KING HAREM

KING HAREM
CAHAYA BULAN



Setelah mereka berendam cukup lama, mereka masuk ke kamar


nya masing-masing untuk beristirahat.


Suasana malam yang begitu sepi,gelapnya kamar yang hanya di


terangi cahaya bulan melewati  jendela


kamar, dan dingin nya udara malam membuat perasaan mereka menjadi lebih santai


setelah kejadian beberapa hari yang lalu.


Di tengah malam yang  begitu tenang Yumi duduk di samping jendela memandangi bulan dengan


tatapan penasaran dan terlarut dalam pikirannya.


“Aku sudah menjadi penyihir yang kuat, aku melawan monster


yang begitu besar, aku bertarung melawan orang-orang jahat,aku memiliki banyak


teman itu adalah pencapainku selama ini.


Tetapi… bukan kah aku terlalu banyak berubah?


Aku bukan lagi seorang anak kepala desa yang hanya tau


menanam padi. sikapku,kebiasaan ku, perasaan ku semua itu berubah begitu saja.


Apa semua itu hal yang baik..?


Semua yang aku ingin kan telah tercapai, aku mengikuti  Akira untuk menjadi lebih kuat,untuk


melindungi desa dari para bandit dan bangsawan  jahat, tapi bagaimana keadaan desa setelah


kepergianku?


Pada akhirnya aku belum benar-benar menyelesaikan tanggung


jawab aku sebagai putri kepada desa.


Urusan ku di kerajaan Silva sudah selesai ,mungkin  aku akan Kembali ke desa tidak lama lagi,


sebenarnya aku sangat takut jika sesuatu terjadi dengan desa dan keluarga ku.


Jika sesuatu terjadi apakah usaha aku selama ini akan menjadi sia-sia?.”


Apa para bandit dan bangsawan masih memeras warga desa?, apa


nanti aku akan di sambut mereka saat kepulanganku, apa orang tua dan warga desa


masih mengingatku?


Pertanyaan -pertanyaan aneh terus muncul di kepala Yumi.


Waktu terus berjalan sementara Yumi masih merenung sambil


memandang ke arah langit.


Bulan terus naik ke tempat yang lebih tinggi dan terus


bersinar terang, tetapi kali ini cahaya nya tidak lagi menerangi jendela kamar,


Sekarang Bulan sudah menyinari seluruh dunia tapi tidak menyinari sebuah kamar


kecil yang dulu membuat nyaman penghuninya.


“Jika aku sudah menjadi setinggi langit , apakah aku juga


akan melupakan hal kecil yang dahulu sangat penting bagiku ?.”


“Tentu saja tidak.” Balas seseorang .


Yumi menengok kebelakang.


“Ah, nona Carla, apa aku membangunkan kamu?.” Tanya Yumi


kepada Carla.


ini, tapi setinggi apapun nanti, sehebat apapun nanti aku yakin semua itu tidak


ada artinya jika di bandingkan dengan sesuatu yang sangat berharga, seperti


keluarga dan orang yang kita cintai.”


 “Aku dulu adalah seorang putri yang sangat di sayangi kedua


orang tua ku, ibuku dulu sering membawa aku keliling dan mengajak aku bermain


setiap harinya, tidak pernah ada satu hari pun aku tidak merasa Bahagia bersamanya,


tetapi suatu hari tiba-tiba ada seorang Wanita tua datang ke rumah kami,karena


penasaran aku mengintip di balik pintu, Wanita itu berbicara Panjang lebar


dengan ibuku, aku tidak paham apa yang mereka bicarakan tapi aku tau mereka


akan membawa ibuku pergi, di saat itu juga aku berlari ke arah ibuku lalu


menangis dan memohon untuk jangan meninggalkan aku, aku tidak bisa melihat


wajah ibuku saat itu karena air mataku, aku hanya mengingat perkataan nya.”


 “Carla, ibu hanya pergi sebentar saja, ada banyak sekali hal


mendesak yang harus ibu selesaikan.” Ucap ibu Carla.


“ Tapi aku ingin terus Bersama ibu.” Ucap Carla sambil menangis.


“Dengarkan ibu Carla.” Ucapnya sambil memeluk Carla “Suatu


saat jika kamu sudah menjadi Wanita yang pintar dan hebat, dan bisa membantu


ayahmu menyelesaikan pekerjaan nya, di saat kau sudah menjadi Wanita dewasa ibu


akan pulang lagi.”


“Aku tidak begitu mengingat apa lagi yang ibuku katakan,


tapi setelah itu, aku berusaha menjadi seperti yang ibuku ingin kan, aku


belajar dengan sangat baik, aku mengurus pekerjaan ayahku, aku di puji oleh


orang-orang, saat ini aku telah menjadi seperti yang ibuku ingin kan, tetapi


sampai saat ini tidak satupun hal tersebut membuat aku benar-benar bahagia .”


Yumi tertegun mendengar cerita Carla.


“Jadi setinggi apapun aku,sehebat apapun diriku semua hal


tersebut bahkan tidak sebanding dengan keinginan aku untuk bertemu dengan ibuku


Kembali, karena itulah tujuan aku menjadi hebat, aku yakin tujuan kamu juga


pasti akan tercapai, jika satu tujuan sudah tercapai, maka buatlah tujuan lain


benarkan?.”


Yumi terdiam sebentar lalu tersenyum.


“Kau benar, jika aku sudah menjadi setinggi langit, maka aku


hanya perlu menjadi lebih tinggi dari  pada langit.” Jawab Yumi.


“Terima kasih Carla sudah membantu aku menenangkan perasaan


aku, aku sudah merasa lebih baik sekarang” Ucap Yumi kepada Carla.


“Sama-sama, aku senang kau sudah lebih baik.” Jawabnya.


Setelah itu mereka pun Kembali tidur, karena pagi masih sangat lama untuk mereka tunggu.