengan nya." ucap Austin lega "Syukurlah mereka semua selamat, sepertinya dewa masih mengasihani pria tua ini."
Melihat Prinz keluar, para kesatria dan pelayan tergesa-gesa berlari menghampiri Austin.
"Tuan!, apakah anda baik-baik saja?." tanya pelayan kepada Austin.
"Tenang saja,aku baik-baik saja." jawab Austin.
"Syukurlah tuan baik-baik saja,tapi bagaimana dengan nona, apakah nona baik-baik saja?." tanya seorang kesatria kepada Austin.
"Ya,Carla berhasil pergi bersama teman-teman nya." jawab Austin.
Mendengar kabar baik tersebut para kesatria dan pelayan bernapas lega.
"Syukurlah nona berhasil melarikan diri, sebagai seorang kesatria aku bahkan tidak bisa berada di samping nona untuk melindungi nya, aku sangat malu sebagai kesatria." ucap salah satu kesatria sambil menunduk kan kepalanya kepada Austin.
"Tidak perlu merasa malu, kau sudah melakukan tugas mu dengan baik untuk melindungi Mansion ini, jika Carla berhasil tertangkap mungkin kita akan benar-benar berperang dengan mereka disini." ucap nya kepada kesatria.
"Tapi syukurlah mereka berhasil lolos, aku harap mereka juga berhasil sampai di tujuan dengan selamat." ucap Pelayan.
3 hari kemudian, di sore hari mereka akhirnya sampai di kota musim semi (Spring Town).
"Akhirnya sampai juga." ucap Yumi yang baru saja turun dari kereta kuda.
"Tidak terasa aku sudah kembali lagi kesini, kita telah menghabiskan 9 hari di ibukota kerajaan." ucap Rika.
"Padahal kita sudah membeli rumah dan berbagai macam peralatan rumah, makanan di sana juga enak-enak aku jadi ingin kembali lagi." sesal Yumi.
"Ouh iya, kalau tidak salah imbalan yang di berikan oleh guild tidak begitu besar, kira-kira kalian butuh menyelesaikan misi tingkat A berkali-kali baru bisa membeli rumah di ibukota." ungkap Carla.
"Sedangkan misi tingkat A saja sudah jarang muncul di daerah Kerajaan, jadi dari mana kalian mendapatkan uang untuk bisa membeli rumah di ibukota?." pertanyaan ini tiba-tiba muncul di kepala Carla.
"Sebenarnya... sebagian dari uang yang kita habiskan itu uang yang di bawa Fira dari rumah nya." jawab Yumi.
"Eh jadi selama ini kalian hanya menikmati uang milik Fira?, apa kau tidak masalah dengan itu Fira." tanya Carla.
"Aku sama sekali tidak keberatan, lagipula uang yang aku bawa juga cukup banyak kami juga di berikan uang oleh beberapa orang sebelumnya." jawab Fira
"Aku jadi merasa kasihan dengan Fira, dia harus membiayai mereka semua." ucap Carla dalam hatinya, sambil mengusap air mata harunya.
"Baiklah sudah cukup, sekarang kita cari tempat istirahat dulu, lalu kita kunjungi rumah Wali kota." ajak Fira.
"Apakah nona Rika berasal dari kota ini?." tanya Carla.
"Benar sekali aku lahir dan di besarkan di kota ini." jawab Rika dengan bangganya.
"Jadi dimana rumah mu, bagaimana jika kita melihat-lihat dulu benarkan teman-teman." ajak Carla.
"Benar juga.. aku beluh tahu dimana rumah Rika." ucap Yumi.
"E..eh sebaiknya jangan pergi ke rumah aku, rumahku sangat kecil dan kotor tidak baik jika kalian datang ke rumahku, ba..bagaimana jika kita pergi ke penginapan di dekat sini, disana juga ada pemandian air panas loh haha." ucap Rika berusaha menghindari topik tentang rumahnya.
"Baiklah aku tidak memaksa, air panas ya... sudah lama aku tidak bersantai, kalau begitu tunjukkan jalannya." ucap Carla.
"Kalau begitu ikuti aku." ajak Rika.
Akira diam-diam menghampiri Rika. "Ouh iya Rika, tentang rumahmu, apa kau teringat dengan sesuatu." bisik Akira kepada Rika.
"Apa ya..?" Rika berusaha mengingatnya kembali "Da...dasar mesum aku sedang mabuk saat itu sialan." muka Rika merona mengingat kejadian sebelumnya.
Sesampainya di penginapan mereka pun menghampiri pelayan disana.
"Kami ingin pesan 3 kamar untuk 2 orang." ucap Fira kepada pelayan disana.
"Kebetulan sekali, kamar untuk 2 orang tersisa 3, kalian datang di waktu yang tepat." ucap Pelayan.
"Kami juga sekalian ingin berendam di pemandian air panas." ucap Yumi kepada pelayan.
"Tenang saja nona, pemandian air panas disini gratis untuk setiap pengunjung yang menginap disini."
"Woo.. Rika kau memilih penginapan yang tepat sekali." ucap Yumi kepada Rika.
"kalau begitu silahkan kamar kalian ada di atas, ini kuncinya." pelayan tersebut memberikan kunci kamarnya.
"Eh.. tunggu sebentar." pinta pelayan.
"Ada apa ?." tanya Fira.
"Itu...penginapan kami tidak mengizinkan untuk membawa hewan peliharaan ke dalam." jawab pelayan.
"APA!, AKU BUKAN HEWAN PELIHARAAN..." Pimi pun marah.
"Tenanglah Pimi." ucap AKira.
"Di penginapan ini 1 hewan sama dengan 1 orang, jadi kalian harus membayar untuk 1 orang lagi, dan karena kalian memesan 3 kamar untuk 2 orang kalian harus memesan 1 kamar tambahan lagi." ucap pelayan tersebut.
"Kalau begitu kami pesan 1 kamar lagi." ucap Fira kepada pelayan.
"Baik." jawab pelayan
Mereka pun menuju kamar di lantai atas.
"Maaf teman-teman aku lupa dengan peraturan di penginapan ini." ucap Rika sambil menunduk.
"Tidak apa-apa Rika." ucap Fira.
"Benar, kau tidak perlu memikirkannya, tapi salah satu dari kita harus tidur sendiri." ucap Yumi.
"Kalau begitu aku saja." Akira mengajukan dirinya.
"Baiklah sudah di tentukan sekarang ayoo! kita berendam air panas" ajak Yumi dengan penuh semangat.