Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 35



Seharian ini Megan menemani Azzam bermain dan juga terus mengawasi Azzam mengikuti les private belajar menggambar dan mewarnai di ruang bermain kediamannya.


Kevin sengaja membayar guru les untuk anaknya agar bisa mengasah kemampuan motorik halus si anak lewat menggambar dan mewarnai.


Sehingga si anak senantiasa mengasah kemampuan yang dimilikinya. Mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.


Baik Kevin maupun Megan terus memperhatikan tumbuh kembang anaknya yang semakin hari tambah pintar dan banyak tahu.


Megan senantiasa merekam seluruh kegiatan yang dilakukan Azzam lalu mengirimkannya kepada Kevin, karena Kevin sendiri tidak ingin ketinggalan sedikit pun kegiatan yang dilakukan anaknya.


Sore hari Megan kembali menemani Azzam menonton film kartun kesukaannya. Sambil menonton bersama, Megan mengirim pesan singkat untuk Kevin.


'Cepat pulang, Azzam sedari tadi menunggumu. Hasil karyanya hari ini ingin dia tunjukkan kepada Daddy nya'


Tak berselang kemudian, sebuah pesan singkat masuk di ponselnya dan merupakan balasan dari Kevin.


'Oke'


Megan tersenyum lalu menyimpan ponselnya di atas meja.


"Mommy, boy mau makan es klim" ucap Azzam manja.


"Ayo, Azzam mau es krim rasa apa?" tanya Megan sambil membantu Azzam turun dari tempat tidur.


"Boy suka semua es klim nya, mommy" jawab Azzam cepat.


Megan tersenyum dan segera membawa Azzam berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil es krim yang tersedia di lemari pendingin di dalam kamar tersebut.


Kebetulan di dalam kamar Azzam terdapat lemari pendingin dan tersedia di dalamnya segala aneka cemilan, es krim dan buah segar yang baik untuk dikonsumsi anak balita seperti Azzam.


Megan mengambil satu cup es krim untuk Azzam.


"Tambah lagi, boy mau makan banyak es klim" ucap Azzam antusias sambil melompat-lompat kegirangan.


"Baiklah, dua saja sudah cukup sayang" ucap Megan membujuknya.


"Baik mommy" ucap Azzam tersenyum mengangguk patuh dan segera mengambil es krim nya.


Azzam berlari menuju balkon kamar untuk memakan es krimnya di sana. Megan bergegas berlari kecil menyusulnya.


Megan menemani Azzam duduk di kursi sambil menikmati pemandangan langit senja.


Diluar dugaan terlihat wanita misterius sedang memperhatikannya di halaman depan. Setelah puas memandangi ibu dan anak itu, wanita misterius itu bergegas pergi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain....


"Kamu yakin dia akan mengunjungi restoran itu?" tanya suara bariton seseorang yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


"Benar tuan, saya sudah menyelidiki dan menanyakan pada manager restoran perihal kedatangan mereka" ucap lelaki berkacamata.


"Hemm, jalankan tugasmu. Jangan sampai gagal karena ini sangat berpeluang untuk menangkap putriku" ucapnya sambil membereskan pekerjaannya.


Lelaki paruh baya itu bangkit dari duduknya yang baru saja selesai membereskan pekerjaannya.


"Kembali ke mansion" ucapnya kepada bawahannya.


"Baik tuan" ucap lelaki berkacamata dengan patuhnya.


Mereka melenggang pergi meninggalkan perusahaan Anderson. Ya mereka adalah Tuan Anderson dan sekretarisnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Malam harinya.....


Kevin berkumpul bersama keluarganya di ruang keluarga. Azzam begitu antusias menunjukkan hasil karyanya berupa gambar pemandangan alam.


Kevin begitu senang dan terus memuji hasil karya anaknya sehingga Azzam lebih bersemangat lagi belajar menggambarnya. Sedangkan Megan hanya mampu tersenyum memperhatikan mereka.


Kevin lalu melirik Megan dan tatapan matanya memberikan kode-kode untuk Megan. Sementara Megan sama sekali tak mengerti maksudnya, hingga Kevin mengulurkan tangannya menyentuh pinggang Megan sehingga Megan segera menoleh ke arahnya.


"Bersiaplah, aku akan menunggumu" bisik Kevin sambil mengelus pinggang Megan.


"Azzam belum tidur, aku harus menidurkannya terlebih dahulu sebelum bersiap-siap" ucap Megan berbisik-bisik.


Azzam menoleh ke arah mereka dan serempak Daddy dan Mommynya tersenyum.


Megan melirik jam dinding sesuai dengan kesepakatan bersama dengan Kevin. Dengan cepat Megan mengiyakan ucapan anaknya.


"Bersiaplah terlebih dahulu, aku akan menidurkan Azzam setelah ini" ucap Megan yakin.


"Hemm" balas Kevin dengan sedikit anggukan kepala.


Megan segera membawa Azzam ke kamarnya untuk menonton film kartun kesukaannya. Dua babysister Azzam ikut menemaninya menonton bersama.


Megan terlihat tak tenang, sudah dua film kartun favorit Azzam habis dia tonton, sedang Azzam belum juga mengantuk.


Sementara di ruang tamu, Kevin sudah mondar-mandir menunggu kedatangannya di temani Gerald yang beberapa menit yang lalu baru tiba di kediamannya.


