Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
The End



Kevin menemani jagoannya bermain di ruang keluarga. Mereka duduk di atas karpet dengan banyaknya mainan anak berupa robot dan mobil remote control di sekitar mereka. Sedangkan Megan duduk di sofa sambil menyusui baby Ar yang menjadi pelengkap dalam keluarga nya.


Azzam bangkit lalu mendekati Mommy dan adik kecilnya.


"Mommy, kapan adik bayi bisa bermain bersama boy?" tanya Azzam sambil menggenggam tangan mungil adik kecilnya.


"Emmm, akan tiba pada waktunya sayang. Azzam harus bersabar menunggunya. Dan harus rajin belajar biar menjadi kakak yang pintar untuk adik-adik Azzam kelak" jawab Megan dengan senyuman manis menghiasi bibirnya.


Kevin tersenyum hangat menatap orang yang disayanginya. Kemudian bangkit dan duduk di samping Megan. Kevin mengelus lembut pipi merah baby Ar dengan penuh kasih sayang, karena lahirnya baby Ar sebagai bukti cintanya bersama Megan.


Kehadiran baby Ar menjadi pelengkap dalam keluarganya dan merupakan anugerah terindah dari Tuhan untuknya. Baby Ar begitu disayangi dan sangat dijaga dalam keluarganya. Termasuk jagoan kecilnya yang mengalahkan kesiagaan dalam menjaga baby Ar.


"Azzam mau adik berapa?" tanya Kevin sambil melirik Megan dengan tatapan menggoda.


Azzam tampak bingung sambil menaikkan kedua tangannya untuk menghitung semua jemari tangannya.


"12 Daddy, Azzam mau punya adik sebanyak itu. Biar kami rame-rame mainnya" jawab Azzam dengan polosnya.


Megan hanya mampu menutup mulutnya mendengar jawaban yang keluar dari anak menggemaskannya, sedangkan Kevin cengengesan mendengar jawabannya.


"Baiklah, Daddy akan berusaha kabulkan permintaan Boy" Ucap Kevin tersenyum miring mengelus lembut pundak Megan seolah mengisyaratkan bahwa dirinya sangat menyetujui jawaban Azzam.


Megan menatapnya dengan tatapan melotot. Apa dia pikir membuat anak sebanyak itu begitu mudah layaknya membuat adonan bolu dan dengan mudahnya dijadikan bahan bercandaan? pikirnya.


Tidak semua orang bisa dianugerahi memiliki anak dengan mudahnya, tanpa kehendak dari sang pencipta. Sebagian orang melakukan berbagai cara demi bisa mendapatkan yang namanya keturunan.


Bukan nya Megan tidak ingin memiliki banyak anak, hanya saja sesuai yang dikehendaki Tuhan untuknya, karena anak merupakan anugerah dari Tuhan yang patut disyukuri.


Sebagai mana pepatah yang mengatakan bahwa banyak anak banyak rezeki, dilain sisi, orang-orang sering menganggap bahwa banyak anak hanya bisa menyusahkan, yang jelasnya persepsi orang berbeda-beda dalam menanggapinya.


"Bagaimana sayang? apa kamu menyanggupinya" bisik Kevin menggoda sambil mengelus pinggang Megan dan itu membuat Megan mencubit perutnya.


"Awwww, ampun sayang. " ucap Kevin pura-pura kesakitan. " Ha ha ha, tapi bohong."


Azzam mengerutkan keningnya melihat raut wajah Daddy dan Mommy nya seperti sedang marahan, namun pandangannya teralihkan karena jemari tangan adik kecilnya bergerak untuk segera dilepas dan Azzam segera melakukannya.


Baby Ar mengerjapkan mata nya dan segera menyudahi menyusu pada Mommynya. Baby Ar melirik ke arah Azzam yang tengah tersenyum ke arahnya, membuat bayi menggemaskan itu tersenyum lebar hingga mata sipitnya tak terlihat.


