
Sebelum pergi menjalankan quest, Akira dan Yumi bersiap-siap terlebih dahulu seperti membeli senjata, menyiapkan makanan, dan membeli beberapa armor biasa.
Tidak lupa kami bertanya kepada para hunter lain tentang tempat yang akan kami tuju, dan meminta saran bagaimana cara melawan goblin, walaupun tidak semua mau menjawab untungnya ada beberapa orang yang mau membantu.
Kami megikuti petunjuk dari hunter lain dan mengikuti sarannya, perjalanan ke dugeon tidak terlalu jauh karena biasanya goblin membuat markas tidak jauh dari pemukiman warga untuk mencuri hewan ternak para warga.
Sesampainya di dungeon kami langsung menyalakan oborkarena didalam dugeon terlalu gelap.
"Gelap sekali disini, suasananya jadi meyeramkan."Ungkap Yumi.
"Benar, tidak ada cahaya sama sekali disini, bagaiamana para goblin itu bisa melihat."Ucap Akira.
Akira dan Yumi memasuki dugeon lalu menelurusinya, sepanjang perjalanan tidak di temukan satupun jebakan atau perangkap.
“Sepi bangett… dimana para goblinnya mereka tidak muncul sama sekali.” Ucap Yumi.
“Tempat ini benar-benar mencurigakan, tapi…” Akira menengok ke arah Yumi. “kamu tidak sedang ketakutankan Yumi? Wajahmu terlihat ketakutan.” Tanya Akira kepada Yumi
"Eh huh… mana mungkin, bagaimana aku bisa takut hanya karena menghadapi beberapa goblin kecil saja."Jawab yumi.
"Apa kamu pernah mendengar rumor kalau para goblin itu sangat suka menculik perempuan?, apa lagi perempuan cantik sepertimu, kamu pasti akan menjadi target incaran mereka."Jelas Akira sambil menak-nakuti Yumi.
“Berhenti menakut-nakutiku!” teriakYumi marah.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka bedua menemukan dua goblin yang sedang berjaga, merekapun langsung mematikan obornya agar tidak ketahuan.
“Kita serang bersama dan jangan sampai membuat suara bising, kalau tidak goblin lain akan berdatangan kesini.” Ucap Akira kepada Yumi.
“Baiklah, aku serang yang kiri kamu serang yang kanan.” Jawab Yumi.
Mereka berdua mengeluarkan pedang dari sakunya lalu mengendap-ngendap ke belakang goblin.
“Singg…” suara pedang yang barusaja memenggal kepala goblin.
“Kerja bagus Yumi, ayo kita lanjutkan penelurusannya.” Kata Akira kepada Yumi.
“Terima kasih, tapi kita sudah sampai ke tempat terdalam.” Ungkap Yumi.
“Benar juga, kita periksa sekitar sini saja mungkin ada sesuatu yang berharga yang dapat kita ambil.” Ucap Akira.
Akira dan Yumi berkeliling di sekitar dalam dugeon.
Ada beberapa api unggun yang masih panas, sepertinya semalam para goblin baru saja berpesta, tapi sudah sampai sini aku tidak melihat ada goblin lain disekitar sini, apa mereka sedang pergi beburu ya?
Pimi yang selalu diam tiba-tiba menepuk-nepuk kepala Akira sambil menunjuk ke tengkorak manusia yang tegeletak di pinggiran.
“Ada apa?” tanya Akira ke Pimi.
Tunggu sebentar kenapa bisa ada tulang manusia disini, sepretinya ada sesuatu yang aku lewatkan jika mereka sedang pergi berburu berarti…
"Gawat cepat keluar dari sini yumi... "teriak Akira.
Sial aku melupakannya, tidak ada jebakan sama sekali disini dan hanya ada dua goblin yang berjaga itu artinya tempat ini bukan tempat tinggal mereka, tempat ini hanya perangkap!
"Ada apa kazuya? Tiba-tib…"
"Tidak ada waktu lagi cepat kita harus pergi dari sini."ucap Akira panik sambil menarik tangan Yumi.
Suara langkah kaki yang sangat keras terdengar dari luar.
"Suara apa itu?"tanya Yumi.
“Sial sudah terlambat.”
Tiba-tiba muncul Goblin yang sangat besar bersama goblin-goblin kecil menutupi jalan keluar.
Goblin yang sangat besar itu adalah Raja Goblin, Raja goblin adalah monster Rank A, raja goblin memiliki pasukannya sendiri dan memiliki kecerdasan seperti manusia.
"Bagaimana ini, kita hanya rank D monster di hadapan kita saat ini monster Rank A bagaimana cara kita mengalahkannya, jalan keluarnya juga sudah mereka jaga." Ucap Yumi sangat ketakutan melihat goblin yang sangat besar dan pasukannya yang banyak.
