Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 12



"Tak perlu menyeretku masuk ke dalam mobilmu" kesal Megan yang tak suka perlakuan Kevin terhadapnya.


Dari keluar ruangan Kevin hingga diparkiran, Megan selalu saja berdengus kesal dengan tingkah Kevin yang semaunya. Ingin rasanya Megan memukuli wajah Kevin habis-habisan.


Wajah Megan ditekuk di dalam mobil dengan kepalan kedua tangannya. Megan sangat kesal satu mobil dengan Kevin. Sementara Kevin hanya diam duduk di kursi kemudi. Lalu Kevin melajukan mobilnya menuju tempat yang akan dia tuju.


Ampun deh, begitu kebeletnya dia ingin menikahiku. Batin Megan.


Tak ada obrolan yang dilakukan mereka sepanjang perjalanan menuju kantor pencatatan sipil setempat. Hingga mobil yang membawa mereka tiba di kantor pencatatan sipil setempat yang terletak di pusat kota.


Megan bergegas turun dari mobil, kemudian diikuti Kevin. Mereka menatap kantor pencatatan sipil dengan bangunan dua lantai.


"Apa berkasku dan berkasmu sudah rampung?" tanya Megan.


"Hemm, tak mungkin aku membawamu ke tempat ini sebelum semuanya rampung. Tio yang mengurus segalanya" jawab Kevin kemudian berjalan menuju pintu masuk.


Megan segera menyusulnya, banyaknya pertanyaan yang menjadi tanda tanya dibenaknya. Hingga Kevin secepat itu mendaftarkan pernikahannya di kantor pencatatan sipil.


Kini Kevin dan Megan sudah duduk bersama di meja yang berhadapan dengan salah satu pegawai yang mengurus pernikahannya. Pegawai laki-laki tersebut kembali memeriksa berkas keduanya. Lalu menyerahkan berkas penting yang masih merupakan salinan buku nikah untuk mereka tandatangani sebelum resmi menjadi pasangan suami istri.


Kevin tanpa basa-basi menandatangani berkas penting tersebut setelah mendapatkan beberapa macam pertanyaan. Sedangkan Megan yang belum sepenuhnya yakin dengan terpaksa menandatangani berkas penting tersebut.


"Selamat, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri" ucap pegawai laki-laki tersebut tersenyum ramah.


Baik Kevin dan Megan hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing tanpa menimpali ucapan pegawai tersebut. Tak ada kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka. Hingga mereka meninggalkan ruangan tersebut.


Kevin dan Megan berjalan bersama keluar dari kantor pencatatan sipil. Megan masih saja belum bisa mempercayai bahwa dirinya sudah resmi menikah dengan Kevin.


Kevin membukakan pintu mobil untuk Megan yang sudah resmi menjadi istrinya. Megan bergegas masuk ke dalam mobil tanpa adu mulut dengan Kevin, karena saat ini perasaannya campur aduk. Lalu Kevin ikut masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya.


Megan hanya diam menatap keluar jendela. Tak pernah terpikirkan olehnya untuk menikah secepat itu. Dia bahkan tak pernah mengenal kata cinta, hanya siksaan dan penderitaan yang selalu dia alami sebelum menjadi wanita tangguh bergelar mafia sekarang ini.


Kevin sesekali meliriknya sambil menghela nafas panjang.


"Apa kamu menyesal menikah denganku?" tanya Kevin yang fokus mengemudikan mobilnya.


"Tidak, aku tak pernah menyesal dengan apa yang kulakukan" jawab Megan sekenanya.


"Bagus, ini hanya berlaku satu tahun. Kamu tak perlu terbebani dengan pernikahan ini. Fokuslah merawat anakku karena dia begitu membutuhkan sosok ibu" ucap Kevin dengan pandangan lurus ke depan.


"Satu lagi, kamu tak perlu memimpikan resepsi pernikahan kita, karena itu tak akan pernah terjadi. Kita menikah demi menutupi gosip miring jika kamu tinggal bersamaku" ucap Kevin panjang lebar.


Megan merubah posisi duduknya menghadap ke arah Kevin.


"Mengapa kamu begitu percaya menjadikanku sebagai ibu sambung untuk anakmu? apa alasannya, tolong jelaskan?" tanya Megan dengan sorot mata tajam.


Megan ingin mengetahui alasan Kevin memilihnya sebagai ibu untuk anaknya.


"Kamu bisa diandalkan menjadi ibu sambung untuk anakku" jawab Kevin dengan entengnya.


"Hanya itu alasanmu?" tanya Megan yang belum puas dengan jawaban Kevin.


"Ya, aku tipikal tidak suka bertele-tele" ucap Kevin sambil melirik Megan.


Megan kembali mengubah posisi duduknya dan menyadari bahwa jalan yang mereka lewati bukanlah menuju ke perusahaan KBS Group ataupun jalur menuju kediamannya.


"Mau kemana kita" ucap Megan sambil melirik Kevin.


"Kemana coba, ayo tebak" ucap Kevin tersenyum tipis.


Megan memilih diam tanpa menimpali ucapan Kevin.


Pasti dia akan membawaku ke kediamannya. Batin Megan.


Aku ingin melihat reaksi boy setelah melihat wanita mafia ini. Batin Kevin.