Penampilan Kevin selalu saja mencuri perhatian. Texudo navy begitu pas di tubuhnya, dan terlihat sangat formal namun berkesan maskulin.


Kevin melirik jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam. Padahal mereka janjian pergi tepat pukul 8 malam.


"Gerald, setelah kami pergi jangan biarkan seorang pun masuk ke kamar Boy" peringat Kevin kepada orang kepercayaannya.


Gerald hanya mengangguk patuh menanggapi ucapannya.


Tak berselang lama kemudian muncullah Megan dengan penampilan memukau. Gaun putih sebatas lutut begitu pas di tubuhnya. Rambut panjangnya dia biarkan tergerai indah, dan untuk riasan wajahnya terlihat natural namun tetap saja cantik menawan.


Kevin memperhatikan penampilan Megan dari ujung rambut hingga ujung kaki, kata sempurna yang patut di berikan untuk wanita cantik dihadapannya.


Megan hanya tersipu malu dan cukup gugup, karena ini pertama kalinya Kevin mengajaknya makan malam di luar. Kevin segera menarik tangannya untuk membawanya pergi.


Sementara Gerald bergegas ke kamar Azzam untuk menjaga anak atasannya. Walaupun dua babysister sudah siap siaga di dalam kamar Azzam, akan tetapi Kevin belum percaya sepenuhnya kepada mereka.


Mobil Kevin mulai melaju meninggalkan kediamannya. Kevin dan Megan saling curi-curi pandang menilai penampilannya satu sama lain.


"Kita mau kemana?" tanya Megan dengan tatapan lurus ke depan.


"Nanti juga kamu bakalan tau" jawab Kevin sekenanya.


Megan tersenyum lalu memukul kecil lengan Kevin. Sementara Kevin hanya tersenyum lalu mencium punggung tangan Megan. Tiba-tiba wajah Megan merona dengan sikap manis Kevin.


Tak terasa perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya mereka tiba di sebuah restoran mewah di pusat kota. Kevin bergegas turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untuk Megan.


Megan tersenyum manis meraih uluran tangan Kevin. Lalu mereka berjalan sambil bergandengan tangan masuk ke dalam restoran.


Suasana di dalam restoran cukup sepi dan kurangnya pencahayaan dari lampu penerangan. Hanya deretan lilin berjejer rapi di sepanjang jalan yang mereka lewati.


Megan sedikit terpaku dan tetap saja berjalan di samping Kevin. Suara biola terdengar sangat sayhdu menggema di dalam ruangan. Megan segera mengalihkan pandangannya dan langsung menutup mulutnya melihat deretan pemain biola melakukan pertunjukan musik instrumen yang terus berirama di dalam ruangan.


Kevin tersenyum dan membiarkan Megan melihat pertunjukan musik tersebut. Megan memeluk lengan Kevin dengan memancarkan senyuman kebahagiaan. Mega sama sekali tidak menyangka Kevin memberikan kejutan seperti itu.


"Kamu suka?" tanya Kevin tersenyum hangat.


Megan hanya mengangguk dengan mata berkaca-kaca yang memancarkan kebahagiaan.


Lalu muncullah manager restoran bersama pelayanannya membawa kue tart berbentuk menara yang berukuran besar. Kevin menarik tangan Megan untuk mendekat.


Megan terus saja memancarkan senyuman manisnya dengan kejutan demi kejutan untuknya. Lalu manager restoran memintanya memotong kue tart berbentuk menara.


Kevin dan Megan bersama-sama memotong kue tart berbentuk menara dengan iringan musik biola. Kebahagiaan jelas terpancar di wajah keduanya. Selanjutnya mereka kembali saling suap-suapan menikmati kue tart tersebut.


Megan tak sanggup berkata-kata lagi yang sedang diselimuti perasaan haru dan bahagia. Lalu Megan berhambur memeluk Kevin dengan mata berkaca-kaca. Kevin tersenyum membalas pelukannya.


"Apa kamu menyukai kejutannya?" tanya Kevin tersenyum dan cukup gugup.


Lagi-lagi hanya anggukan kepala yang dilakukan Megan.


Kevin lalu membawa Megan menuju meja yang sudah tersaji aneka makanan lezat dan minuman. Kevin menarik kursi untuk diduduki Megan. Sedang Megan bergegas duduk, Kevin membungkukkan badannya lalu mendaratkan ciumannya di kening Megan.


"Aku menyiapkan semua ini untukmu. Kamu sangat spesial dan aku ja___" ucap Kevin gugup dengan debaran jantung yang semakin kencang ditambah Megan memotong ucapannya.


"Maaf, aku mau ke toilet sebentar" potong Megan dengan perasaan gugup.


Kevin segera menjauh darinya lalu duduk di kursinya. Megan bergegas berjalan ke toilet, perasaannya begitu aneh saat bersama Kevin.


Di dalam toilet, Megan mengamati wajahnya yang memerah sambil membersihkan tangannya berulang kali. Hingga terdengar suara pintu toilet terbuka. Megan segera mengalihkan pandangannya dan tiba-tiba kepulan asap menyelimuti penglihatannya dan setelahnya Megan jatuh pingsan. Tampak seseorang segera membawanya pergi.


Bersambung.....


Jangan bosan-bosan, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