
Semua orang memberikan tepuk tangan atas kemenangan orang yang bernama tuan Smith di acara lelang tersebut. Sedangkan tuan Ziko begitu kesal sambil membanting meja dan kursinya lalu bergegas pergi.
Tuan Ziko tidak terima atas kekalahannya. Sedangkan Edward dan Tono tak ingin ambil pusing dan malah menghiraukan tindakan brutal dari tuan Ziko. Mereka memilih mengobrol bersama untuk membicarakan hal penting.
Untuk Megan sendiri begitu was-was dan mulai diselimuti perasaan gugup mendengar nama orang yang sudah memenangkannya. Megan hanya perlu menunggu kedatangan orang yang sudah membelinya dengan harga fantastis.
Megan duduk termenung di pinggir tempat tidur memikirkan nasibnya selanjutnya.
Aku tidak tahu, seperti apa orang yang sudah membeli ku. Tapi, aku berharap semoga saja dia orang baik.
Megan membatin dengan nasib yang dialaminya sekarang. Dia sungguh menjadi wanita hina yang tak tentu arah.
Aku sungguh minta maaf Kevin, inilah pilihan ku saat ini.
Aku berjanji tidak akan pernah menemui lagi. Kamu pasti malu dan membenciku atas tindakan ku ini.
Tak ada lagi yang patut dibanggakan dirinya, semua orang menganggapnya sebagai wanita lelang. Tak terkecuali Kevin akan merasa jijik kepadanya.
Megan menghela nafas panjang lalu kembali meracau tak jelas perihal sosok orang yang sudah membelinya.
"Mungkinkah sosok tua renta yang memiliki banyak istri yang sudah membeli ku atau jangan-jangan lelaki paruh baya yang super mesum yang hobi bermain wanita. Ya ampun, Tidak... tidak, Megan, kamu harus berpikir positif, bagaimana pun orangnya dia sudah berhak atas dirimu" ucap Megan yang berbicara sendiri.
Hingga malam pun tiba, Megan masih saja menempati kamar hotel sambil menunggu kedatangan tuan Smith yang katanya akan datang menemuinya di kamar hotel.
Dan untuk sekretaris ayahnya sudah pergi dari hotel tersebut sedari tadi, dikarenakan adanya hal penting yang perlu dikerjakannya.
Megan baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan terlihat sudah mengenakan gaun hitam yang sangat seksi dan cukup transparan. Semuanya sudah dia persiapan sebelum berangkat ke hotel.
Megan lagi-lagi duduk termenung menunggu kedatangan tuan Smith dengan pencahayaan lampu tidur yang cukup redup hingga raut wajahnya yang tampak murung tak terlihat jelas.
Bukan tanpa sebab membuat pencahayaan kamarnya menjadi redup, akan tetapi, hal itu mampu mengurangi perasaannya yang sudah campur aduk, terlebih perasaan gugupnya yang lebih dominan.
Saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar. Megan bangkit dari duduknya dan berjalan mundur ke samping tempat tidur. Lalu Megan berdiri di sana sambil meremas tangannya.
Ceklek
Pintu kamarnya terbuka lebar dan menampilkan sosok lelaki di ambang pintu. Megan semakin gugup saja, jantungnya memompa lebih cepat saat mendengar langkah kaki seseorang masuk ke dalam kamar.
Hah... aroma parfumnya.... tidak asing. Batin Megan.
Megan mematung di tempatnya dan sangat mengenali aroma parfum tersebut.
Tlep
Pencahayaan kamarnya menjadi terang hingga Megan mengalihkan pandangannya dan terlonjat kaget melihat sosok lelaki yang baru saja masuk ke kamarnya.
"Kee-viiiin" ucap Megan terbata.
Megan tak habis pikir melihat lelaki itu yang tidak lain adalah Kevin.
Kevin diam saja melangkah mendekatinya, membuat Megan diserang perasaan gugup.
"Kamu....kamu sedang apa disini" ucap Megan kikuk.
"Menurutmu nona Megan Cooper Anderson?" tanya Kevin dengan tatapan dinginnya dan terus melangkah mendekati Megan.
"Apa kamu..."
Megan langsung menutup mulutnya dan seolah diserang kejang-kejang. Ingin rasanya dia lenyap dihadapan Kevin. Sedang Kevin hanya menatapnya dingin dan sudah berdiri di hadapannya.
"Jangan-jangan.....ah iya, jadi kamu yang memenangkan aku" jawab Megan gugup dengan mata berkaca-kaca.
Kevin diam saja dan lebih fokus menatap wajahnya dengan intens. Megan menundukkan pandangannya dan begitu malu ditatap oleh Kevin.
Perlahan Megan memundurkan langkahnya, namun secepat kilat Kevin menarik pinggangnya hingga tubuhnya berbenturan dengan tubuh Kevin.
Megan langsung memeluk Kevin dengan eratnya begitu halnya yang dilakukan oleh Kevin. Baru sehari tak bertemu bagaikan setahun bagi mereka yang tengah dimabuk asmara.
Pasangan suami istri itu saling berpelukan dengan diam yang tengah melepaskan kerinduannya masing-masing.
