
Keesokan harinya Akira bangun dari tidurnya.
"Sepertinya aku bangun ke siangan hari ini" Ucap Akira
Akira mencoba untuk bangun tapi ke dua tangannya terasa berat.
"Um..Kenapa tangan ku terasa berat" Ucap Akira
Akira menoleh ke sebelah kiri dan kanan, melihat Yumi dan Fira tidur di sampingnya dada mereka yang sedikit terlihat bibir nya yang indah dan wajah cantik mereka berdua membuat Akira tidak dapat menahannya.
"Ini situasi yang berbahaya aku harus cepat pergi dari sini" Ucap Akira panik
Akira pun melepaskan kedua tangannya dari mereka berdua, lalu berlari ke arah kamar mandi.
Saat sedang berlari ke kamar mandi Akira bertemu dengan Nina.
"Selamat pagi kak" Sapa Nina sambil tersenyum
Karena terlalu panik Akira tidak sempat membalas sapaan dari Nina dan langsung meninggalkannya.
"Sepertinya kakak sedang terburu-buru" Ucap Nina sambil berjalan pergi
Akira yang panik terus berlari ke arah kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi Akira langsung masuk dan menutup pintu.
Rika yang baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan tubuhnya terkejut ketika Akira memasuki kamar mandi.
"Hah..tadi situasi yang gawat sekali jika aku tidak segera pergi adik kecil ku tidak dapat menahannya" Ucap Akira sambil menghela nafas
"Duk.." suara barang terjatuh
Akira melihat kedepan,tanpa sengaja melihat Rika yang sedang telanjang.
"Eh..Rika kenapa kau ada disini" Ucap Akira
"Kyaaaaaaaaa..." Suara teriakan Rika terdengar sampai seluruh penjuru rumah.
Mendengar suara teriakan,Fira dan Yumi terbangun dan langsung menghampiri arah suara.
"Apa yang terjadi" Ucap Fira dan Yumi sambil mendobrak pintu kamar mandi.
"Rika apa yang terjadi ?" Tanya Yumi
Rika melirik ke arah Akira yang sedang bersembunyi di balik pintu, Yumi dan Fira pun melihat ke balik pintu.
"Plakk.." suara tamparan
Di siang harinya mereka berkumpul di ruang makan.
"Ugh..lapar sekali aku belum makan apapun dari pagi" Ucap Akira sambil memegang perutnya yang kelaparan
"Hari ini kau tidak akan mendapatkan jatah makan" Ucap Fira
"Kejam sekali...bagaimana jika aku mati kelaparan" Ucap Akira
"Aku tidak peduli " Ucap FIra
"Hm..aku baru menyadarinya,bahkan sepertinya kekuatan yang di wariskan Dewa Naga tidak bisa menghilangkan rasa lapar" Ucap Akira di dalam hati
"Nina, apa kau sudah memakan kue yang kami beli kemarin?" Tanya Yumi
"Sudah, aku dan Pimi sudah memakannya rasanya enak sekali" Jawab Nina
"Bagus lah jika kau menyukai nya nanti kita beli lagi" Ucap Yumi
"Bagaimana jika kita mencoba kue yang di jual keluarga Ornelas? aku penasaran dengan rasanya" Tanya Yumi
"Aku juga penasaran dengan rasanya" ucap Fira
"Kalau begitu setelah makan kita beli beberapa kue disana" Ucap Akira
Setelah makan Yumi,Fira dan Akira pergi membeli kue yang di jual keluarga Ornelas.
Tidak lama kemudian mereka sampai di toko kue milik keluarga Ornelas.
"Be..besar sekali apa ini benar-benar toko kue?" Ucap Yumi
"Disana juga cukup ramai sepertinya kue yang mereka jual benar-benar enak" Ucap Fira
Toko kue yang di jual keluarga Ornelas sangat besar bahkan berkali-kali lipat lebih besar dari toko kue sebelumnya.
"Ayo kita masuk" Ajak Akira
Mereka pun masuk.
"Woah...banyak sekali kue yang mereka jual tempat nya juga sangat berkelas dan rapi" Ucap Yumi
Toko tersebut ternyata tidak hanya menjual kue mereka juga menyediakan beberapa menu seperti minuman buah,kopi,biskuit,roti dan beberapa jenis makanan ringan lainnya.