
Setelah mereka berendam cukup lama, mereka masuk ke kamar
nya masing-masing untuk beristirahat.
Suasana malam yang begitu sepi,gelapnya kamar yang hanya di
terangi cahaya bulan melewati jendela
kamar, dan dingin nya udara malam membuat perasaan mereka menjadi lebih santai
setelah kejadian beberapa hari yang lalu.
Di tengah malam yang begitu tenang Yumi duduk di samping jendela memandangi bulan dengan
tatapan penasaran dan terlarut dalam pikirannya.
“Aku sudah menjadi penyihir yang kuat, aku melawan monster
yang begitu besar, aku bertarung melawan orang-orang jahat,aku memiliki banyak
teman itu adalah pencapainku selama ini.
Tetapi… bukan kah aku terlalu banyak berubah?
Aku bukan lagi seorang anak kepala desa yang hanya tau
menanam padi. sikapku,kebiasaan ku, perasaan ku semua itu berubah begitu saja.
Apa semua itu hal yang baik..?
Semua yang aku ingin kan telah tercapai, aku mengikuti Akira untuk menjadi lebih kuat,untuk
melindungi desa dari para bandit dan bangsawan jahat, tapi bagaimana keadaan desa setelah
kepergianku?
Pada akhirnya aku belum benar-benar menyelesaikan tanggung
jawab aku sebagai putri kepada desa.
Urusan ku di kerajaan Silva sudah selesai ,mungkin aku akan Kembali ke desa tidak lama lagi,
sebenarnya aku sangat takut jika sesuatu terjadi dengan desa dan keluarga ku.
Jika sesuatu terjadi apakah usaha aku selama ini akan menjadi sia-sia?.”
Apa para bandit dan bangsawan masih memeras warga desa?, apa
nanti aku akan di sambut mereka saat kepulanganku, apa orang tua dan warga desa
masih mengingatku?
Pertanyaan -pertanyaan aneh terus muncul di kepala Yumi.
Waktu terus berjalan sementara Yumi masih merenung sambil
memandang ke arah langit.
Bulan terus naik ke tempat yang lebih tinggi dan terus
bersinar terang, tetapi kali ini cahaya nya tidak lagi menerangi jendela kamar,
Sekarang Bulan sudah menyinari seluruh dunia tapi tidak menyinari sebuah kamar
kecil yang dulu membuat nyaman penghuninya.
“Jika aku sudah menjadi setinggi langit , apakah aku juga
akan melupakan hal kecil yang dahulu sangat penting bagiku ?.”
“Tentu saja tidak.” Balas seseorang .
Yumi menengok kebelakang.
“Ah, nona Carla, apa aku membangunkan kamu?.” Tanya Yumi
kepada Carla.
ini, tapi setinggi apapun nanti, sehebat apapun nanti aku yakin semua itu tidak
ada artinya jika di bandingkan dengan sesuatu yang sangat berharga, seperti
keluarga dan orang yang kita cintai.”
“Aku dulu adalah seorang putri yang sangat di sayangi kedua
orang tua ku, ibuku dulu sering membawa aku keliling dan mengajak aku bermain
setiap harinya, tidak pernah ada satu hari pun aku tidak merasa Bahagia bersamanya,
tetapi suatu hari tiba-tiba ada seorang Wanita tua datang ke rumah kami,karena
penasaran aku mengintip di balik pintu, Wanita itu berbicara Panjang lebar
dengan ibuku, aku tidak paham apa yang mereka bicarakan tapi aku tau mereka
akan membawa ibuku pergi, di saat itu juga aku berlari ke arah ibuku lalu
menangis dan memohon untuk jangan meninggalkan aku, aku tidak bisa melihat
wajah ibuku saat itu karena air mataku, aku hanya mengingat perkataan nya.”
“Carla, ibu hanya pergi sebentar saja, ada banyak sekali hal
mendesak yang harus ibu selesaikan.” Ucap ibu Carla.
“ Tapi aku ingin terus Bersama ibu.” Ucap Carla sambil menangis.
“Dengarkan ibu Carla.” Ucapnya sambil memeluk Carla “Suatu
saat jika kamu sudah menjadi Wanita yang pintar dan hebat, dan bisa membantu
ayahmu menyelesaikan pekerjaan nya, di saat kau sudah menjadi Wanita dewasa ibu
akan pulang lagi.”
“Aku tidak begitu mengingat apa lagi yang ibuku katakan,
tapi setelah itu, aku berusaha menjadi seperti yang ibuku ingin kan, aku
belajar dengan sangat baik, aku mengurus pekerjaan ayahku, aku di puji oleh
orang-orang, saat ini aku telah menjadi seperti yang ibuku ingin kan, tetapi
sampai saat ini tidak satupun hal tersebut membuat aku benar-benar bahagia .”
Yumi tertegun mendengar cerita Carla.
“Jadi setinggi apapun aku,sehebat apapun diriku semua hal
tersebut bahkan tidak sebanding dengan keinginan aku untuk bertemu dengan ibuku
Kembali, karena itulah tujuan aku menjadi hebat, aku yakin tujuan kamu juga
pasti akan tercapai, jika satu tujuan sudah tercapai, maka buatlah tujuan lain
benarkan?.”
Yumi terdiam sebentar lalu tersenyum.
“Kau benar, jika aku sudah menjadi setinggi langit, maka aku
hanya perlu menjadi lebih tinggi dari pada langit.” Jawab Yumi.
“Terima kasih Carla sudah membantu aku menenangkan perasaan
aku, aku sudah merasa lebih baik sekarang” Ucap Yumi kepada Carla.
“Sama-sama, aku senang kau sudah lebih baik.” Jawabnya.
Setelah itu mereka pun Kembali tidur, karena pagi masih sangat lama untuk mereka tunggu.