
Semua orang di kediaman Mirage tau kalau Beric lah yang bersalah bukan hanya memenjarakan Claire dan Edward tanpa bukti, Beric sama sekali tidak melakukan investigasi lebih lanjut untuk membuktikan bahwa Claire dan Edward memang bersalah.
Seminggu telah berlalu keluarga Mirage mengadakan pernikahan untuk yang kedua kalinya.Para tamu yang hadir di acara pernikahan tidak tahu sama sekali tentang kasus Claire dan Edward.
"Kemana nyonya Claire aku tidak melihatnya ?" tanya salah satu tamu
"Claire sepertinya tidak terlalu suka saya menikah lagi" jawab Beric
"Ahaha... perempuan memang mudah cemburu setelah beberapa hari kalian pasti akan akur kembali"
"Semoga saja..." ucap Beric
Pernikahan berjalan dengan lancar para tamu memberikan ucapan selamat dan hadiah kepada Vanessa dan Beric beberapa orang juga menitipkan hadiah untuk Claire dan Edward.
Sementara itu di dalam penjara bawah tanah Edward dan Claire setiap harinya di berikan makanan yang tidak berkualitas dan perlakuan penjaga yang memperlakukan mereka dengan kejam
"Sepertinya ada yang salah dengan penjaga dan makanannya" ucap Claire
"Ini pasti ulah wanita jalang itu !" ucap Edward marah
Claire terdiam.
6 bulan pun berlalu hanya tinggal 1 hari sebelum waktu pembebasan mereka berdua.
6 bulan menjadi waktu yang cukup lama untuk saling mendekatkan diri antara ibu dan anak.sebelumnya walaupun mereka tinggal di Mansion yang sama Edward lebih sering bermain dan bersenang-senang sedangkan Claire dia selalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka berdua jarang bersama-sama.
"Aku tidak menyadari sebelumnya ternyata Edward bukan lah anak yang suka bersenang-senang saja dia hanya anak yang kurang perhatian dari kedua orang tua nya,aku menyesal terlalu fokus pada tugas ku sehingga mengabaikan anakku sendiri" ucap Claire di dalam hati
"Besok aku dan ibu akan keluar dari penjara kuharap setelah keluar dari sini aku bisa menghabiskan waktuku bersama ibu" ucap Edward di dalam hati
Seperti biasa mereka berdua diberikan makanan yang tidak berkualitas, Edward dan Claire memakannya.
"Aku merindukan makanan yang lezat" ucap Edward
"Bagaimana jika Edward mencoba masakan ibu? Edward belum pernah mencobanya kan?" tanya Claire
"Aku belum pernah mencoba masakan ibu tapi aku yakin masakan ibu pasti lebih lezat dari pada masakan para pelayan"
Mereka tertawa dan salin bercanda.
Kebahagian antara ibu dan anak tersebut tidak berlangsung lama Claire tiba-tiba muntah darah.
"Uhukk..uhukk..."
Edward terkejut.
"Ibu apa kau baik-baik saja?" tanya Edward
"Apakah ada racun di dalam makanannya? siapa yang berani melakukan ini kepada ibuku" ucap Edward
Edward mencoba memanggil para penjaga, tapi setelah Edward teriak begitu kencang tidak ada yang datang menghampirinya keadaan Claire sudah sangat genting Claire terus memuntahkan darah dan tubuhnya mulai melemah.
"Kumohon ibu bertahan lah" ucap Edward
Edward terus mencoba memanggil penjaga tapi tidak ada yang datang satu orang pun.
"Andai....andai...saja aku mempunyai kekuatan untuk menghancurkan pagar besi ini ibu pasti sudah bisa di selamatkan" ucap Edward putus asa
Racun dalam tubuh Claire sudah menyebar ke seluruh tubuhnya jika tidak di cepat meminum penawar nya Claire akan mati.
Claire sudah mengetahui semua ini telah di rencana kan, tubuhnya sudah tidak kuat lagi menahan racun di dalam tubuhnya.
Dengan keadaannya yang sekarat Claire mencoba memanggil Edward yang sedang mencoba memanggil penjaga.
"Uhukk..uhukk Edward kemari lah" ucap Claire
Edward langsung menghampirinya,muka Edward penuh dengan rasa ke putus asaan dan air matanya terus bercucuran.
"Edward dengarkan ucapan ibu kau harus hidup dengan baik aku yakin kau akan menjadi orang hebat di masa depan uhuk...uhukk"
Claire memegang erat tangan Edward.
"Ibu apa yang kau katakan" ucap Edward sambil menangis
"Maaf kan ibu yang jarang menemani kamu bermain maaf kan ibu yang tidak memperhatikan kamu maaf kan ibu untuk segala hal yang telah ibu lewatkan bersama kamu"
"Ibu sudah cukup kau tidak perlu meminta maaf padaku lagi"
"Aku menyesal menghabiskan sisa umur aku hanya untuk bekerja"
Air mata Edward terus bercucuran
"Ibuuu.. bertahan lah" teriak Edward
"Adikku anakku keluargaku maafkan aku"
"Ibuuuuuu...."
"Ibu aku mohon bangunlah bukankah kau akan memasak makanan untukku"ucap Edward sambil menangis
Claire menghembuskan nafas terakhirnya dengan penuh penyesalan.