"Aku begitu berharap kamu yang menolongku" ucap Megan tersenyum dan sudut matanya berair.
"Awwww"
"Bodoh! aku sudah memintamu untuk menungguku, tapi kamu seolah...." ucap Kevin tak habis pikir dan Megan langsung memotong ucapannya.
"Ya aku memang bodoh. Daddy ku bahkan tak pernah menganggap kehadiranku dan selalu saja menganggapku pembawa sial. Semasa sekolah pun nilaiku begitu jelek dan aku hanya tamatan SMA bukan wanita yang berpendidikan tinggi. Kamu pantas mengatai ku bodoh.. bodoh" ucap Megan sambil menunduk dan air matanya mengalir membasahi wajahnya.
Kevin hanya diam mendengarkan ucapan Megan.
"Aku rela melakukan hal bodoh demi orang yang kusayangi. Aku begitu membenci Daddy, tapi di sisi lain aku sangat menyayanginya. Apa aku salah jika ingin membantunya demi mendapatkan kasih sayangnya?" tanya Megan lalu memukul dada Kevin.
"Maaf sudah membawamu dalam masalah ini" ucap Kevin sambil menghapus sisa air mata Megan dan kembali memeluknya dengan erat.
Setelah berhasil menenangkan Megan, Kevin membawa Megan duduk di sofa.
"Sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin kukatakan kepadamu" ucap Kevin serius.
"Tunggu, jadi kamu tuan Smith yang sudah membeli ku"ucap Megan memperjelas nya.
Kevin mengangguk menanggapi ucapannya. Megan bernafas lega dan begitu bersyukur Kevin yang menolongnya.
"Megan, sebenarnya akulah orang yang sudah membuat ayahmu jatuh bangkrut. Kamu pasti marah besar mendengar kebenaran ini. Bukan tanpa sebab aku melakukannya. Suatu kejadian di masa lalu membuatku menjadi dendam kepada ayahmu dan ingin memberikan pelajaran kepadanya dengan cara seperti ini" ucap Kevin dengan jujurnya.
Megan hanya diam seribu bahasa mendengar kebenaran yang diucapkan Kevin.
"Maaf, sekali lagi aku minta maaf. Aku akan siap jika kamu membenciku atau meningg___"
Kevin tak mampu melanjutkan ucapannya, mulutnya sudah dibungkam oleh Megan. Kevin hanya mampu menikmati ciuman Megan yang sudah dirindukannya.
"Aku juga minta maaf, tapi berkat dirimu Daddy ku akhirnya sadar juga, yang lalu biarlah berlalu, karena kamu adalah pelindungku" ucap Megan tersenyum sambil mengusap wajah Kevin.
Kevin ikut tersenyum dan kembali membawanya dalam pelukannya. Puas berpelukan mereka kembali saling tatap-tatapan.
"Kamu bahkan tampil sempurna dan berpakaian seksi demi menunggu orang yang sudah memenangkan mu" ucap Kevin mencubit gemas hidung mancung Megan.
"Ya sudah, ayo selesaikan masalah kita, karena seluruh yang ada dalam tubuhku sudah menjadi milikmu tuan Smith" ucap Megan sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Kevin.
Kevin tergelak tawa mendengar ucapan Megan.
"Kita akan selesaikan di kediamanku nona mafia" timpal Kevin tersenyum dan kembali mendaratkan ciumannya di bibir manis Megan.
"Ha ha ha, baiklah" ucap Megan tergelak tawa dan Kevin segera menyematkan jasnya di tubuh Megan.
"Aku tidak ingin orang lain menonton gratis milikku" tegas Kevin lalu menarik tangan Megan untuk membawanya pergi.
Disepanjang perjalanan Kevin dan Megan terus saja memancarkan senyuman bahagia. Tangan keduanya saling tertaut mesra dan begitu lengket layaknya memiliki lem perekat.
Walaupun Kevin begitu fokus mengemudikan mobil sportnya, sesekali Kevin melirik wanita cantik di sampingnya dan mulai keseringan mencium punggung tangannya.
Hanya 30 menit mereka tiba di kediaman Kevin. Kemudian Kevin bergegas membawa Megan masuk ke dalam rumah mewahnya.
Suasana rumahnya sudah sepi, hanya kepala pelayan yang menyambut kedatangan mereka dan tersenyum melihat kemesraan mereka.
Kevin tak ingin menunda waktu dan segera membawa Megan ke kamarnya. Kevin begitu cepat membuka pintu kamarnya lalu menarik tubuh Megan masuk dan segera mengunci pintu.
"Aku mau___"
Dengan gerakan cepat Kevin menarik pinggang Megan dan langsung melancarkan serangannya.
"Emmmmp"
Megan begitu kewalahan menghadapi ciuman gan*s Kevin.
"Kamu milikku dan berada dalam kendaliku malam ini"ucap Kevin menyeringai lalu menggendong Megan dan segera membaringkannya di tempat tidur.
Megan hanya menatapnya dengan tatapan sendunya. Siap tidak siap dia harus melakukannya.
Bersambung.....
Jangan lupa, like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