KING HAREM

KING HAREM
Serangan balik



Setelah menguasai mata naga, Akira merasa dirinya mendapatkan beberapa kemampuan baru, karena penasaran Akirapun mencoba kemampuan baru nya kepada teman-teman nya.


Akira menggunakan mata naga nya dan menatap teman-temannya dengan penuh rasa penasaran.


"Hmm..."


Yumi merasa malu dan pipi nya memerah karena tidak tahan di liatin terus menerus.


"Ada apa Akira?, apa ada yang salah denganku?." tanya Yumi gugup.


"Tidak-tidak" jawab Akira  " Aku sedang memperhatikan sesuatu, mirip seperti kobaran api meluap keluar dari tubuh kalian." ungkap Akira.


"Kobaran api?." ucap Yumi sambil melihat ke arah Fira.


Fira pun menggelengkan kepala nya karena tidak tau.


"Haiss merepotkan sekali." ucap Pimi kesal "biar aku saja yang jelaskan kobaran api yang kau lihat Itu adalah pancaran mana yang keluar dari tubuh kalian." ungkap Pimi.


"Pancaran mana?" tanya Akira.


"Setiap orang memiliki mana di dalam tubuhnya,tapi karena tubuh manusia tidak dapat menampung energi mana yang sangat besar, mana yang ada di dalam tubuh terus menerus meluap keluar." jelas Pimi.


"Apa suatu saat nanti mana yang terus meluap  keluar akan habis?." tanya Yumi.


"Tidak, tubuh manusia juga mampu memproduksi mana,  mau keluar sebanyak apapun mana dalam tubuh kalian akan terus bertambah,kalian juga dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan mana kalian." jawab Pimi.


"Pancaran mana juga bisa dijadikan sebagai pengukur kekuatan seseorang, semakin besar pancaran nya itu artinya dia dapat memproduksi mana dalam jumlah besar sekaligus." ucap Pimi.


"Tapi kenapa Yumi tidak memancarkan mana sama sekali ?" tanya Akira heran.


Yumi cukup terkejut mendengar ucapan Akira "Itu tidak mungkin bukan?,soalnya aku pernah menggunakan sihir sebelumnya itu artinya aku memiliki mana dalam tubuhku kan?." tanya Yumi kepada Pimi.


"Benar, Yumi memiliki mana dalam tubuhnya, tapi tidak seperti kita, mana Yumi tidak meluap keluar, Itu karena Magic core yang pernah kau terima sebelumnya menyerap seluruh mana yang keluar." ucap Pimi.


"Magic core?, aku hanya tau kalau Magic core merupakan bagian terpenting bagi para penyihir." ucap Yumi.


"Jadi kau menerima Magic core tanpa tahu fungsinya?." tanya Pimi.


"Pantas saja saat Yumi menggunakan Magic core untuk pertama kali nya, satu kota besar langsung kacau balau akibat pancaran mana nya." ucap Akira.


"Saat itu aku tidak dapat mengendalikan mana sepenuhnya, aku jadi kelepasan hehe." ucap Yumi.


Mereka semua malah terbawa suasana belajar dari Pimi sehingga mereka melupakan kalau mereka sedang dalam keadaan genting.


"Tokk...tokk" Pelayan mengetuk pintu kereta.


"Nona sekarang sudah sore, apa tidak masalah kita terus berdiam di hutan?." tanya pelayan.


Mereka yang sedang terbawa suasana seketika sadar dan mengingat kembali tujuan mereka.


"Ah..sepertinya kita sudah membuang waktu terlalu banyak, langit sebentar lagi gelap." ucap Fira.


"Baiklah langsung saja kita serang mereka, aku akan mencoba menggunakan mata naga untuk menemukan keberadaan mereka." ucap Akira.


Mata Akira yang bulat dan berwarna hitam seketika berubah menjadi mata berwarna biru terang dengan kelopak mata tajam.


 "Aku melihat nya!. 3 orang berada di atas pohon, 5 orang berada di semak-semak, di antara mereka semua ada 2 orang yang memancarkan mana yang sangat besar berada di atas pohon, kalian harus hati-hati dengan mereka."


"Baik!" Jawab serentak


"Rika, kau lemparkan pisau ke arah yang aku tunjuk, selanjutnya..." Akira menjelaskan rencana nya kepada teman-temannya.


Setelah semua memahami rencana tersebut,mereka langsung bersiap-siap menyerang.


"Kalian sudah siap?" tanya Akira.


"Aku siap kapanpun." jawab Fira.


"Kami semua sudah siap" jawab Rika.


Yang lainnya pun sudah siap di posisinya masing-masing.


"Kalau begitu mari kita mulai sekarang !."