I Am Not Cruel Girl

I Am Not Cruel Girl
Am I Cruel?



...Aku hanyalah seorang gadis remaja yang tak pandai mengontrol emosi yang selalu diartikan oleh semua orang bahwa aku adalah gadis yang jahat....


...***...


Kerut kening Yara muncul begitu saja saat ia menuruni tangga hendak makan malam, mendapati seorang wanita paruh baya yang menyiapkan makanan untuknya. Tumben. Biasanya Yara akan makan malam sendirian tanpa ditemani siapapun karena papanya dan mama sambungnya itu selalu saja ada urusan bisnis.


Angel yang sedang menyiapkan makanan tersenyum saat mendapati Yara hanya berdiri di ujung tangga. “Eh? Kamu udah selesai nugasnya? Sini makan dulu! Mama masakin yang spesial buat kamu!” pintanya penuh binar.


Dengan perlahan, Yara mendudukkan diri sambil masih menatap Angel heran. Ia memilih untuk mengambil makanan dan diam saja. Enggan bertanya dan akhirnya mengubur pertanyaannya.


“Mulai hari ini Mama gak akan pulang malam lagi,” katanya di sela-sela makannya. Yara yang sedang mengunyah menoleh ke arahnya lagi. “Mama mutusin bakal temenin kamu sarapan dan makan malam, mama gak mau kamu sendirian lagi, Ra.” Jawaban komplit yang menyudahi keheranan Yara.


“Udah biasa sendiri kok.”


Angel terdiam. Entah mengapa setiap berbicara dengan Yara rasanya seperti mematikan topik atau membuat lawan bicaranya tidak bisa bicara lagi, tapi ia tahu memang begitulah Yara.


“Mama denger tadi kamu berantem lagi ya sama temen kamu?” tanya Angel hati-hati.


“Denger dari mana? Dari guru atau mama anak dakjal itu yang laporan, nglabrak?”


“Dari Ezio.”


Yara tercenung. Sejak kapan Ezio jadi tukang ember kegiatannya pada Angel?


Setelah itu, Yara mengangguk saja sebagai jawaban.


“Yara, Mama khawatir sama kamu. Mama gak mau kamu dikeluarin dari sekolah cuma karena perkelahian kamu.”


“Dikeluarin juga gak papa kok.”


“Mama udah bilang dan mohon ke bu Delta supaya kamu gak dikeluarin.” Ya, alasan mengapa selama ini Yara tidak pernah dikeluarkan dari sekolah adalah karena Angel. Mama sambungnya itu adalah donatur di sekolah, sekaligus memiliki relasi dengan kepala sekolahnya.


“Mama ...,” panggil Yara membuat Angel langsung berbinar senang karena Yara memanggilnya ‘Mama’ kembali. “Mama Angel gak perlu lakuin itu.”


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Yara berdiri hendak kembali ke kamarnya. Sebelum itu, ia berbalik arah. “Makasih makan malamnya,” ucapnya datar dan kembali menaiki tangga. Angel hanya tersenyum tipis, masih tak menyangka kata otu keluar dari mulut Yara.


***


Hsschoolviraldong: BUKAN JAHAT LAGI! GAK WARAS INIII CEWEK!


78.876 suka


Yara melihat itu. Sebuah video reels instagram yang di-upload oleh akun tersebut dengan admin anonim. Video dimana ia mengamuk hingga menampar serta memukul Genia dan Lamia hingga keduanya KO kemarin. Yara bukan tipe cewek yang peduli dengan akun sosial media seperti ini. Topik tentang dirinya tak jarang muncul di akun instagram sekolah yang dibuat siswa.


Video seperti itu hanya muncul di berandanya dengan jumlah ribuan like dan komentar, tanpa harus ia cari. Kali ini Yara memencet kolom komentar, mendapati banyak orang yang tag akunnya. Mengatai dirinya.


alfaryzann: cewek gila gak waras! Jijik gue lihatnya!


eldioo09: wuih tumben viral!


aldenassy__: cewek itu lagi, dah bosen gua


eritasyadil33: jahatt bangettt lohh kakaknya suka nyiksa orang! Pantes gak ada temen!


zygantar.aa: @ar.alana8 ahahaa, gua yakin pasti titisan setan!


eltianasyahara: itu cwe yg suka nyiksa Sekar ‘kan?