Kalau sudah begini aku hanya dapat mengandalkan warisan naga untuk melawan mereka.
"Tidak ada cara lain, aku yang akan melawannya kau segera lari keluar."Suruh Akira.
"Gak mau!!, bagaimana denganmu? Akusudah berjanji tidak akan menjadi beban untukmu.” Tolak Yumi.
Walaupun tidak ada yang bisa kamu mintai tolong di kota, para hunter saja tidak ada.
“Pokoknya aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian!"tegas Yumi.
Yumi memaksa tidak ingin meninggalkan Akira sendirian.
“Aku akan bertarung bersamamu.” Ucap Yumi.
Mata itu, mata yang sama persis seperti yang aku lihat saat pertama kali
bertemu dengannya, penuh tekad dan percaya diri.
"Baiklah, sekarang aku urus yang besar kamu urus yang kecil."
Kazuya melesat ke arah Raja goblin lalu dengan cepat mengayunkan pedangnya ke leher raja goblin.
Tingg…
Sesaat setelah mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, pedangnya malah patah.
"Arrggh bagaimana ini pedangnya patah, harusnya aku membeli pedang yang sedikit lebih bagus"Ucapnya kesal.
Pimi lagi-lagi menepuk kepala Akira, kali ini Pimi menunjuk ke arah tangan Akira.
“Apa maksudmu aku harus mengalahkannya dengan tanganku?” tanya Akira kepada Pimi.
Pimi menanggukkan kepalanya.
Tidak ada pilihan lain, aku harus mencobanya dulu.
Akira mengepalkan tangannya dan lagi-lagi melesat dengan sangat cepat ke arah Raja goblin lalu berusaha memukulnya sekuat tenaga, Raja goblin tidak mungkin sempat untuk menghindar karena raja goblin itu memiliki perut yang sangat buncit sehingga pergerakannya pasti akan sangat lambat.
Belum sempat memukul raja goblin, tiba-tiba ada goblin kecil yang berusaha mengganggu Akira, untungnya Yumi sangat sigap dan langsung membantu mengalahkan goblin kecil tadi.
Akira mengepalkan tangannya dengan sangat kuat dan tanpa sadar mengumpulkan sebagian kekuatan nya di kepalan tangannya.
“TERIMA INI!!“teriak Akira sambil memukul dengan sekuat tenaga ke arah perut raja goblin.
Huh…aku berhasil, aku sudah memukulnya sekuat tenaga seharusnya Raja goblin sekarang sedang terluka.
Itulah yang di pikirkan Akira tapi seperti biasa realita tidak akan selalu sesuai dengan ekspetasi.
“Ti...tidak mungkin pukulan ku…” ucap Akira terkejut.
Tanpa disangka perut raja goblin saat ini memiliki lubang yang sangat besar, monster tingkat A dengan mudah di
kalahkan oleh Akira, perutnya bolong seketikasetelah pukulan Akira mendarat di perutnya.
Para goblin kecil langsung kebingungan karena kehilangan pemimpin mereka, merekapun di bunuh satu persatu oleh kazuya dan yumi dengan mudahnya tapi sayangnya beberapa berhasil melarikan.
"Wooww, Kazuya kau benar-benar sangat kuat sekali, kau bahkan mengalahkan raja goblin hanya dengan satu pukulan."Yumi takjub melihat kekuatan Akira.
"Haha, tapi syukurlah kita berhasil selamat."Ucap Akira.
Mereka berdua memanggil beberapa petugas Guild untuk mengambil manyat-manyat para goblin, para petugaspun sangat terkejud ketikamelihat monster rank A memiliki lubang besar di perutnya.
Karena misinya tidak sesuai dengan peringkatnya, para petugas Guild menganggap bahwa ini merupakan sebuah prestasi bagi mereka, sehingga mereka di perbolehkan untuk langsung meloncati beberapa rank sekaligus, Akira sendiri langsung berada di peringkat A sedangkan yumi di peringkat B, karena mereka membunuh raja goblin imbalan yang di berikan di lipat gandakan menjadi 3 kali lipat.
"Horee kita mendadak menjadi orang kaya hahaha."Tawa yumi gembira.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita rayakan kemenangan ini, malam ini kita akan makan di restoran."Ucap Akira.
"Yataaa...akhirnya aku bisa mencoba makanan lezat.”
Mereka merayakannya dengan memakan beberapa daging dan meminum segelas bir, setelah itu karena hari sudah gelap dan mereka tidak punya tempat tinggal, mereka pergi ke penginapan terdekat.
Tapi masalah baru pun muncul
"Bagaimana ini kamar yang
tersisa hanya kamar satu, dan hanya ada satu kasur besar."