Azzam lalu mencium pipi merah adik kecilnya dengan senangnya, membuat baby Ar menaikkan tangannya di udara lalu kembali menyusu pada Mommynya.


Kevin dan Megan langsung tersenyum melihat tingkah anak-anaknya sangat menggemaskan di matanya.


"Lihatlah, Boy sangat senang memiliki adik. Ayolah, kita harus mengabulkan permintaannya" ucap Kevin dengan senyuman menghiasi bibirnya.


"Jangan berbicara ngeyel" ketus Megan dengan mode galak.


"Kita harus menyelesaikannya malam ini" goda Kevin berbisik tepat di telinga istrinya. Pasalnya Megan sudah melalui masa-masa lahirannya dan itu artinya dia sudah bisa melayani kembali suaminya dengan baik.


"Kevin!"


"Ya sayang. Aku sangat mencintaimu"jawab Kevin penuh cinta lalu mencium punggung tangan Megan.


Wajah Megan merona merah setiap kali mendengar kata-kata cinta yang keluar dari mulut Kevin.


Kevin mencium kening Megan cukup lama dengan penuh cinta dan kasih sayang, membuat Megan selalu terharu dengan perlakuan manis Kevin untuknya.


"Boy juga mau cium Mommy" ucap Azzam melihat apa yang dilakukan oleh Daddy nya.


Anak yang seumuran Azzam akan selalu mengasah motorik kasarnya lewat apa yang dilihatnya, misalnya saja berlari, melompat, berpelukan dan seperti yang disaksikan saat ini melihat Daddy nya mencium Mommy nya.


Megan tersenyum senang mendapatkan ciuman dari anak menggemaskannya. Megan pun tak lupa memberikan kecupan di pipi gembul Azzam lalu mencium pipi baby Ar dengan penuh kasih sayang seorang ibu.


"Mommy, Daddy, Boy mau tidur" ucap Azzam kepada kedua orang tuanya.


"Kemarilah sayang, biar Daddy yang membawamu ke kamar" ucap Kevin mengulurkan tangannya untuk menggendong Azzam.


"No Daddy. Boy tidak mau di gendong, Boy bukan lagi anak kecil, Daddy" omel Azzam menegur Daddy nya.


"Baiklah, Daddy tidak akan menggendong mu" ucap Kevin tersenyum lalu membawa Azzam ke kamarnya.


Sementara Megan menyusul di belakangnya yang juga ingin menidurkan baby Ar di kamar.


Selanjutnya Kevin menghampiri Megan di kamar. Terlihat Megan mengantuk menggendong baby Ar sedikit rewel untuk ditidurkan di gendongannya, wajah Megan tampak lelah mengurus anaknya, namun kebahagiaan terus terpancar dari manik matanya.


Kevin memandanginya dan merasa kasihan kepada istrinya yang begitu hebat menjaga dan merawat anak-anaknya setiap harinya. Kevin lalu menghampiri Megan dan ingin mengambil alih peran Megan untuk menidurkan bayi nya.


"Sebaiknya kamu tidur, biar aku saja yang menidurkan baby Ar" pinta Kevin dengan tatapan hangatnya.


"Tidak, ini tak akan lama dan sudah menjadi tugas ku sebagai ibunya. Lihatlah, baby Ar juga mulai mengantuk dengan mata sayupnya. Sebaiknya kamu saja yang tidur duluan. Aku tahu kamu pasti lelah seharian bekerja" ucap Megan tersenyum memperhatikan raut wajah bayi nya dan Kevin ikut tersenyum melihat nya.


"Aku sudah merindukanmu sayang. Bolehkah aku mendapatkan jatah malam ini" ucap Kevin berbisik lalu mencium pundak terbuka Megan.


"Hemm" Megan mengangguk setuju mendengar ucapan suaminya.


Kevin tersenyum tipis dan berlalu masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu dengan piyama tidur. Sedangkan Megan dengan hati-hati menurunkan baby Ar di boks bayinya dan tak lupa mencium kening bayi nya yang sudah terlelap.


