
Di perjalanan mereka menuju kerajaan Silverhoad mereka semua tidak pernah merasa aman sedikit pun, bahkan sesudah mereka memasuki jalan rahasia yang melewati hutan, Akira dan lainnya masih terus memperhatikan sekeliling mereka untuk berjaga-jaga.
"Bukankah hutan ini terlalu sepi?,aku sama sekali tidak melihat burung atau hewan-hewan yang berkeliaran di hutan ini?." tanya Akira.
"Mungkin itu ulah Goblin atau hewan buas." ucap Yumi "Karena setahu aku biasanya hewan-hewan seperti kelinci, domba,burung akan bersembunyi jika menyadari tempatnya sudah tidak aman lagi." ungkap Yumi
"Seharusnya sih tidak seperti itu, karena hutan ini masih di wilayah kerajaan jadi tidak mungkin ada hewan buas atau monster disini, setidaknya saat aku melewati jalur ini masih banyak kelinci dan hewan lain yang berkeliaran." jawab Carla.
"Benar juga, berarti ada sesuatu yang aneh dengan hutan ini." ungkap Yumi.
"Biar aku periksa." ucap Nina
Nina merupakan manusia setengah hewan yang memiliki indra yang sangat tajam,Nina juga memiliki kemampuan spesial yang dapat merasakan sesuatu di sekitarnya dengan jelas.
"Apa kau merasakan apa yang aneh disini?." tanya Akira kepada Nina.
"Aku mencium sesuatu yang aneh...tapi aku tidak tau bau apa ini,dan aku juga mendengar ada beberapa nafas orang di sekitar sini." jawab Nina.
Suasana di dalam kereta pun menjadi sangat menegangkan.
"Sepertinya kita benar-benar sudah ketahuan." ungkap Carla.
"Hah.. sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain menghadapi mereka semua." ucap Akira dengan penuh semangat.
"Maafkan aku,sebelumnya aku berpikir dengan kita melewati jalan ini mereka tidak akan bisa mengikuti kita,tapi siapa sangka mereka dapat mengetahuinya dan bahkan berniat menyergap kita." Carla meminta maaf kepada Akira dan lainnya.
"Tidak perlu di pikirkan,lagi pula aku sudah lama tidak bertarung,aku yakin yang lainnya juga berpikir serupa benar kan?." tanya Yumi kepada teman-temannya.
"Benar,aku juga sudah lama tidak bertarung." balas Akira ,sambil tersenyum mencoba menghibur Carla.
"Mereka juga pasti memiliki,kemampuan membunuh yang sangat hebat seperti menyiapkan jebakan yang tak terduga dan melakukan sesuatu secara sembuny-sembunyi."
"Omong-omong bau aneh apa yang tadi,apakah itu semacam racun?" tanya Rika.
"Nina, bisa tolong jelaskan lebih detail tentang baunya." pinta Akira kepada Nina.
"Emm~Baunya nya cukup menyengat dan tidak enak, baunya mirip seperti bau arang." ungkap Nina.
"Bau yang mirip seperti arang ya..." Carla mencoba menebak-nebak asal dari bau tersebut."Aku pernah mencium bau yang mirip seperti arang tapi aku lupa,apa ya..."
Setelah berpikir keras,Carla pun menyadarinya.
"Ah..Cepat !!, Berhenti kan kudanya sekarang juga !!." teriak Carla kepada pelayannya.
"Baik nona."
Pelayan pun memberhentikan kereta kudanya dengan tergesa-gesa.
"Ada apa Carla?,apa kau menyadari sesuatu ?" tanya Akira.
"Kalau tidak salah ingat,ini pasti bau dari bubuk mesiu,bubuk mesiu biasanya di buat untuk membuat jebakan peledak dan mudah terbakar." ungkap Carla.
Shhhs...Shsss..Shssss
"Seperti nya mereka sudah mulai bergerak lebih baik kita bersiap-siap sekarang." ucap Akira.
Mereka semua pun turun dari kereta kuda dan berniat menghadapi mereka semua.