keylanaazaa: pst ga pernah dididik tuh sm orang tuanya


farasya12: sumpah ya cewek sampah kek dia ga pantes hidup gue sih berdoa supaya dia musnah di bumi ini


alfaryzann: @farasya12 aamiin


aldenassy__: @farasya12 amin!


idtadaryann: @farasya12 aamiinnnn


Yara meletakkan handphone-nya secara kasar. Jantungnya seperti dirobek oleh ribuan belati membaca itu. Berpikir mengapa ia harus membaca komentar-komentar bodoh yang membuat hatinya sakit. Berpikir apa ia salah ia marah ketika orang tuanya direndahkan. Apa salah membela dirinya ketika harga dirinya diinjak-injak oleh orang lain? Kenapa Yara selalu salah di mata mereka? Kenapa Yara selalu jahat? Padahal Yara juga tidak akan melakukan semua itu kalau saja orang lain tidak memancingnya.


Air mata cewek itu tiba-tiba mengalir tanpa diperintah. Yara berusaha memukul-mukul dadanya agar dirinya tidak menangis. Menghapus air matanya secara kasar tanpa ada isakkan sama sekali.


Tiba-tiba, suara pintu kaca balkonnya yang tertutup tirai diketuk beberapa kali. Ia berjalan ke arah balkon kamar dengan penasaran. Saat ia membuka, tidak ada seorang pun di sana. Hanya ada angin yang berembus mengelus kulit putihnya. Cewek itu ingin menutup kembali pintu balkon.


Akan tetapi, ia menemukan sebuah kotak berwarna pink di kakinya. Cewek itu mengerutkan dahi, memutuskan untuk membukanya. Terdapat sebuah kertas warna-warni dengan tulisan.


Lagu Lift Me Up – Rihana


Yara semakin tak mengerti dengan tulisan dalam kertas itu. Ia membalikkannya dan ternyata masih ada kertas lagi.


Tambahin I will di awalannya.


Rangkai katanya sekarang!


Ia mengernyitkan dahi. Prank atau bukan, entah kenapa Yara malah menuruti kata-kata yang ada pada kertas itu seolah melupakan kesedihannya. Dengan penasaran, Yara langsung mencari lirik lagu itu dan menyusun kata sesuai instruksi. Ia mencari-cari kertas di kamarnya, dan menuliskannya.


I will lift you up


(Aku akan mengangkatmu dari keterpurukan)


Hold you down


(Memelukmu erat)


Keep you close


(Membuatmu tetap dekat denganku)


Safe and sound


(Jangan ada luka dan duka kembali)


Burning in hopeless dream


(Terbakar dalam sebuah mimpi yang sia-sia)


I will hold you when i go to sleep


(Aku akan memelukmu ketika aku pergi untuk tidur)


Keep you in the warmth of my love


(Membuatmu agar tetap dalam kehangatan cintaku)


When i depart, i will keep you safe


(Ketika aku pergi, aku kan membuatmu agar tetap aman)


Kira-kira seperti itu jadinya. Yara mengambil kotak pink itu lagi. Mengambil kertas di dalamnya yang masih ada.


Udah lo baca?


Yara membaca lirik lagunya dan kembali membalik kertas.


Jadi jangan merasa sendiri, ada gue


Meski gue gak ada di samping lo....


Semakin penasaran, Yara semakin membaca kertas yang sepertinya sudah disusun untuk ia baca berurutan.


Lo gak jahat, princess


Lo gak salah


Lo hanya berusaha ngebela diri lo


Kalo ada apa-apa, gue siap buat lo


Membaca itu, sudut bibir Yara terangkat. Hatinya sedikit menghangat saat tahu di dunia ini ada orang yang mendukungnya. Kertas terakhir, ia membalikkan kertas itu dan terkejut saat tahu nama orang yang ada di dalam kertas.


By Eliot.


Yara langsung saja berlari ke arah balkon kembali. Berusaha mencari apakah orang yang mengiriminya kotak ini masih ada di sekitarnya. Matanya mengamati seseorang berjaket hitam dengan gambar elang yang tidak ketara wajahnya telah pergi meloncati gerbang rumahnya. Menghilang dari pandangannya. Yah udah pergi.


***


Cowok berjaket varsity hitam limited edition bergambar elang di punggungnya itu menaruh sebuah kotak berwarna pink di lantai. Ia tersenyum sebelum menghela nafas pelan.


Kemudian ia mengetuk pintu balkon itu sebelum akhirnya turun ke bawah untuk pergi. Sorry, gue harus bohongin lo, Ra.


***