"Good night, Ar" Megan tersenyum dan tak ingin menjauhkan pandangannya dari wajah tampan baby Ar.


Megan baru tersadar saat sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.


"Kamu sudah siap sayang" goda Kevin lalu mencium leher istrinya.


Dimana, Kevin dan Megan akan memadu kasih memberikan kehangatan satu sama lain, dengan dinginnya malam yang menjadi saksi bisu cinta mereka berdua.


Malam panjang pun mereka lewati dengan penuh kehangatan dan cinta. Mereka pun kembali mengulang kisah manisnya hingga menghasilkan buah cinta dari hubungan sebagai pasangan suami istri.


Waktu akan terus berlalu mengiringi bahtera rumah tangga mereka dan tahun terus berganti bersamaan dengan musim berganti. Saat itu pula, banyaknya ujian mereka lewati bersamaan dengan tumbuh kembang anak-anaknya.


Dengan adanya cinta, kasih sayang, keyakinan, kepercayaan, kesabaran, kejujuran, kerja keras dan saling melengkapi mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka dan tetap terjalin dengan harmonis.


Tujuh tahun telah berlalu, bukan perkara mudah bagi pasangan Kevin dan Megan bisa melaluinya. Dikaruniai lima anak adalah suatu anugerah terindah dari Tuhan untuk mereka. Memiliki anak tampan dan cantik semakin membuat hari-harinya berwarna.


****


Terdengar suara tawa di ruang tengah membuat siapa saja yang mendengarnya akan senyum-senyum sendiri. Tiga anak kecil berumur 3 tahun tampak asyik bermain dengan berbagai aneka jenis mainannya ditemani babysister nya.


Saat mendengar langkah kaki memasuki ruangan tersebut, seketika mereka kompak mengalihkan pandangannya dan tersenyum bahagia melihat siapa sosok yang datang menghampirinya.


Ketiga anak kecil itu langsung berlarian kecil membawa mainannya menghampiri sosok yang dikenalinya.


"Daddy" ucapnya kompak dan langsung berhambur pada sosok yang dipanggilnya Daddy.


"Pelan-pelan sayang, Daddy takkan meninggalkan kalian lagi" ucapnya tersenyum bahagia dan sangat merindukan anak-anaknya. Dia tidak lain adalah Kevin yang sepertinya baru pulang kerja.


Dua anak kecil berada di gendongannya dan satunya lagi berada di balik punggungnya. Kevin begitu hati-hati dan sedikit kesulitan membawa mereka untuk didudukkan di sofa.


Sosok wanita cantik dengan rambut panjang digerai indah langsung menghampiri mereka dengan panik.


"Alfan, Alfin, Alana, cepat turun dari gendongan Daddy. Kalian bisa saja jatuh" tegurnya cepat.


"Maaf, Mommy, kami ingin terus seperti ini" ucapnya kompak memasang wajah menggemaskannya.


Wanita cantik itu adalah Megan. Dan Megan seketika menurunkan mereka dari gendongan Daddy nya. Kevin sendiri hanya cengengesan melihat raut wajah istrinya yang sangat lucu menurutnya jika panik melihat kelakuan anak-anaknya.


"Azzam dan Ares mana sayang?" tanya Kevin dan memberikan ciuman di kening istrinya.


"Azzam ada less tambahan di sekolahnya dan akan pulang satu jam lagi. Dan Ares berada di ruang baca bersama guru less nya" jawab Megan tersenyum sambil membersihkan tangan Alfan yang kotor karena coklat.


"Oh ya sudah, aku akan ke kamar untuk mandi. Bagaimana anak-anak, kalian mau mandi bersama Daddy?" tanya Kevin kepada ketiga anaknya yang kembar.


"Yes Daddy" ucapnya kompak.


"No, kalian sudah mandi" timpal Megan.


