
Setelah melewati perjalanan berhari-hari Kazuya dan teman temanya sampai di gerbang masuk ibukota.
"Akhirnya kita sampai juga disini aku tidak sabar ingin melihat Ibukota"
Yumi sangat senang setelah berhari-hari diperjalanan.
"Kalau begitu ayo kita masuk" Ucap Kazuya
Kazuya dan yang lainnya memasuki gerbang tersebut.
Tiba-tiba penjaga gerbang menghentikan mereka.
"Tunggu dulu mohon tunjukan indentitas kalian"
"Bagaimana cara kami menunjukan identitas kami?"
"Jika kalian adalah pedagang kalian bisa menunjukan lencana pedagang kalian Jika kalian adalah seorang petualang kalian bisa menunjukan lencana petualang kalian"
"Aku dan Yumi mempunyai Lencana sebagai petualang, bagaimana dengan kalian?" Ucap kazuya
"Aku mempunyai identitas sebagai bangsawan kota Vare"
"Aku mempunyai lencana sebagai petualang tapi bagaimana dengan Nina?" Ucap Rika
"Apakah dia seorang budak?"
Tanya penjaga gerbang.
"Bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Kazuya
"Ras rubah sekarang sangat jarang hidup bebas kebanyakan dari mereka sekarang hanyalah seorang budak aku yakin kau membelinya ditempat penjualan budak"
"I..iya..ya bener" Kazuya menjawab dengan gugup karena takut menyakiti hati Nina.
"Karena dia seorang budak aku hanya membutuhkan identitas tuannya saja"
"berarti kami sudah boleh masuk?"
"Ya...kalian sudah boleh masuk... oh iya sekarang para jenius dari berbagai kota akan berkumpul disini"
Kazuya dan teman-temannya sangat terkejut.
"Apa!! Mereka semua akan berkumpul disini?" Ucap Yumi dengan nada tinggi
"Ya. katanya mereka semua dipanggil oleh sang Raja untuk makan bersama sebelum perlombaan antar negara"
"Ternyata begitu...terima kasih atas informasinya"
"Tentu saja"
*****
Mereka pergi ketempat Pusat perdagangan ibukota untuk membeli rumah.
"Oh iya aku minta maaf untuk yang tadi Nina aku terpaksa mengatakan kau sebagai budakku"
"Tidak apa-apa kak"
"Oh iya kita sekarang mau membeli rumah menggunakan uangnya siapa?" tanya Yumi
"Tenang saja kita bisa membeli rumah dengan uangku" Ucap fira
"Wow bangsawan memang beda"
"Ayahku sebenarnya terlalu memanjakanku sebelum berangkat dengan kalian aku diberikan dengan uang yang sangat banyak"
"HAHAHA.... dasar anak manja"
"Aku akan berusaha menggantikannya nanti" Ucap Kazuya
"Tidak perlu Kazuya lagipula jika aku tidak memutuskan mengikutimu aku tidak akan pernah mendapatkan pedang leluhur ini rumah saja belum cukup membayar rasa terima kasihku"
"Baiklah"
Tidak lama kemudian mereka sampai di Pusat perdagangan
"Wah ramai sekali disini"
Berbagai macam penjual mulai dari penjual baju,buah-buahan,sayur dan lain-lain dan tempat penjualan rumah ada di tengah-tengah pusat perdagangan.
"Permisi... aku ingin membeli rumah disini"
"Baik..silahkan kemari"
"kenapa pula hanya aku yang masuk padahal aku sudah berbaik hati membayarnya" Ucap Fira dalam hati
Karena tidak ada yang berpengalaman membeli rumah kecuali Fira semuanya menunggu diluar sambil jalan-jalan keliling kota.
"Kota ini jauh lebih besar dari Springtown "Ucap Yumi
"Kazuya ayo kesini aku ingin membeli sesuatu" Rika sangat semangat setelah melihat makanan enak.
"Apa yang ingin kau beli?"
"Ini makanan khas ibukota sepertinya sangat lezat"
Makanan tersebut terlihat seperti roti namun berbentuk bulat dan memiliki bermacam-macam rasa.
"Bibi kami ingin membeli ini"
Setelah membeli makanan tersebut mereka makan bersama-sama sambil berjalan kembali melihat Fira.
"MENYINGKIR CEPAT MENYINGKIR DARI JALAN !!"
Tiba-tiba rombongan perajurit berbaris membuka jalan.
"Permisi tuan siapakah orang yang akan lewat ini sampai membuka jalan seperti ini?"
"Mereka para jenius dari berbagai kota"
Mereka mellihat datangnya para jenius ke ibukota
"Ternyata mereka para jenius dari berbagai kota sepertinya biasa-biasa saja" Ucap yumi
"Ti...tidak mungkin bukankah itu...."
Kazuya sangat terkejut melihat salah satu dari para jenius tersebut.