Hingga tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di kediaman Kevin. Para penjaga segera menghampiri mobilnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Kevin dan Megan.


Kevin bergegas turun dari mobil. Sedangkan Megan masih enggan untuk turun dari mobil dan fokus dengan ponselnya. Kevin segera merampas ponselnya.


"Lakukan tugasmu dengan baik. Aku tidak menyuruhmu hanya bermain ponsel dan mem_..." ucap Kevin dengan kesalnya dan tak melanjutkan ucapannya.


Megan mencengkeram jas Kevin dengan tatapan membunuhnya.


Lalu Megan turun dari mobil dan berjalan mendahului Kevin masuk ke dalam rumah yang akan menjadi rumah barunya selama berumah tangga bersama Kevin.


Kevin sedikit terpaku dengan gelagat wanita mafia yang sudah berstatus sebagai istrinya. Kemudian ikut menyusulnya masuk ke dalam rumah.


Tap


Tap


Tap


Megan melangkah pelan dan tak lupa pandangannya mengamati suasana rumah Kevin. Megan menghentikan langkahnya saat mendengar suara anak kecil begitu heboh berlari ke arahnya. Sedangkan dua pelayan wanita terlihat tertatih-tatih menyusul anak kecil tersebut.


Megan tersenyum melihat tingkah anak kecil yang sangat menggemaskan sambil memegang dot bayi.


"Mommy" teriak anak kecil tersebut yang seperti sedang mendapatkan mainan baru melihat sosok yang diklaim sebagai Mommynya.


Anak kecil tersebut adalah Azzam. Dengan antusiasnya Azzam berlari menghampiri Megan. Satu tangan Azzam digunakan memeluk dotnya sedang tangan satunya dia rentangkan untuk memeluk Mommynya.


"Pelan-pelan, jangan lari" tegur Megan yang tak ingin jika anak kecil tersebut terjatuh. Megan dengan terburu-buru segera menghampiri Azzam.


Sementara Kevin memilih menghentikan langkahnya dan malah asyik menonton pertunjukan anaknya bertemu dengan Mommynya.


"Mommy" ucap Azzam lalu berhambur memeluk Megan. Sedangkan Megan hanya mampu tersenyum membalas pelukan anak kecil tersebut.


Megan tak masalah di peluk oleh anak kecil yang akan dia urus selama satu tahun. Tak segan-segan Azzam melompat-lompat kegirangan untuk digendong oleh Mommynya.


Megan segera menggendong Azzam dengan hati-hati. Senyuman menghiasi bibir manis Megan manakala anak menggemaskan itu mencium kedua pipinya.


"Holeeee boy punya mommy" ucap Azzam kegirangan karena memiliki mommy.


Sementara Kevin berdiri tidak jauh darinya hanya mampu tersenyum melihat kebahagiaan anaknya yang akhirnya bisa mengabulkan permintaannya.


Para pelayan ikut tersenyum melihat keakraban anak majikannya dengan wanita cantik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya yang akan menjadi tanda tanya bagi pelayan rumah.


"Turunkan boy, kamu begitu lancang menggendong boy tanpa membersihkan tubuhmu terlebih dahulu" tegas Kevin dengan tatapan tajam.


Pasalnya Kevin begitu pecinta kebersihan. Megan segera menurunkan boy dari gendongannya.


"Aku tidak tega mengecewakan anakmu yang begitu antusias ingin memelukku" ucap Megan dingin.


Azzam terus saja menempel di tubuh Megan tanpa ingin jauh-jauh.


"Mommy, ayo main. Boy mau tujukin mainan balu boy" ucap Azzam dengan antusiasnya.


"Aduh, mommy harus pulang. Besok lagi ya kita mainnya" ucap Megan yang berusaha bersikap lembut.


Azzam langsung murung mendengar ucapan Megan.


"Siapa yang menyuruhmu pulang! mulai hari ini kamu tinggal bersama kami" timpal Kevin.


"Apa! Tidak,, aku harus pulang untuk mengambil seluruh barang-barang ku. Mungkin esok lusa aku kembali ke rumah ini" ucap Megan sambil mengepalkan tangannya.


"Anak menggemaskan, mommy pulang dulu ya" ucap Megan membujuk Azzam.


Azzam hanya diam sambil memegang tangan Megan.


"Boy ikut ya?" tanya Azzam dengan raut wajah memohon.


"Tak ada yang boleh meninggalkan rumah ini!. Apa kamu lupa dengan tugasmu" ucap Kevin dengan tegasnya.


Megan berdengus kesal menatap tajam Kevin. Dia tak bisa berkutik dengan ucapan Kevin yang sesuai kontrak kerjasama mereka.


"Pelayan, antar dia ke kamarnya. Dan pastikan dia sudah bersih sebelum bersama boy" ucap Kevin sambil menunjuk Megan.


Megan begitu kesal mendengar ucapan Kevin. Megan mengepalkan tangannya tepat di hadapan Kevin. Ingin rasanya mencakar wajah menyebalkan Kevin menggunakan kuku-kukunya.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya teman-teman... berupa, like, love, komen dan vote ya 🙏🙏🙏


Terima kasih 🙏🤗🤗