Ketiga anak kembar itu langsung merengek kepada Daddynya membuat Kevin tak tega melihatnya.


"Biarkan saja sayang, aku yang akan mengurusnya" ucap Kevin tersenyum.


Megan geleng-geleng kepala melihat kepergian Kevin membawa ketiga anak kembarnya. Mau tak mau Megan menyusulnya dan mengambil alih salah satu dari mereka untuk di gendong.


Kilas balik selama pernikahan Megan dan Kevin. Satu tahun pernikahan Megan melahirkan anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Ares dan tiga tahun berikutnya megan melahirkan bayi kembar 4 sekaligus, namun sayangnya salah satu bayi kembarnya tak tertolong karena bobot tubuhnya sangat kecil dibandingkan dengan anak kembar lainnya, disitulah ujian terberat Megan dan Kevin selama pernikahannya kehilangan anaknya.


Makan malam pun tiba, seluruh keluarga Kevin berkumpul di meja makan untuk makan bersama dengan penuh kehangatan. Tak ada obrolan di meja makan karena mereka sudah mengajarkan dari dini untuk anak-anaknya tak mengobrol di meja makan. Dan itu terbukti lakukan anak-anaknya dengan baik.


Selepas makan malam bersama, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga guna untuk menonton TV dan bercanda gurau. Ketiga anak kembar nya sudah duduk di atas karpet dengan mainannya. Kevin hanya mampu mengawasinya saja dan selalu diperebutkan oleh mereka.


Azzam dan Ares tampak bermain rubik di samping Mommynya. Mereka seperti sedang berlomba menyelesaikan permainan rubik nya.


"Azzam, bagaimana aktivitas mu hari ini" tanya Kevin kepada anaknya yang sudah berusia 12 tahun dan tidak lama lagi akan menjadi remaja.


"Sangat baik Daddy" ucap Azzam yang sibuk menyelesaikan permainan rubik nya dengan lambat.


"Oh baguslah"


"Yes aku menang kak" ucap Ares yang lebih dulu menyelesaikan permainan rubik nya.


"Yah aku kalah lagi diks" ucap Azzam dan lebih suka mengalah dari adiknya.


"Lihat kak, Nana sedang membuat pola di baju Daddy" ucap Alana antusias dan Kevin membiarkan itu. Karena Alana satu-satunya tuan putri di keluarganya. Begitu halnya saudara lainnya yang juga sangat menjaga Alana sebagai adik perempuannya.


Megan geleng-geleng kepala melihat kelakuan putri kecilnya. Sementara yang lainnya tertawa bahagia melihat pola gambar Alana yang begitu lucu.


Suasana keluarga Kevin selalu dipenuhi suara tawa dan canda gurau. Kevin dan Megan sangat bahagia dengan semua itu. Mereka berharap bisa melihat anak-anaknya tumbuh dewasa. Karena tak ada yang paling berharga di dunia ini selain keluarganya sendiri.


Setelah memastikan anak-anaknya sudah pada tidur. Kevin dan Megan memilih menikmati keindahan malam di balkon kamarnya. Kevin menggenggam tangan wanita yang paling dicintainya dan menatap manik matanya dengan dalam.


"Menua lah bersamaku Megan Cooper Anderson hingga maut memisahkan" ucap Kevin tersenyum hangat.


"Ya, aku siap menua bersamamu Kevin Abraham Smith hingga maut memisahkan" ucap Megan tersenyum dengan mata berkaca-kaca dan Kevin langsung mendaratkan ciuman di bibirnya lalu menariknya ke dalam pelukannya.


"Aku sangat mencintaimu sayang"ucap Kevin mengeratkan pelukannya.


"Aku tahu" balas Megan tersenyum sambil mengelus punggung Kevin


Bintang-bintang di langit menjadi saksi bisu akan cinta mereka berdua dan tak akan pernah terpisahkan oleh apapun hingga maut memisahkan.


END


Sampai jumpa di lain kesempatan, bye bye 😘