
Setelah turun dari kereta kuda Akira,Carla dan teman-temannya bahkan pelayan bersiap-siap untuk menghadapi musuh,mereka semua mengeluarkan senjata nya dan berdiri di posisi mereka masing-masing.
"Tunjukkan diri kalian!, aku tau kalian sedang bersembunyi." teriak Akira.
Mereka pun menunggu balasan dari musuh,tetapi setelah beberapa saat menunggu tidak ada balasan sama sekali dari musuh.
"Mereka tidak mungkin takut dengan kita bukan?,mereka bahkan tidak mau menunjukkan dirinya." ungkap Yumi.
"Mereka benar-benar bersembunyi dengan baik, bahkan aku sendiri pun tidak merasakan niat membunuh sama sekali dari mereka." ucap Akira.
"Kita hanya akan membuang-buang waktu jika menunggu mereka lebih lama,sekarang lebih baik kita harus segera memikirkan cara untuk menemukan keberadaan mereka." ungkap Fira.
"Benar,kalau begitu lebih baik kita memikirkan nya di dalam kereta saja." ucap Akira.
Mereka pun kembali masuk ke dalam kereta kuda untuk memikirkan cara memancing musuh agar mau menunjuk kan dirinya, sementara pelayan menunggu diluar sambil berjaga.
"Nina apa kau mengetahui letak persis mereka bersembunyi?." tanya Akira kepada Nina.
"Tidak kak, aku mungkin mendengar dan merasakan keberadaan mereka, tapi aku tidak bisa menemukan letak mereka bersembunyi." jawab Nina.
Masing-masing dari mereka mengeluarkan pendapat, tapi tidak ada satupun yang dapat dilakukan.
"Kalau seperti ini terus, kita akan terlambat sampai di kota sebelum malam." ucap Akira.
"Bagaimana jika kita tetap melanjutkan perjalanan kita, jika mereka mulai menunjukkan dirinya kita bisa melawannya saat itu juga." saran Fira.
"Tidak mungkin,mereka mungkin memasang jebakan di sekitar sini,kalaupun kita putar balik dari sini mereka pasti akan memanggil teman-temannya dan menunggu di ujung jalur ini." balas Akira.
"Benar juga,terus bagaimana menurutmu?, apa sudah tidak ada yang dapat kita lakukan lagi, selain menunggu mereka keluar?." tanya Fira.
"Kalau begitu..." Akira menengok ke arah Pimi.
"A..apa?" ucap Pimi heran.
"Bisakah kau terbang lalu pancing mereka keluar ?, mereka mungkin bersembunyi di atas pohon." pinta Akira kepada Pimi.
"Hah..?,kenapa harus aku?." balas Pimi.
"Aku mohon...kali ini saja cuman kamu yang bisa terbang dengan cepat dan lincah." ucap Akira.
"Kenapa tidak kau gunakan saja kekuatan mu sendiri untuk menemukan mereka?." tanya Pimi.
"Tapi aku tidak memiliki kekuatan yang dapat mendeteksi keberadaan musuh." jawab Akira.
"Kemampuan apa itu?" tanya Akira.
"Kemampuan mata naga!." jawab Pimi.
"Kami para naga merupakan puncak dari seluruh rantai makanan,tubuh kami sangat besar dan kami lebih sering menghabiskan waktu di udara,naga memiliki mata yang sangat tajam karena itulah walaupun naga terbang di atas langit,kami masih bisa melihat manusia atau mangsanya di daratan bahkan jika mereka bersembunyi." jelas Pimi.
"Aku tau naga itu puncak dari rantai makanan,tapi apa memang naga suka memakan manusia?,apa kau juga akan memakan ku suatu saat nanti." tanya Akira dengan serius.
"Hah..!, daging manusia itu tidak enak,kami lebih suka berburu sapi di peternakan manusia." jawab Pimi.
"Hahaha..aku hanya bercanda." ucap Akira
"Ternyata kau itu naga,aku pikir kau itu burung peliharaan Akira." ucap Carla.
"Apa matamu baik-baik saja?, dari sebelah mana kau melihat ku sebagai burung peliharaan hah!." ucap Pimi marah.
"Ehem..baiklah bisa kah kau ajarkan aku bagaimana caranya menggunakan mata naga?" ucap Akira kepada Pimi.
"Mudah saja,caranya sama seperti kau merubah tanganmu menjadi tangan naga saat di Spring town,perbedaannya kali ini kau harus menyalurkan mana kamu ke dalam ke dua matamu." ucap Pimi.
"Aku ingat bagaimana caranya, baiklah aku akan mencobanya." ucap Akira.
Akira mencoba merubah matanya menjadi mata naga,dengan cara mengalirkan mana ke dalam kedua bola matanya, lalu menggabungkan mana dengan kekuatan warisan dari dewa Naga,cara ini cukup sulit karena Akira harus menggabungkan kekuatan internal nya dengan kekuatan eksternal pemberian dari dewa Naga.
Setelah mencoba beberapa menit, Akira akhirnya dapat menggunakan mata naga nya.
"Akhirnya selesai juga." ucap Akira.
"Bagaimana perasaanmu apa kau baik-baik saja?" tanya Yumi khawatir.
"Aku baik-baik saja,sekarang aku benar-benar bisa melihat dengan lebih jelas,bahkan aku merasa dapat melihat segalanya." jawab Akira.
"Baguslah." balas Yumi
"Huh,baru beberapa menit kau sudah lupa siapa yang mengajari kamu." ucap Pimi.
"Mana mungkin aku lupa,terima kasih Pimi ayahmu sudah merubah hidupku dan kamu juga sudah membantuku,aku tidak akan melupakan kebaikan kalian selamanya." ucap terima kasih Akira kepada Pimi.
"Ti..tidak perlu dipikirkan." balas Pimi.
"Sepertinya ayahku benar-benar tidak salah mewariskan kekuatannya kepada Akira,pada awalnya aku sendiri bingung kenapa ayahku tidak mewariskan nya saja kepadaku,tapi setelah aku melihat Akira yang bisa menguasai mata naga dengan sangat cepat yang bahkan naga berdarah murni perlu beberapa tahun untuk mengaktifkan nya,aku semakin yakin Akira bukan orang biasa melainkan orang yang memiliki takdir spesial." ucap Pimi di dalam hatinya.